Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bitcoin terlihat di dalam Toko Big Apple Tobacco pada 8 Februari 2021, di New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto: Michael M. Santiago / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bitcoin terlihat di dalam Toko Big Apple Tobacco pada 8 Februari 2021, di New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto: Michael M. Santiago / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Libas Kaum Pesimis, Kapitalisasi Bitcoin tembus US$ 1 Triliun

Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:14 WIB
Fajar Widhiyanto

Harga mata uang kripto, Bitcoin telah mencetak catatan rekor baru pada Jumat kemarin menyusul nilai kapitalisasi pasarnya yang melampaui US$ 1 triliun.

Dilaporkan Coindesk (19/1), mata uang digital ini diperdagangkan di bawah US$ 54.000 per koin pada hari Jumat, ketika mencapai level baru, naik lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin tercatat telah naik sekitar 350% selama enam bulan terakhir. Sebelum lonjakan yang terjadi baru-baru ini, mata uang digital ini tidak pernah diperdagangkan di atas harga US$ 20.000. Dan pada tahun lalu Bitcoin diperdagangkan dengan harga sekitar US$ 10.000 per koin.

Pergerakan ini sebagian didorong oleh pembelian mata uang kripto ini oleh para investor dan perusahaan besar. Sebut saja bank tertua di Amerika Serikat, Bank of New York Mellon, yang pada awal Februari lalu mengumumkan telah masuk dalam komunitas perdagangan Bitcoin ini. Atau si pemilik produsen mobil listrik Tesla, Elon Musk yang telah mengubah sebagian dari kas neracanya menjadi bitcoin awal tahun ini, dan mengatakan akan mulai menerima token digital tersebut sebagai pembayaran.

Bitcoin telah bergerak begitu besar sehingga bisa dikatakan ia telah menciptakan permintaannya sendiri, menyusul perusahaan dan institusi yang mulai masuk besar-besaran ke bidang yang sebenarnya belum mereka sentuh beberapa bulan sebelumnya," demikian kata analis Deutsche Bank Jim Reid. "Ironisnya, hal itu mengubah dirinya menjadi kelas aset yang kredibel bagi banyak orang, dengan adanya banyak transaksi akhir-akhir ini dan juga dengan naiknya dukungan institusional," imbuh Reid.

Nilai pasar dihitung dengan mengalikan harga bitcoin dengan koin yang dicetak. Meskipun bukan perbandingan yang sempurna, nilai pasar US$ 1 triliun membuat nilai Bitcoin lebih besar dari hampir semua nilai kapitalisasi saham dunia. Tesla, misalnya, memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 700 miliar, sementara Apple bernilai lebih dari US$ 2 triliun. Investor dan pengusaha pro-bitcoin pun merayakan pencapaian tersebut di media sosial.

“Dari kertas putih menjadi US$ 1 Triliun. #Bitcoin menelan emas hidup-hidup,” kata Cameron Winklevoss dari Gemini di Twitter.

“RIP Bears,” tweet salah satu pendiri Morgan Creek Digital Assets, Anthony Pompliano, mengejek para kaum pesimis.

Yang jelas tidak semua orang di Wall Street yakin dengan prospek dan masa depan Bitcoin. Pendiri Citadel Securities Ken Griffin misalnya, Jumat kemarin mengatakan dia tidak tertarik dengan mata uang kripto, sementara para peneliti di JPMorgan mengatakan reli bitcoin tidak akan terjadi berkelanjutan.

 

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN