Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Repubik Indonesia Nadiem Anwar Makarim (kanan, bawah), memberikan sambutan saat hari pertama Next Gen Summit 2021, Selasa (6/4/2021). Dalam acara yang disiarkan BeritaSatu ini menghadirkan pembicara, di antaranya Guru Besar Manajemen UI, Pendiri Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali, PhD, Managing Partner Inventure Yuswohady dan Founder & President Director Binar Academy Alamanda Santika Santoso. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Repubik Indonesia Nadiem Anwar Makarim (kanan, bawah), memberikan sambutan saat hari pertama Next Gen Summit 2021, Selasa (6/4/2021). Dalam acara yang disiarkan BeritaSatu ini menghadirkan pembicara, di antaranya Guru Besar Manajemen UI, Pendiri Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali, PhD, Managing Partner Inventure Yuswohady dan Founder & President Director Binar Academy Alamanda Santika Santoso. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Next Gen 2021 Tampilkan Kisah Inspiratif Inovator Sukses

Rabu, 7 April 2021 | 09:39 WIB
dan Tri Listyarini ,Indah Handayani (handayani@investor.co.id) ,Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Ajang bergengsi “Next Gen Summit 2021” yang digelar Beritasatu Media Holdings menampilkan kisah sukses perjalanan para inovator dan wirausahawan (entrepreneur) muda. Mereka menekuni bisnis start-up, e-commerce, dan bisnis-bisnis baru yang berbasis teknologi digital.

Ada juga tips sukses untuk kaum milenial dari guru besar manajemen Universitas Indonesia, Rhenald Khasali.

Coba simak bagaimana PT Aruna Jaya Nuswantara (Aruna) mengangkat harkat hidup 20 ribu nelayan. Sejak pandemi Covid-19 merebak pada awal 2020, perusahaan rintisan (start up) perikanan terintegrasi tersebut telah mengubah orientasi bisnisnya dari 95% ekspor dan 5% domestik menjadi 80% ekspor dan 20% domestik.

Hal itu dilakukan karena pandemi Covid-19 telah mengubah cara belanja masyarakat dan mendongkrak permintaan produk perikanan di pasar dalam negeri.

Direktur Umum dan C o - Founder Aruna Utari Octavianty. Foto: Investor Daily/David Gita Roza
Direktur Umum dan C o - Founder Aruna Utari Octavianty. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Direktur Umum dan C o - Founder Aruna Utari Octavianty mengisahkan, Aruna merupakan per usahaan teknologi yang menghubungkan nelayan dengan pasar dengan visi menjadikan laut sebagai sumber kehidupan yang lebih baik bagi semua. Saat ini, Aruna telah membantu memasarkan produk perikanan sedikitnya 20 ribu nelayan di 32 wilayah pesisir di Tanah Air.

Aruna berdiri dengan dilatarbelakangi potensi perikanan Indonesia yang sangat besar, namun beban di balik kehidupan masyarakat pesisir atau nelayan itu cukup berat dengan pendapatan hanya Rp 1,1 juta per bulan dan berkontribusi terhadap kemiskinan.

“Ini sangat menyedihkan, padahal Indonesia adalah negara maritim. Karena itulah Aruna ingin membuat ekonomi kelautan inklusif

Waktu pertama kali kami bikin Aruna, ada perbedaan harga lumayan jauh antara ikan di kelompok nelayan sampai pembeli. Dari analisa kami ada problem, salah satunya supply chain yang belum terintegrasi dan kualitas produk. Nelayan banyak menangkap tapi tidak bisa meng-handle mana yang sesuai pasar, di sinilah Aruna berperan,” jelas Utari yang tampil pada sesi bertema “Bagaimana Menjadi Pemimpin Dunia Digital”, Selasa (6/4/2021).

Kini, Aruna telah mampu membantu meningkatan pendapatan nelayan, terutama 20 ribu nelayan yang teregister di aplikasi Aruna yang tersebar di 32 titik dari Sumatera hingga Raja Ampat. Rata-rata pendapatan nelayan yang tergabung dalam aplikasi Aruna meningkat lebih dari tiga kali lipat dari US$ 84 menjadi US$ 240 per bulan.

“Kami menjadi platform online trading untuk produk seafood langsung dari nelayan/kelompok nelayan langsung kepada direct customer seperti processing company, eksportir, supermarket, hotel, restoran, dan mulai 2020 kami juga masuk ke pasar ritel tentunya dengan produk yang sudah bernilai tambah.

Selain di Indonesia, konsumen juga ada di Amerika Utara dan Eropa Timur,” ujar dia.

Perkembangan ekonomi digital negara ASEAN
Perkembangan ekonomi digital negara ASEAN

Hasil laut yang dikelola Aruna masuk kelompok high fish value, seperti lobster, kepiting, kerapu, udang, dan rajungan, atau ikan-ikan yang memang diminati pasar luar negeri. Tapi belakangan seiring merebaknya pandemi, Aruna juga masuk ke komoditas hasil laut yang digemari masyarakat lokal dengan merek khusus Seafood By Aruna.

Utari mengakui, pandemic Covid-19 turut mendongkrak pendapatan Aruna, meski enggan memaparkan angka pasti pendapatan perusahaan. Utari juga mengatakan, Aruna belum berkeinginan ekspansi ke luar negeri meski terdapat beberapa negara tetangga yang mengajak Aruna untuk mengaplikasikan teknologinya di negara tersebut. Aruna ingin fokus di dalam negeri karena masih banyak titik-titik pesisir Indonesia yang belum terjangkau oleh Aruna.

Aruna juga memiliki rencana besar bahwa sampai 2045 atau 100 tahun Indonesia merdeka ingin ikut mengembalikan Indonesia sebagai negara laut yang dilihat oleh dunia.

“Jadi sampai 2045 kita fokus di perikanan nasional, membangun kemaritiman, dengan memperluas jangkauan kita, tidak hanya ikan tapi juga produk laut yang bernilai tambah dengan membentuk ekositem kemaritiman dan melibatkan lebih banyak lagi masyarakat pesisir atau nelayan. Kalau di Thailand ada Agoda maka di Indonesia ada Aruna,” ujar dia.

Menurut Utari, tantangan yang dihadapi Aruna saat ini adalah infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) atau tim yang kuat. Indonesia merupakan negara kepulauan dan setiap pulau memiliki infrastruktur yang berbeda, jarak tempuhnya luar biasa, sehingga tantangan menjaga komunikasi dengan infrastruktur yang berbeda di tiap daerah relatif sulit.

Dari sisi tim atau SDM, tidak semua anak muda berminat dengan sektor perikanan dan kembali ke kampung halamannya untuk mengembangkan sektor tersebut padahal potensinya sangat besar. Aruna mencoba menyelesaikan persoalan tersebut dengan sejumlah program, di antaranya mengembangkan local heroes yakni merekrut anak-anak muda yang punya passion di bidang perikanan untuk ikut mengedukasi dan mengenalkan teknologi Aruna. (hg)

Baca juga

https://investor.id/business/ini-kisah-lompatan-blibli-dan-inovasi-anteraja

https://investor.id/business/kosmetik-anak-muda-yang-merambah-asean

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN