Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Batu bara. Foto ilustrasi: IST

Batu bara. Foto ilustrasi: IST

Pelaku Usaha Batu Bara Minta Perpanjangan Uji Coba Penggunaan Asuransi Nasional

(gor/ant), Kamis, 28 Februari 2019 | 06:53 WIB

JAKARTA - Pelaku usaha batu bara berharap pemerintah memperpanjang masa uji coba penerapan kebijakan penggunaan asuransi nasional terkait ekspor batu bara. Uji coba sudah diberlakukan sejak 1 Februari kemarin dan berlangsung selama satu bulan. Selama pelaksanaan uji coba itu belum diterapkan sanksi bagi pelaku usaha yang belum menggunakan asuransi dalam negeri.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan pemerintah sedang mengevaluasi penerapan uji coba tersebut pada akhir bulan ini. Dia berharap adanya perpanjangan masa uji coba tersebut. “Kami berharap tidak segera diterapkan. Terlalu dini, jangan langsung diterapkan,” kata Hendra di Jakarta, Rabu (27/2).

Hendra mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah selama masa uji coba tersebut. Upaya yang dilakukan itu antara lain melakukan sosialisasi kepada importir batu bara asal Jepang, Tiongkok; Korea Selatan maupun India.

Dia menyebut sejumlah importer sudah menggunakan asuransi nasional. Bahkan disebut asuransi nasional lebih kompetitif dibandingkan jasa asuransi yang biasa importer gunakan. Namun dia mengakui ada importir yang menggunakan dua asuransi yakni asuransi nasional dan asal luar negeri.

Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses pengapalan sehingga tidak mengganggu distribusi batu bara. “Selama uji coba pemerintah aktif sosialisasi ke importir,” ujarnya.

Kebijakan penggunaan asuransi nasional berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No.80 Tahun 2018. Kewajiban ini sebelumnya pernah ditunda penerapannya. Namun kini diberlakukan pada awal Februari. Selama ini ekspor batu bara menggunakan skema free on board ( FOB). Artiannya batu bara diserahkan di titik jual misalkan di vessel.

Bila sudah di vessel maka batu bara menjadi milik importir (pembeli). Dengan begitu importir yang memilih perusahaan jasa asuransi dan penyedia kapal. Selama ini importir pada umumnya menggunakan asuransi dan kapal dari luar negeri.

Tercatat ekspor batu bara sepanjang 2018 kemarin mencapai 413 juta ton. Kuota tersebut seiring dengan penambahan produksi di Agustus 2018 yang sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan ekspor. Pasalnya peningkatan produksi itu bertujuan untuk peningkatan penerimaan Negara seiring dengan membaiknya harga batu bara. (rap)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN