Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Apple, perusahaan teknologi multinasional Amerika Serikat (AS), terpampang di bagian depan toko Apple di Brussels. (Foto: AFP / Emmanuel DUNAND)

Logo Apple, perusahaan teknologi multinasional Amerika Serikat (AS), terpampang di bagian depan toko Apple di Brussels. (Foto: AFP / Emmanuel DUNAND)

Sentil Facebook, Apple Akan Hentikan Pengumpulan Data untuk Iklan Target

Jumat, 29 Januari 2021 | 09:29 WIB
Fajar Widhiyanto

Petinggi perusahaan teknologi multinasional Apple Inc mulai mengkritik operasi perusahaan teknologi yang kerap melakukan eksploitasi data. Untuk itu produsen telepon pintar iPhone ini akan meluncurkan fitur privasi yang memungkinkan pengguna menghentikan penjualan data bagi iklan target.

Direktur Eksekutif Apple, Tim Cook mengecam aksi "eksploitasi data" oleh perusahaan IT raksasa, dan menyerukan reformasi seputar praktik penjualan data pengguna untuk mengejar iklan.

Apple pun siap meluncurkan fitur privasi baru yang membatasi bagaimana aplikasi seluler, seperti dari Facebook dan Google yang mengumpulkan data tentang pengguna untuk mengejar iklan.

“Jika sebuah bisnis dibangun di atas pengguna yang misleading, eksploitasi data, pada pilihan yang sebenarnya bukan pilihan sama sekali, maka itu tidak pantas mendapatkan pujian dari kami, itu layak untuk direformasi,” kata Cook pada konferensi webinar bertajuk “Computers, Privacy and Data Protection” Kamis (28/1) waktu setempat.

Tanpa menyebutkan nama perusahaan tertentu, Cook mengkritik algoritma perusahaan yang mengabadikan penyebaran disinformasi dan teori konspirasi demi keterlibatan pengguna. Dia memperingatkan bahwa sistem seperti itu berpotensi besar merusak tatanan sosial.

“Sudah saatnya untuk berhenti berpura-pura bahwa pendekatan ini tidak akan mengakibatkan perpecahan, kehilangan kepercayaan dan, ya, kekerasan,” kata Cook, menyinggung serangan baru-baru ini di Gedung Capitol, Amerika Serikat, seperti dilansir Irish Times.

Cook juga menegaskan kembali seruan untuk dibuatnya Undang-Undang Privasi AS seperti halnya yang telah dibuat oleh kolega Uni Eropa berupa Peraturan Perlindungan Data Umum.

Menurutnya sudah waktunya dunia menyediakan regulasi global dan perjanjian internasional baru yang mengatur perihal minimasi data soal pengguna dan keamanan data di seluruh dunia.

Setelah pembaruan perangkat lunak sistem operasi iPhone dan iPad Apple musim semi ini, pengguna akan diminta untuk secara eksplisit mengizinkan atau menolak pengembang untuk melacak data mereka di seluruh aplikasi atau situs web.

Diharapkan akan banyak konsumen memilih untuk tidak mengizinkan pelacakan data, sehingga mempersulit aplikasi untuk menampilkan iklan kepada pengguna berdasarkan aktivitas online masa lalu mereka. Hal ini sempat membuat gusar Facebook dan perusahaan periklanan lainnya yang selama ini mengandalkan kemampuan tersebut.

Dalam iklan surat kabar satu halaman penuh pada bulan Desember 2020, jaringan sosial menyerang Apple atas rencana tersebut, mengatakan fitur-fiturnya akan merugikan bisnis kecil, dan pada hari Rabu 27 Januari 2021 Facebook mengatakan kepada analis bahwa perubahan pada iOS dapat menghambat pertumbuhan revenue.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN