Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, dalam webinar yang digelar Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) bertema

Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, dalam webinar yang digelar Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) bertema "Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan", Rabu (2/6/2021).

Skala Ekonomi Digital Indonesia Bisa Capai Rp 1.700 Triliun pada 2025

Kamis, 3 Juni 2021 | 08:08 WIB
Natasia Christy

JAKARTA - Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, mengatakan Indonesia sejauh ini menjadi negara dengan ukuran ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Bahkan,  ekonomi digital Indonesia tetap menunjukkan perkembangan positif sekalipun di tengah pandemi Covid-19. 

“Dari berbagai negara di Asia Tenggara, Indonesia paling besar, meskipun pada masa pandemi tahun lalu, kita masih growing double digit sekitar 11% dan diprediksi sampai beberapa tahun ke depan (2025) akan menjadi sekitar US$ 124 miliar (Rp 1.771 triliun),” kata Randy dalam webinar yang digelar Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) bertema “Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan”, Rabu (2/6/2021).

Randy merujuk kepada data e-Conomy SEA (South East Asia) Report 2020 yang menunjukkan ekonomi digital Indonesia tumbuh 11% dari US$ 40 miliar atau Rp 571,5 triliun pada 2029 menjadi US$ 44 miliar atau Rp 628,6 triliun pada 2020. Diprediksi, pada 2025 ekonomi digital Indonesia akan naik  23% menjadi US$ 124 miliar. 

Berdasarkan data e-Conomy SEA Report 2020, 4 negara Asia Tenggara lain juga mengalami peningkatan ekonomi digital dari 2019 ke 2020, yaitu Filipina (6%), Thailand (7%), Malaysia (6%), dan Vietnam (14%). Namun, Singapura mengalami penurunan atau minus 24%.

Randy menjelaskan, populasi internet Indonesia memang tergolong tinggi. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia sebanyak 196 juta (73,7% populasi), pelanggan internet mobile sebanyak 160 juta (60,8% populasi), dan rata-rata waktu yang dihabiskan warga Indonesia untuk online lewat mobile selama 8 jam per hari.

“Jadi sebagian besar sudah menggunakan smartphone dan mereka spent time cukup lama di mobile. Jadi Indonesia sudah cukup digitalisasi dari sisi ini,” kata Randy.

Randy mengatakan Google mempunyai misi untuk mengorganisasi semua informasi di seluruh dunia serta membuat semua informasi bisa diakses secara universal dan berguna. Khusus untuk Indonesia, Google memiliki program membantu pemulihan ekonomi yaitu bermitra dengan berbagai pihak untuk membantu kemajuan Indonesia dalam dunia digital.

“Pada November tahun lalu, moto kita ingin bangit dar pandemi dan maju bersama-sama,” kata Randy.

Dia mengatakan Google Indonesia juga ingin membantu menciptakan 9 juta talenta digital Indonesia pada 2035. Sejumlah program yang dikembangkan Google adalah Grow with Google Indonesia, Gapura Digital untuk membantu pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan womenpreuner, atau program kerja sama denga media (Google News Initivative). “Kita punya resource dari sisi digital yang bisa membantu Indonesia maju ke depan,” ujarnya.

Randy menambahkan, Google Indonesia juga bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk program Bangkit yaitu menjaring talenta digital dari universitas untuk menyiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja dengan pembelajaran learning machine, mobile development, dan cloud computing.

 

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN