Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi tips belanja secara daring saat liburan. ( Foto: Istimewa )

Ilustrasi tips belanja secara daring saat liburan. ( Foto: Istimewa )

Waspada Belanja Daring Saat Liburan Akhir Tahun

Jumat, 20 November 2020 | 09:33 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Liburan akhir tahun sebentar lagi tiba. Biasanya di periode tersebut, konsumen akan mulai membuka situs-situs laman belanja daring (online) guna mencari barang-barang untuk kado Natal dan Tahun Baru. Berdasarkan survei McAfee Corp 2020 Holiday Season: State of Today’s Digital e-Shopper, konsumen akan tetap berbelanja secara daring meskipun menyadari bahaya penipuan daring yang semakin meningkat.

Menurut survei, sekitar 46,4% konsumen di Indonesia berencana belanja secara daring, sedangkan 36,6% akan melakukan aktivitas belanja lebih awal. Dan sebanyak 91,4% dari orang yang disurvei merasa bahwa penipuan siber semakin marak menjelang libur panjang akhir tahun, akibat pandemi Covid-19.

Survei McAfee menunjukkan perubahan pola kegiatan konsumen di Indonesia yang dipicu berbagai peristiwa global tahun ini, sehingga meningkatkan risiko saat mereka bekerja dan bermain secara daring serta berbelanja melalui internet.

Hasil survei tersebut juga menyimpulkan adanya pertumbuhan aktivitas berbelanja secara umum, seiring peningkatan belanja secara daring hingga 58,6%, semenjak awal pandemi Covid-19. Satu dari lima konsumen (17,4%) berbelanja secara daring setiap hari, dan hampir setengah dari konsumen Indonesia (40,3%) berbelanja secara daring sebanyak 3-5 hari dalam seminggu.

Tim Advanced Threat Research McAfee baru-baru ini menemukan bukti bahwa kejahatan siber semakin berkembang dengan adanya 419 ancaman baru per menit pada Kuartal II 2020, dan lonjakan ancaman sebesar 12% dibanding kuartal sebelumnya.

Dilihat dari perkembangan aktivitas digital dari konsumen dan juga penjahat siber, banyak pengguna internet yang belum menyadari ancaman bahaya secara daring. Dan hal ini terlihat dari perbedaan antar generasi.

Di kalangan responden berumur 65 tahun ke atas, merupakan kelompok yang memiliki risiko paling tinggi untuk menerima penipuan daring. Lebih dari 66,6% responden di usia tersebut tertipu saat berbelanja dengan kerugian berkisar antara Rp 1,5 juta - 7,5 juta. Berbeda dengan kelompok responden usia 25-43 tahun yang hanya 25,2%,

Pada responden dengan kelompok usia 55-64 tahun, sebanyak 77,4% lebih rutin memeriksa keaslian diskon dan penawaran yang didapat melalui email dan SMS, jika dibandingkan dengan kelompok usia 18-24 tahun yang hanya 34%.

Menurut Head of Southeast Asia Consumer Business McAfee Shashwat Khandelwal, kebiasaan belanja konsumen telah berubah dan beradaptasi dengan tantangan yang muncul sepanjang 2020, membuat musim liburan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Hasil survei McAfee menunjukkan, meskipun sebagian besar dari orang Indonesia menyadari semakin maraknya ancaman siber, namun banyak yang masih belum mengambil langkah yang tepat untuk menanggapi ancaman tersebut. Kenaikan jumlah orang yang berbelanja online di Indonesia seharusnya membuat kita makin paham akan risiko yang ada dan cara-cara melindungi diri dan orang terdekat kita dari ancaman yang dapat terjadi di musim liburan ini,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (19/11).

Ditambahkan oleh Khandelwal, kenaikan aktivitas daring konsumen dan juga para penjahat siber telah memperlebar kesempatan terjadinya perbuatan jahat di internet. Terutama karena 37% konsumen berkata bahwa mereka tidak memikirkan kemungkinan adanya kejahatan siber saat berbelanja secara daring, ataupun sadar akan risiko tersebut namun belum memiliki rencana untuk mengubah kebiasaan mereka dalam berbelanja secara daring.

Hal tersebut jelas terlihat saat para responden menerima penawaran promo atau diskon melalui email atau SMS, di mana hanya 53,6% responden yang rutin memeriksa keaslian penawaran yang dikirim pada momen-momen, seperti Harbolnas, Black Friday ataupun Cyber Monday. Dan yang mengkhawatirkan, lebih dari seperempat (25,2%) responden sudah pernah kehilangan uang Rp 1,5 juta hingga Rp 4,5 juta akibat penipuan daring di musim-musim liburan.

Selain itu, survei McAfee juga memperlihatkan bahwa 44,8% responden berharap menerima kode diskon, atau berencana membeli voucher dan gift card tahun ini. Hal ini turut memunculkan risiko keamanan siber, karena 30% dari responden langsung mengklik tautan berbahaya dalam email untuk memastikan keaslian gift card, atau secara otomatis menganggap tautan yang diterima melalui email adalah asli dan tidak selalu melakukan langkah-langkah yang benar untuk memastikan keasliannya.

Berikut tips aman belanja di musim liburan akhir tahun yang dianjurkan McAfee:

· Gunakan otentikasi multi-faktor (multi-factor authentication) untuk mengecek kembali keaslian identitas pengguna digital dan menambahkan lapisan keamanan untuk melindungi data dan informasi pribadi

· Browsing Internet dengan hati-hati menggunakan alat keamanan tambahan seperti McAfee WebAdvisor untuk memblokir situs malware dan phishing melalui tautan berbahaya.

· Lindungi identitas Anda dan semua informasi pribadi dan keuangan dengan McAfee Identity Theft Protection, yang juga memiliki alat pemulihan atau recovery apabila identitas Anda diretas.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN