Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Konsumen Kian Percaya

Jumat, 4 November 2016 | 08:18 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sentimen positif berembus dari dua lembaga riset ternama dan kredibel, yakni Nielsen dan Danareksa Research Institute. Keduanya memaparkan hasil tentang kenaikan indeks kepercayaan konsumen, berdasarkan riset yang baru saja mereka lakukan.

 

Menurut hasil survei Nielsen, indeks kepercayaan konsumen (IKK) Indonesia terus naik tahun ini hingga menembus 122 pada triwulan III, meningkat enam poin dibanding kuartal sama tahun lalu sebesar 116. Indeks yang menunjukkan optimisme konsumen ini merupakan terbaik ketiga di Asia- Pasifik, setelah India dan Filipina.

 

Ada dua indikator yang membuat indeks kepercayaan konsumen naik. Pertama, indikator keyakinan konsumen akan kondisi keuangan pribadi dalam 12 bulan ke depan yang cukup aman. Kedua adalah indikator keinginan berbelanja yang cukup meyakinkan.

 

Sementara itu, survei Danareksa Research Institute (DRI) menyatakan, ekspektasi perekonomian ke depan lebih baik sehingga membuat kepercayaan konsumen di Indonesia meningkat. Konsumen percaya bahwa pemerintah telah bekerja dengan baik, yang tercermin pada kenaikan inflasi yang terkendali. Terkendalinya inflasi terefleksi pada harga pangan yang relatif stabil.

 

DRI juga mencatat bahwa konsumen percaya, perekonomian yang membaik di masa depan akan mendorong naiknya investasi. Peningkatan investasi ini akan memicu penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan per kapita, sehingga daya beli pun meningkat.

 

Bila kita simak, survei Nielsen dan Danareksa tersebut sejalan dengan survei sebelumnya tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) akhir Juli lalu menujukkan bahwa mayoritas masyarakat makin puas terhadap kinerja Presiden Jokowi.

 

Sebanyak 67% masyarakat menyatakan puas dengan kinerja Jokowi dan 30% lainnya mengaku tidak puas. Angka ini terus naik dari Juni 2015. Saat itu, masyarakat yang puas dengan kinerja Jokowi hanya 41%. Masyarakat memiliki persepsi bahwa kinerja Jokowi dengan tim kabinet sangat memuaskan.

 

Kepuasan masyarakat terhadap Jokowi ini pun berbanding lurus dengan tingkat elektabilitas. Masyarakat umumnya puas dengan kinerja Jokowi dalam membangun infrastruktur, menciptakan layanan kesehatan dan pendidikan yang terjangkau, serta menciptakan rasa keamanan. Namun, masyarakat kurang puas dengan kinerja Jokowi dalam meningkatkan kesejahteraan warga, memenuhi  harga kebutuhan pokok yang terjangkau, hingga menyediakan lapangan kerja.

 

Survei ketiga lembaga riset yang terpercaya tersebut merupakan modal bagi harapan ekonomi yang lebih baik ke depan. Kepercayaan konsumen juga dapat berdampak positif terhadap meningkatnya kepercayaan investor, termasuk investor asing terhadap Indonesia.

 

Termasuk dalam hal ini adalah keberhasilan pemerintah dalam program amnesti pajak yang telah dipuji oleh dunia internasional. Pemerintah harus menangkap kepercayaan untuk lebih serius dalam mendorong perekonomian. Tugas utama pemerintah adalah memastikan bahwa setiap kebijakan yang diluncurkan dan tugas yang diemban dapat terlaksana dengan baik. Misalnya, pemerintah harus dapat menyukseskan pencairan belanja pada kuartal IV ini agar mampu menjadi stimulus perekonomian.

 

Tugas lain adalah bagaimana menjaga iklim investasi, mengingat indeks daya saing kita baru saja turun peringkat. Untuk itu, pembangunan infrastruktur harus dipercepat, deregulasi terus didorong, serta paket kebijakan ekonomi yang ada harus terus dikawal agar terimplementasi dengan baik. Pemerintah pusat agar lebih tegas kepada pemerintah daerah yang selama ini kerap tidak sejalan dalam merespons kebijakan pusat, karena dinilai masih menghambat investasi.

 

Pemerintah juga mesti memanfaatkan momentum keberhasilan program amnesti pajak, agar danadana repatriasi dapat menggairahkan sektor keuangan maupun sektor riil. Pekerjaan rumah pemerintah lainnya adalah terus mengikis korupsi yang selama ini terbukti mampu menggerogoti sendi-sendi perekonomian dan merusak mental bangsa secara sistematis.

 

Kita berharap bahwa naiknya kepercayaan konsumen, kepercayaan investor, dan apresiasi dunia internasional terhadap kinerja pemerintah menjadi amunisi bagi terjadinya akselerasi perekonomian. Jika momentum ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan didukung oleh arah kebijakan yang konsisten dan kondusif, niscaya pertumbuhan ekonomi 6-7% bukanlah sesuatu yang sulit diraih. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN