Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.  Foto: Humas Kemenko Perekonomian

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Foto: Humas Kemenko Perekonomian

Keluar dari Resesi

Rabu, 11 November 2020 | 17:31 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 menunjukkan ke arah perbaikan meski angkanya masih minus 3,49% dibandingkan kuartal sama tahun lalu atau year on year (yoy). Perbaikan itu terlihat dari kontraksi yang lebih kecil dibandingkan kuartal II yang minus 5,32% (yoy).

Sedangkan secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), ekonomi kuartal III tumbuh positif 5,05% dibandingkan kuartal sebelumya. Realisasi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik menandakan Indonesia telah melewati kondisi terburuk akibat pandemi Covid-19.

Momentum perbaikan ekonomi ini diharapkan berlajut pada kuartal IV. Bahkan, jika pertumbuhan positif kuartalan tersebut terus dijaga, bukan tidak mungkin ekonomi Indonesia pada kuartal IV masuk zona positif.

Dengan demikian, Indonesia berpeluang keluar dari jebakan resesi. Indonesia telah mengalami resesi karena dua kuartal berturut-berturut mencatatkan pertumbuhan minus alias kontraksi.

Peluang untuk keluar dari resesi yakni dengan mempertahankan sektor-sektor yang memberikan kontribusi positif di kuartal III dan berlanjut pada kuartal IV.

Dari sisi lapangan usaha, kondisi industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi maupun pertambangan menunjukkan adanya perbaikan pada kuartal III-2020 dibandingkan kuartal II-2020 (qtq). Sektor industri tercatat tumbuh 5,25%, pertanian tumbuh 1,01%, perdagangan tumbuh 5,68%, konstruksi 5,72%, dan pertambangan tumbuh 1,72%.

Pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 24,28%. Berdasarkan kelompok pengeluaran, konsumsi rumah tangga, pembentukan modal    tetap bruto (PMTB) atau investasi, konsumsi pemerintah dan ekspor juga tumbuh positif secara kuartalan pada kuartal III-2020.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,7%, PMTB tumbuh 8,45%, konsumsi pemerintah tumbuh 16,93%, dan ekspor tumbuh 12,14%.

Meski demikian, secara tahunan atau year on year (yoy), hanya sektor pertanian dari lapangan usaha yang mampu tumbuh positif 2,15% dibandingkan kuartal III-2019.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi dari kelompok pengeluaran banyak ditopang oleh kinerja positif dari belanja pemerintah yang tumbuh tinggi hingga 9,76% (yoy). Peluang ekonomi kuartal IV masuk zona positif bisa didorong oleh akselerasi serapan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diperkirakan dapat mendekati 95% dan serapan anggaran pemerintah diproyeksikan mencapai 96%.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi program PEN hingga 4 November 2020 mencapai Rp 376,17 triliun atau 54,1% dari total pagu Rp 695,2 triliun. Terjadi peningkatan pesat dari semester I-2020 yang saat itu realisasinya baru mencapai Rp 124,62 triliun.

Pada kuartal IV-2020 masih ada potensi belanja dari APBD sekitar Rp 465 triliun dan dari APBN sekitar Rp 898 triliun yang dapat menjadi instrumen untuk mendorong aktivitas dan pemulihan ekonomi. Perkiraan belanja yang masih dapat diserap itu akan mengakselerasi stimulus fiskal agar masyarakat, UMKM dan perusahaan mampu bertahan dalam masa-masa sulit ini.

Mempercepat pemulihan ekonomi dengan mengoptimalkan belanja pemerintah saat ini sangat penting untuk meng u rangi tekanan ekonomi dari dam pak pandemi serta faktor eksternal.

Konsumsi pemerintah yang tumbuh positif 9,76% secara tahunan (yoy) dan 16,93% secara kuartalan (qtq) memperlihatkan kebijakan stimulus fiskal pemerintah mulai berjalan efektif untuk membantu perekonomian.

Jika pemerintah mampu mengakselerasi belanja dengan baik, maka ekonomi kuartal IV-2020 bisa mencapai kisaran yang diproyeksikan peme rintah yakni minus 1,6% hingga positif 0,6%.

Untuk mencapai pertumbuhan sebesar itu, pemerintah harus terus mendorong realisasi program PEN terutama pada pos-pos yang masih rendah dengan sisa waktu kurang dua bulan lagi. Terutama pada program pembiayaan korporasi yang baru terealisasi 3,2% dari pagu Rp 62,22 triliun, insentif dunia usaha 31,6% dari pagu Rp 120,6 triliun, realisasi di bidang kesehatan 33,1% dari pagu Rp 97,26 triliun, dan realisasi belanja sektoral dan pemda mencapai 48,8% dari pagu Rp 65,97 triliun.

Sedangkan serapan anggaran yang tertinggi adalah program dukungan UMKM sebesar 82,4% dari pagu Rp 114,81 triliun dan perlindungan sosial 75,6% dari pagu Rp 234,33 triliun.

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga juga harus ditingkatkan. Meski kuartal III-2020 lebih baik dari kuartal II-2020 yang kontraksinya mencapai 5,52%, banyak kelompok masyarakat masih menahan diri dan tetap berhati-hati dalam konsumsi. Kontraksi konsumsi rumah tang ga di kuar tal III-2020 sebesar 4,04% tercermin dari penjualan eceran yang masih minus 9,64%.

Selain  meningkatkan konsumsi rumah tangga, pemerintah memiliki momentum untuk menggenjot investasi seiring pengesahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dan terpilihnya Joe Biden dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Kedua hal itu memberikan sentimen positif yang dapat memicu aliran dana asing masuk (capital inflow) ke Indonesia.

Peranan investasi sangat penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia ketika konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang ekonomi terbesar tengah tertekan.

Konsumsi rumah tangga memiliki bobot 57% dalam perekonomian nasional. Dengan kontraksi sebesar 4,04% (yoy) pada kuartal III-2020, konsumsi rumah tangga memberikan sumbangan minus 2,17% terhadap keseluruhan pertumbuhan kuartal III.

Namun demikian, untuk mendorong dua komponen utama pembentuk PDB tersebut supaya Indonesia bisa keluar dari jerat resesi, kuncinya adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat –terutama kelas menengah atas-- dan investor untuk melakukan konsumsi dan investasi. Caranya dengan menekan kasus Covid-19.

Pemerintah harus lebih serius lagi dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Sebab, apabila kasus positif terus menanjak, hal ini akan membuat kepercayaan masyarakat dan investor turun sehingga melemahkan aktivitas dan mobilitas yang menopang pertumbuhan ekonomi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com