Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lanskap Keuangan Syariah

Lanskap Keuangan Syariah

Percepat Digitalisasi Keuangan Syariah

Minggu, 21 Maret 2021 | 05:12 WIB
Investor Daily

Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi sektor jasa keuangan syariah untuk meningkatkan layanannya. Masyarakat menuntut kecepatan layanan jasa keuangan seiring terbatasnya aktivitas di luar rumah.

Tuntutan itu hanya bisa dipenuhi jika lembaga keuangan syariah mempercepat transformasi digital. Dibandingkan jasa keuangan konvensional, sektor jasa keuangan syariah menghadapi beragam tantangan dalam transformasi digital. Karena itu, akselerasi transformasi digital mutlak dilakukan di sektor jasa keuangan syariah untuk meningkatkan pendalaman pasar dan inklusi keuangan syariah yang masih di bawah 10%.

Tidak bisa dimungkiri, potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sangat besar. Sebagai negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi pasar bagi berbagai produk halal dan jasa ke uang an syariah.

Diproyeksikan, pada tahun 2025 Indonesia akan memiliki 184 juta penduduk muslim de wasa, di mana lebih dari 50% merupakan kalangan menengah atas serta ma yoritas bekerja di sektor swasta.

Pengeluaran masyarakat Indonesia yang dibelanjakan untuk industri halal juga terus meningkat. Industri halal yang sedang berkembang pesat ini membutuhkan pembiayaan. Beberapa segmen industri halal yang dapat dibiayai antara lain makanan dan minuman, modest fashion, pariwisata, farmasi dan kosmetik, media dan rekreasi, serta bisnis syariah.

Perbankan syariah berpeluang menggelontorkan pembiayaan untuk industri halal sebesar 10-17% dari total potensi Rp 4.200 triliun.

Peluang Indonesia untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah melalui digitalisasi juga besar. Sebanyak 60% penduduk Indonesia merupakan generasi milenial yang cakap menggunakan teknologi digital dan memiliki banyak ide inovatif. Sebanyak 73,7% atau 196,71 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet aktif pada kuartal kedua 2020. Penetrasi pengguna internet di Indonesia meningkat tajam selama periode 2019 hingga kuartal kedua 2020, terutama didorong oleh pandemi.

Pemanfaatan internet untuk transaksi secara online tumbuh pesat. Itu sebabnya, nilai ekonomi digital Indonesia yang pada akhir 2019 mencapai US$ 40 miliar, diprediksi naik menjadi US$ 100 miliar pada 2025.

Sementara itu, terbentuknya Bank Syariah Indonesia (BSI) yang resmi diluncurkan pada 1 Februari 2021 diharapkan menciptakan kekuatan kapital serta perluasan jangkauan dan fasilitas. Hasil merger tiga bank syariah BUMN itu mampu mengumpulkan aset Rp 240 triliun. Dengan jumlah aset tersebut diyakini bisa masuk dalam jajaran 10 bank syariah terbesar di dunia.

Tidak hanya itu, pada 14 Mei 2019, pemerintah telah memberikan dukungan nyata melalui peluncuran Master Plan Ekonomi Syariah Indonesia sebagai program dan strategi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dukungan pemerintah lainnya adalah pembentukan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sebagai badan khusus untuk koordinasi lintas otoritas yang bertujuan untuk memperluas pengembangan dan sinergi antarsektor ekonomi syariah dan keuang an syariah.

Komite ini memiliki strategi besar, yakni melakukan penguatan halal value chain, penguatan keuangan Islam, penguatan usaha mikro kecil menengah, dan penguatan ekonomi digital.

Berbagai upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam 23 tahun terakhir telah menempatkan Indonesia sebagai pelaku ekonomi syariah global terbaik.

Selain itu, hampir seluruh sektor prio ritas ekonomi syariah seperti makanan halal, modest fashion, travel juga masuk dalam peringkat 10 besar global. Dari sisi pasar modal syariah juga meraih penghargaan The Best Islamic Capital Market pada ajang inter nasional Global Islamic Finance Award (GIFA) secara berturut-turut dalam dua tahun terakhir.

Pemanfataan aplikasi digital secara optimal akan memberikan peluang besar dalam merealisasikan potensi ekonomi syariah secara nasional maupun global.

Pemanfaatan teknologi digital pada sektor keuangan syariah telah melahirkan sukuk ritel dan green sukuk (sukuk hijau) yang dapat diperdagangkan dengan mudah secara daring.

Selain itu, saham syariah juga dapat dibeli melalui Shariah Online Trading System (SOTS). Digitalisasi kegiatan ekonomi dan keuangan syariah akan membawa kesejahteraan yang lebih luas ke seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah, tidak hanya bagi masyarakat di kotakota besar. Digitalisasi ekonomi dan keuangan syariah juga dapat menjadi arus baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia tidak bolehtertinggal dari negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim lain, apalagi dari negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat yang makin serius menggarap potensi pasar ekonomi dan keuangan syariah. Indonesia harusmenjadi pusat rujukan ekonomi dan keuangan syariah global.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN