Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kolaborasi WE+ dan GSI Lab hadirkan layanan tes swab dengan perlindungan asuransi akibat Covid-19 senilai Rp25 juta dan gratis tes swab berikutnya.

Kolaborasi WE+ dan GSI Lab hadirkan layanan tes swab dengan perlindungan asuransi akibat Covid-19 senilai Rp25 juta dan gratis tes swab berikutnya.

Asuransi Terus Tumbuh

Rabu, 22 September 2021 | 06:00 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

Asuransi kini justru unjuk gigi, dengan kinerja yang melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional. Selain meningkatnya kesadaran urgensi melindungi keluarga dan bisnis, masyarakat juga lebih mudah dilayani asuransi dan di sisi lain jalur pemasaran terus berkembang.

Raihan premi asuransi jiwa di Tanah Air tercatat tumbuh tinggi, seiring dengan transformasi digital yang seketika dipercepat akibat pandemi Covid-19. Pendapatan premi new business bahkan tumbuh jauh lebih bagus, dibandingkan premi renewal yang juga positif.

Meningkatnya premi otomatis mendorong pertumbuhan aset industri asuransi jiwa yang menembus 9,07% year on year (yoy). Capaian ini jauh di atas laju pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II-2021 yang 7%, atau keluar dari resesi setelah selama empat kuartal berturut-turut sebelumnya minus.

Kinerja yang positif itu mencerminkan bahwa industri asuransi di Tanah Air makin dipercaya dan sehat. Hal ini juga ditopang relaksasi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang memungkinkan transaksi tanpa perlu face to face. Kebijakan OJK itu kian memacu industri lebih serius mempercepat digitalisasi asuransi atau yang dikenal sebagai insurtech.

Sebelumnya, unit link yang merupakan produk utama asuransi jiwa membutuhkan pertemuan langsung, tatap muka. Namun, dukungan relaksasi yang diberikan OJK kini memungkinkan diganti dengan tatap muka digital atau secara online.

Teknologi digital yang makin canggih telah memudahkan perusahaan dalam menjalankan dan mengelola bisnis asuransi. Apalagi, dunia masih dilanda pandemi Covid-19, yang memaksa orang untuk beralih dari kegiatan offline menjadi online.

Dengan nasabah bisa dijangkau secara virtual, dari sisi operasional juga lebih efisien. Pertemuan yang kini dilakukan secara online memungkinkan langsung bertemu dengan ratusan orang yang berada di berbagai lokasi, dari semula yang harus dihubungi satu per satu. Pertemuan dengan calon ataupun nasabah juga bisa diperbanyak berkali-kali lipat, dan edukasi pun makin baik.

Selain menghemat waktu dan biaya, industri terus memperluas jangkauan secara massal hingga ke berbagai daerah, bahkan sampai ke luar negeri. Artinya, industri asuransi pun makin produktif.

Penetrasi asuransi hingga ke berbagai pelosok daerah masih potensial terus dipacu seiring meningkatnya penggunaan smartphone dan internet, apalagi selama ini penetrasi di Indonesia masih rendah. Optimisme tersebut juga didukung meningkatnya peran jalur di luar agensi.

Jika dibedah, pendapatan premi kini didominasi dari kanal-kanal bancassurance, plus kanal-kanal alternatif digital yang terus tumbuh pesat. Meski kontribusi agency masih signifikan, tapi perannya mulai menyusut.

Hal itu tentunya menjanjikan sumber pertumbuhan yang lebih besar, yang tentunya tak hanya bermanfaat bagi industri asuransi, namun juga mendorong ekonomi kita secara keseluruhan. Apalagi, sejumlah sektor masih tertekan pandemi Covid-19 dan pembatasan kegiatan bisnis maupun sosial.

Oleh karena itu, otoritas harus lebih proaktif membantu agar industri asuransi kita makin kuat, sebagaimana di negara-negara maju yang berperan sangat penting di sektor jasa keuangan. Apalagi, dana asuransi yang bersifat jangka panjang sangat dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur di Tanah Air yang bersifat jangka panjang pula.

Dengan industri asuransi bisa menyediakan pembiayaan besar untuk pembangunan infrastruktur kita yang masih ketinggalan, maka akan mengurangi beban bunga tinggi yang selama ini harus ditanggung karena banyak mengandalkan pinjaman bank. Di sisi lain, asuransi juga mendapatkan alternatif investasi yang bisa menghasilkan keuntungan lebih baik, selain mendapatkan pasar dari penjaminan proyek.

Sejalan dengan meningkatnya premi, industri asuransi di Tanah Air juga makin bisa berperan dalam menjaga pasar modal kita. Meningkatnya dana investasi asuransi di pasar saham dapat mengurangi berbagai gejolak dan permainan tak sehat para bandar, karena asuransi berinvestasi dalam perspektif jangka panjang, tidak terlalu dipengaruhi oleh sentimen sesaat ataupun kebijakan jangka pendek.

Apalagi, seiring percepatan vaksinasi Covid-19 dan meredanya ledakan varian Delta, kinerja pasar saham juga mulai membaik. Hasil investasi dana kelolaan asuransi tahun ini tercatat sudah positif, setelah tahun lalu membukukan kerugian.

Yang tak kalah penting, meningkatnya layanan kepada nasabah yang sudah bergeser ke arah digital, tak hanya memungkinkan pengajuan klaim atau pengiriman dokumen secara online. Lebih dari itu, juga memungkinkan inovasi berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat. Perusahaan asuransi yang menjalankan proteksi kesehatan misalnya, kini menyediakan solusi bagi masyarakat atau pemegang polis yang khawatir datang ke rumah sakit atau ke klinik seperti dulu.

Industri asuransi jiwa maupun asuransi secara umum kini menawarkan fitur telemedicine, dengan obat pun bisa diantar ke rumah. Meski sekarang kebanyakan masih dilayani dokter umum, tapi beberapa sudah menawarkan sampai tingkat dokter spesialis.

Di sinilah pemerintah perlu cerdas menggandeng perusahaan asuransi untuk menyediakan layanan asuransi dan jasa kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. Ini misalnya dengan mewajibkan BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan perusahaan asuransi yang baik, sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa juga ikut asuransi swasta tanpa harus membayar double untuk jasa yang sama. Dengan demikian, peserta wajib BPJS Kesehatan, sebagaimana diatur undang-undang, bisa mendapatkan alternatif layanan standar atau naik kelas dengan membayar premi tambahan.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN