Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indeks manajer pembelian manufaktur

Indeks manajer pembelian manufaktur

Kelas Menengah Mulai Belanja

Senin, 22 November 2021 | 12:00 WIB
Investor Daily

Kelas menengah mulai berbelanja. Ada keyakinan bahwa pandemi Covid-19 bisa segera diatasi. Kebijakan pemerintah dalam mengatasi pandemi dan mendorong pertumbuhan ekonomi dinilai sukses. Sejak September 2021, kasus baru terus menurun dan memasuki Oktober, bulan pertama kuartal keempat, kasus baru mulai melandai. Pergerakan manusia dilonggarkan dan itu berdampak signifikan terhadap kegiatan bisnis.

Sejak Maret 2020 hingga awal 2021, kelas menengah enggan belanja. Sikap itu sempat terulang ketika pandemi memasuki gelombang kedua, Juli-Agustus 2021. Namun, memasuki September, belanja kelas menengah kembali meningkat.

Diperkirakan, pada kuartal terakhir 2021, belanja kelas menengah menjadi pendongkrak utama pertumbuhan ekonomi. Indikasi belanja kelas menengah jelas terlihat pada penjualan mobil dan pembelian properti. Selama Januari-September 2021, penjualan mobil naik 68% menjadi 850.000 unit. Konsumen kelas menengah membeli kendaraan baru, baik untuk tukar-tambah maupun untuk menambah kepemilikan. Pada tahun 2020, penjualan mobil hanya 589.000 unit, turun dari 1.043.017 unit tahun 2019.

Penjualan rumah pun kembali meningkat. Data Indonesia Property Watch menunjukkan, pada kuartal III-2021, penjualan rumah di Jabodetabek naik 12,4%.

Jika tidak ada pandemi gelombang ketiga, penjualan properti akan melonjak pada kuartal keempat tahun ini.

Menurut Lamudi.co.id, penjualan properti selama semester pertama 2021, tumbuh sebesar 36,8% secara year on year (yoy). Pembelian properti umumnya terjadi di kota-kota besar, yaitu Jakarta, Surabaya,Bandung, Depok, dan Medan. Sekitar 87,9% pembeli meminati rumah tapak.

Pemerintah sudah menurunkan status pem berlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ke level 1 untuk wilayah Jakarta, Botabek, dan kota-kota besar di Indonesia. Kunjungan ke mal sudah boleh 100%. Meski pandemi meningkatkan belanja online, minat konsumen perkotaan untuk mengunjungi mal tetap tinggi.

Pada akhir pekan, mal dipadati pengunjung, umumnya membawa anak-anak. Jika PPKM tetap berada di level satu, bisnis ritel akan bergairah di akhir tahun. Meski omzet setahun masih turun, penjualan ritel diperkirakan akan meningkat pada akhir tahun.

Pada masa normal, perusahaan ritel biasanya “panen” raya setiap jelang Idul Fitri dan Natal. Seiring dengan pelonggaran PPKM, penjualan produk elektronik meningkat. Konsumen menengah-atas kembali membeli produk elektronik, mulai dari gadget, laptop hingga peralatan untuk rumah tangga dan perkantoran. Gerai elektronik di mal sudah ramai dikunjungi konsumen.

Sejak PPKM level satu diberlakukan, kegiatan transportasi udara melonjak. Kelas menengah yang selama ini menahan diri, mulai bepergian. Kegairahan bisnis transportasi berdampak positif terhadap bisnis perhotelan, restoran, dan souvenir.

Pembatasan pergerakan manusia tidak saja memperlemah permintaan terhadap barang dan jasa, melainkan juga memukul sisi pasokan. Ketika permintaan meningkat, barang tidak cukup tersedia. Hal ini terjadi mencolok di bisnis otomotif. Peran kelas menengah sangat besar dalam perekonomian nasional. Pengeluaran 20% atau 54,4 juta penduduk Indonesia di bagian paling atas piramida mencapai 45,8%.

Kelompok inilah yang selama pandemi mengurangi belanja. Dana mereka disimpan di perbankan. Tidak heran jika perbankan mengalami overlikuitas. Sebagian dana mereka diputar di pasar modal lewat pembelian saham dan obligasi.

Di bawah 20% kelompok paling atas terdapat 40% kelompok menengah. Dalam angka nominal, jumlah mereka mencapai 108,8 juta. Dari kelompok ini bisa diambil 20% bagian paling atas yang jumlahnya mencapai 54,4 juta. Kelompok menengahatas inilah yang mampu menggerakkan perekonomian bangsa.

Laju pertumbuhan ekonomi kuartal keempat tahun ini bisa dipacu hingga 7%. Jika angka ini tercapai, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 bisa mencapai 4,21%. Setelah minus 0,74% kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua melesat hingga 7,07% dan pada di kuartal ketiga naik 3,51%. Masa mencekam telah dilewati dan kiranya tidak terulang kembali.

Pada 15 Juli 2021, kasus baru Covid-19 mencapai 56.757 dengan positivity rate di atas 30%. Kasus aktif lebih dari 550.000 dan jumlah orang yang diantar ke liang lahat di atas seribu orang per hari. Namun, pada 20 November 2021, kasus harian sudah di bawah 500, positivity rate di bawah 0,30%, dan kasus aktif tinggal 8.000 lebih. Jika prokes mampu diterapkan dengan benar dan ada akselerasi dalam vaksinasi, kasus baru pandemi Covid-19 akan terus menurun.

Hingga 20 November 2021, penduduk Indonesia yang dua kali di vaksin sudah mencapai 88,8 juta atau 42,6%dari target. Sedangkan yang baru sekali divaksin 134 juta atau 64,4% dari target. Bila setiap hari jumlah penduduk yang divaksin mencapai 2,5 juta, selambatnya, Maret 2022, penduduk Indonesia yang menerima vaksin akan menembus 70%, target minimal herd immunity.

Akan tetapi, imunitas kelompok atau herd immunity tidak ditentukan oleh vaksinasi semata. Mereka yang sudah divaksin dua kali atau lebih pun bisa terkena Covid. Kendati demikian, vaksinasi tetap harus ditingkatkan minimal hingga 70% dari total jumlah penduduk. Karena vaksinasi sudah terbukti meningkatkan imunitas individu dan mengurangi risiko tertular.

Sentimen positif melanda kelas menengah. Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) naik dari 96,5 pada tahun 2020 ke 113,4 pada Oktober 2021. Pada periode yang sama, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia meningkat dari 51,3 ke 57,2. Sedang Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) naik dari 124,3 ke 134,9. Pe merintah dinilai sukses memainkan rem dan gas, menghentikan penularan pandemi sekaligus mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi.

Jika tren ini mampu dipertahankan, kelas menengah-atas akan merasa lebih nyaman untuk berbelanja. Peran kelas menengah sangat mementukan akselerasi laju pertumbuhan ekonomi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN