Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Antrean kendaraan di pintu Tol Cikarang Utama pada periode mudik Lebaran 2022.

Antrean kendaraan di pintu Tol Cikarang Utama pada periode mudik Lebaran 2022.

Membahagiakan Rakyat dengan Mudik Lebaran

Kamis, 5 Mei 2022 | 10:00 WIB
Investor Daily

Lebaran 2022 terasa istimewa bagi sebagian besar masyarakat di Tanah Air. Itu karena tahun ini, masyarakat dibolehkan menjalani kembali 'ritual' tahunan mudik Lebaran. Pada Lebaran 2020 dan 2021, pemerintah meniadakan prosesi mudik demi mencegah penyebaran Covid-19.

Masyarakat yang mudik pada hari raya Idulfitri tahun ini diprediksi mencapai 85,2 juta orang, melonjak hampir 200% dibanding 28,6 juta pada 2019. Sekitar 14 juta pemudik berasal dari Jabodetabek. Sisanya dari berbagai penjuru daerah. Sebagian menggunakan angkutan umum, seperti bus, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Sebagian menggunakan kendaraan pribadi.

Meski harus antre dan terjebak kemacetan lalu lintas, masyarakat tetap antusias pulang ke kampung halamannya masing-masing untuk menghabiskan libur Lebaran bersama keluarga di kampung. Kemacetan dianggap sebagai romantika dan seni mudik Lebaran. Apalagi mereka tidak mudik Lebaran selama dua tahun.

Secara umum, angkutan mudik Lebaran 2022 atau angkutan Idulfitri 1443 Hijriah terbilang sukses. Berdasarkan catatan Polri, terjadi 279 kasus kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2022. Korban jiwa mencapai 39 orang, luka berat 45 orang, dan luka ringan 362 orang. Pada musim angkutan Lebaran 2019, jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 336 kasus, dengan korban jiwa 74 orang, luka berat 53 orang, dan luka ringan 351 orang.

Lebih rendahnya kasus kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2022 patut diapresiasi. Terlebih jumlah pemudik Lebaran 2022 jauh lebih banyak dibanding 2019. Di Pelabuhan Merak yang merupakan urat nadi angkutan mudik Lebaran, jumlah penumpang dan kendaraan pada puncak arus mudik masing-masing melonjak 48% dan 63%. Di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang meningkat 3%.

Selain berhasil menekan angka kecelakaan, aparat di lapangan sukses menangani kemacetan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2022. Ini merupakan bukti bahwa penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2022 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Kekhawatiran bahwa arus mudik Lebaran 2022 bakal menjadi 'horor' karena masyarakat melampiaskan 'dendam mudik' dua tahun sebelumnya, sama sekali tidak terbukti.

Harus diakui, petugas di lapangan kini lebih siap. Koordinasi antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian PUPR, Polri (Korlantas), operator jalan tol, operator pelabuhan, operator bandara, dan institusi terkait lainnya berjalan lebih baik. Pemerintah memang telah menempuh langkah-angkah taktis agar perjalanan masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman berjalan lancar, aman, dan nyaman. Hal itu tidak hanya berlaku pada kendaraan pribadi, tapi juga pada angkutan umum.

Langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dan Polri di antaranya menambah waktu cuti bersama serta memberlakukan format empat rekayasa lalu lintas, yaitu ganjil-genap (membolehkan kendaraan lewat sesuai jadwal berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap), one way (rekayasa lalu lintas dari dua arah menjadi satu arah), contraflow (mengubah sebagian arah arus kendaraan), dan membatasi angkutan barang. Petugas di lapangan juga tidak melakukan penyekatan dan memutar balik kendaraan.

Aparat di lapangan pun kini lebih responsif. Saat terjadi kemacetan di tol Cipularang akibat rekayasa oneway, petugas langsung menerapkan ganjil-genap dan contraflow. Tak terkecuali saat terjadi kemacetan di Pelabuhan Merak, pemerintah dengan sigap membuka trayek kapal dari Merak menuju Panjang dan dari Ciwandan menuju Bakauheni. Begitu pun dengan pengoperasian fungsional jalur Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan.

Keberhasilan menangani arus mudik Lebaran tahun ini juga tak lepas dari kampanye yang gencar dilakukan pemerintah, misalnya imbauan agar masyarakat tidak mudik menggunakan sepeda motor. Kita pun mengapresiasi kegiatan mudik gratis, baik yang diselenggarakan Kemenhub, BUMN, maupun perusahaan-perusahaan swasta. Kegiatan ini berhasil mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Kita berharap kasus kecelakaan lalu lintas selama arus balik Lebaran 2022 juga lebih rendah dibanding dua tahun silam. Begitu pula dengan kasus kemacetan lalu lintas. Arus balik Lebaran 2022 diprediksi mencapai puncaknya pada 6-8 Mei. Penumpukan arus kendaraan selama arus balik dikhawatirkan lebih masif dibanding arus mudik karena konsentrasi kendaraan arus balik relatif lebih tinggi.

Di luar itu, kita tetap mengingatkan pemerintah agar tidak abai terhadap bahaya yang mengancam. Keputusan pemerintah membolehkan mudik Lebaran tetap berisiko meningkatkan kembali jumlah kasus Covid yang trennya sedang melandai. Belum lagi kasus hepatitis 'misterius' yang muncul di Jakarta dan telah menelan korban jiwa. Karena itu, protokol Covid dan protokol kesehatan harus tetap dijalankan.

Kita percaya, keputusan membolehkan mudik adalah hadiah dari pemerintah untuk rakyat Indonesia. Selain ingin menggerakkan ekonomi karena ada uang sedikitnya  Rp 42 triliun yang dibawa para pemudik ke daerah, pemerintah ingin rakyat bahagia dan bersuka cita setelah dua tahun tak bisa mudik akibat Covid. Tetapi, jangan sampai hadiah itu berubah menjadi tragedi hanya karena semua abai terhadap bahaya yang mengintai.

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN