Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kanan) saat mendengar penjelasan persiapan BBM untuk arus balik momen Lebaran, di Jakarta, Jumat 6 Mei 2022. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan)

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kanan) saat mendengar penjelasan persiapan BBM untuk arus balik momen Lebaran, di Jakarta, Jumat 6 Mei 2022. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan)

Inovatif Amankan Pasokan BBM

Sabtu, 7 Mei 2022 | 09:40 WIB
Investor Daily

Pertamina tak hanya sukses mengamankan pasokan BBM Lebaran di tengah ledakan pemudik tahun ini. Lebih dari itu, mampu mendongkrak efisiensi dengan memanfaatkan teknologi digital dan terus berinovasi, sehingga tugas berat dalam puncak hajatan masyarakat kita bisa dieksekusi tanpa menambah biaya.

Padahal, tantangan pengamanan pasokan BBM Lebaran yang dihadapi PT Pertamina (Persero) kali ini luar biasa berat, baik dari dalam maupun global. Pasalnya, jumlah pemudik menembus 85 juta orang, tiga kali lipat dibanding sebelum pandemi tahun 2019 sekitar 28,6 juta orang. Hal ini bisa dimaklumi, karena sudah dua kali Lebaran sebelumnya ada pembatasan mudik, akibat merebaknya pandemi Covid-19 di Tanah Air sejak Maret 2020.

Hebatnya lagi, tugas berat berhasil dijalankan badan usaha milik negara (BUMN) ini di tengah sulitnya mengimpor minyak dunia, lantaran terganggu agresi Rusia ke Ukraina. Belum lagi, harga minyak melonjak kian tinggi.

Pertamina mencatat, permintaan BBM naik 41% sejak H-3 hingga Hari Raya Idulfitri. Namun, satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk daftar Fortune Global 500 tahun 2021 tersebut mampu menjaga stok aman dengan biaya tetap US$ 5 miliar per hari, sama seperti hari-hari biasa sebelumnya.

Hal itu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital guna memantau kebutuhan dan penyediaan BBM di lapangan, secara realtime dan presisi. Efisiensi pun bisa ditingkatkan, sehingga Pertamina tak perlu lagi menjaga stok hingga 21 hari sebagaimana di masa lalu.

Selain mahal sekali biayanya, juga mubazir bila Pertamina harus terus menstok BBM untuk 21 hari. Apalagi, harga minyak mentah sudah naik sejak krisis energi 2021, dan kini ditambah tekanan geopolitik agresi Rusia ke Ukraina yang mengakibatkan aliansi Barat menjatuhkan sanksi embargo atas minyak Rusia. Padahal, Negeri Beruang Merah itu merupakan eksportir minyak utama dunia.

Itulah sebabnya, pembentukan Pertamina Integrated Enterprise Data & Command Center (PIEDCC) bisa dikatakan merupakan key factor kesuksesan penyediaan BBM di masa Lebaran tahun ini. Setiap saat, para petinggi Pertamina bisa memantau kebutuhan BBM lewat PIEDCC.

Pusat komando yang terletak di Lantai 21 Graha Pertamina, Jl Medan Merdeka, Jakarta itu sangat efektif sebagai pusat informasi penyaluran energi realtime, mulai dari upstream, kilang, pengapalan, terminal BBM, hingga SPBU selama 24 jam, 7 hari seminggu. Inovasi teknologi berbasis digital itu sangat mendukung peran strategis Pertamina sebagai integrator seluruh lini bisnis BBM di dalam negeri, baik dari aspek operasional maupun komersial.

PIEDCC langsung bisa menginformasikan posisi dan kondisi setiap SPBU dari Sabang sampai Merauke, dengan penanda warna yang berbeda-beda. Apakah permintaan BBM tinggi atau rendah, bisa dipenuhi atau tidak, stok aman atau tidak, semua termonitor di layar pemantauan. Bila ada yang berwarna merah alias stok tidak aman, segera bisa ditangani karena posisi SPBU jelas, lengkap dengan nomor kontak pengelola. Tangki-tangki Pertamina kini jelas pengaturannya untuk bersiaga di daerah yang rawan pemenuhan BBM-nya dan bisa diketahui kebutuhan persis masing-masing daerah, sehingga perusahaan pelat merah itu tak perlu menambah pasokan guna melayani pemudik yang ditaksir mencapai 85 juta.

Bahkan, saat ada pencurian BBM, manajemen langsung bisa mengetahui realtime. Tiga kasus kapal tongkang yang melakukan pencurian BBM misalnya, tertangkap basah dengan sistem ini. Perekaman data juga membantu dalam penindakan hukum atas oknum pemilik kapal yang tengah diproses peradilan itu.

Artinya, dengan sudah adanya PIEDCC, pemilik kapal maupun oknum-oknum lain seharusnya berpikir seribu kali untuk melakukan pencurian BBM ataupun penyelewengan BBM bersubsidi. Hal ini juga tentunya menghemat kebutuhan stok BBM.

Cara kerja yang makin efisien dengan digitalisasi dan keseriusan memberantas mafia migas ini, disempurnakan pula dengan kesungguhan manajemen untuk mengedepankan inovasi yang responsif sesuai kebutuhan masyarakat. Tak hanya membangun PIEDCC, Pertamina kini menambah pelayanan lewat Kiosk Pertamina bagi pemudik, bahkan ada layanan ‘jemput bola’ motorist yang mengantar BBM Pertamax dan Dex series untuk konsumen yang kehabisan BBM di lokasi macet.

Tak lupa, Pertamina juga menjalin kerja sama lebih apik dengan Polri. Tak hanya dalam informasi soal kepadatan kendaraan yang harus diantisipasi layanan SPBU, polisi juga mengawal kendaraan Pertamina pengantar BBM yang melakukan contraflow. Ini sangat membantu efektivitas mobil-mobil tangki yang disiagakan memasok BBM ke titik-titik yang dibutuhkan.

Selain itu, data yang terekam dalam Lebaran tahun ini juga akan digunakan Pertamina guna menangani pengaturan pasokan BBM yang lebih efisien dan mumpuni ke depan. Tentunya, kita pun berharap langkah-langkah efisiensi dan inovatif yang dilakukan Pertamina tersebut juga ditularkan ke BUMN yang lain. Dengan demikian, daftar Fortune Global 500 pun segera bisa dijejali banyak perusahaan lain kebanggaan RI. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN