Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan program Dana Desa. (Sumber: BSTV)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan program Dana Desa. (Sumber: BSTV)

Pendampingan Program Dana Desa

Kamis, 28 Juli 2022 | 08:05 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

Dana Desa merupakan wujud program pemerataan, yang dikucurkan pemerintah sejak 2015. Pemanfaatan untuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD) maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa saat pandemi, terbukti ampuh mengurangi kemiskinan dan pengangguran di wilayah tertinggal ini.

Selama pandemi Covid-19, pada 2020-2021, disalurkan Dana Desa sebesar Rp 143,19 triliun. Hasilnya, angka kemiskinan dan pengangguran turun meski pandemi masih belum selesai.

Advertisement

Berkat program yang sangat prorakyat dan propertumbuhan inklusif ini, secara nasional, jumlah penduduk miskin turun dari 27,54 juta pada Maret 2021, ke 26,5 juta selang enam bulan kemudian, dan terus terus ke 26,16 juta orang pada Maret tahun ini. Artinya, dalam setahun ada pengikisan kemiskinan 1,38 juta orang, di tengah jumlah penduduk kita yang bertambah.

BLT Dana Desa nyata-nyata menurunkan persentase angka kemiskinan di desa (turun 0,32 persen poin), dibanding di kota yang naik 0,91 persen poin, sepanjang pandemi Covid-19 tahun 2020-2021. Pada periode yang sama, PKTD menahan laju naiknya tingkat pengangguran terbuka di desa lebih rendah (naik 0,25 persen poin) daripada di kota (naik 2,03 persen poin) karena dampak pandemi.

Dana Desa ini memang strategis mengangkat masyarakat dari kemiskinan, mengingat konsentrasi terbesar penduduk miskin ada di desa yang yang tertinggal pembangunannya, dengan sebagian besar penduduk mengandalkan hidup dari pertanian, peternakan, dan perikanan. Dana Desa yang telah banyak digunakan untuk membangun jalan desa hingga saluran irigasi ke petak-petak sawah, jelas membawa manfaat besar untuk meningkatkan hasil pertanian. Demikian pula adanya jalan yang mulus melancarkan datangnya fulus.

Selama pembangunan infrastruktur desa ini, masyarakat juga dipekerjakan. Artinya, di samping ada penghasilan, ada peningkatan keterampilan dan pengalaman. Sementara itu, BLT Dana Desa bisa dimanfaatkan untuk berbagai usaha produktif seiring peningkatan produksi pertanian, lancarnya transportasi, dan percepatan era digital di Tanah Air.

Itulah sebabnya, memasuki masa pemulihan ekonomi tahun ini, penurunan persentase penduduk miskin perdesaan lebih banyak, dari 12,53% September 2021 menjadi 12,29% Maret 2022. Sedangkan persentase penduduk miskin perkotaan hanya turun dari 7,60% pada September 2021 menjadi 7,50%. Sementara itu, secara nasional, persentase penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 9,54%, menurun 0,17 persen poin terhadap September 2021.

Meski demikian, persentase penduduk miskin di desa masih tinggi. Oleh karena itu, Dana Desa perlu dinaikkan nilainya dan dioptimalkan pengelolaannya.

Pengelolaan Dana Desa perlu banyak perbaikan, apalagi tak sedikit kasus kepala desa masuk penjara gara-gara tersandung masalah ini. Memang, kepala desa itu ada yang berniat korupsi, namun ada juga yang kena masalah karena kurang mengerti administrasi dan kurang paham hukum.

Oleh karena itu, kepala desa harus punya tenaga audit atau minimal tenaga pembukaan yang cukup cakap, yang bisa melakukan perbaikan administrasi termasuk lewat online. SDM ini perlu diberikan oleh pemerintah kabupaten setempat.

Selain itu, perangkat desa perlu diberikan penyuluhan hukum yang intens, sehingga tahu mana yang boleh dan mana yang nggak boleh dilakukan agar tidak kena kasus korupsi. Ini misalnya, mereka perlu tahu bahwa Dana Desa yang digunakan untuk menjamu orang termasuk tindak pidana korupsi.

Selain itu, perlu ada pendampingan untuk pelaksanaan program Dana Desa yang lebih baik dan produktif, dengan memberdayakan masyarakat dan mengoptimalkan pemanfaatan potensi desa. Program pendampingan ini selain mengajari pertanian, peternakan, dan perikanan dengan teknologi yang lebih maju, juga membantu meningkatkan perdagangan hingga pariwisata di desa.

Selain kesejahteraan meningkat dengan angka kemiskinan dan pengangguran menurun, penduduk juga bisa mengembangkan usaha dan bekerja nyaman di daerah. Dengan demikian, tekanan urbanisasi ke kota pun berkurang. Yang pindah ke kota cukup yang mampu, dalam arti memiliki keterampilan dan keahlian yang memadai untuk hidup layak di kota.

Selain itu, perlu pemetaan hubungan yang sinergis antardesa dan antara desa dengan kota, sehingga masing-masing desa bisa memproduksi keunggulan di daerah masing-masing dan bisa saling mengisi. Dengan semangat gotong royong, kerja sama, dan koordinasi yang lebih baik dan tidak tumpang tindih, maka pembangunan desa bisa lebih merata, makin efisien, dan lebih produktif. Semua kebutuhan dalam negeri pun bisa diproduksi sendiri, dan hasil produksi bisa dipasarkan dengan baik termasuk ke mancanegara.

Artinya, Dana Desa akan memperkuat ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Income per capita kita yang kini masih sekitar US$ 4.000 pun bisa terus meningkat, dan segera masuk negara dengan pendapatan tinggi sekitar US$ 13.205. Lihat saja seperti tetangga Selandia Baru yang banyak mengandalkan ekonominya dari pertanian, peternakan, dan pariwisata, penduduk mereka bahkan sudah mencapai pendapatan US$ 45.340.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN