Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penganugerahan penghargaan dilakukan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani di sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2019 di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/11)

Penganugerahan penghargaan dilakukan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani di sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2019 di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/11)

Aliansi Kadin-BUMN

Investor Daily, Sabtu, 30 November 2019 | 08:40 WIB

Ada pernyataan menarik Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin saat memberikan sambutan pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Bali, akhir pekan ini. Wapres mengajak kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin untuk bersinergi positif dengan pemerintah memperbaiki struktur perekonomian nasional, yang cenderung kurang baik belakangan ini.

Selain diimbau untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat, Wapres berharap anggota Kadin membantu upaya pengurangan ketergantungan yang tinggi terhadap impor. Dengan demikian, defisit perdagangan yang kini mencederai perekonomian nasional dapat diperbaiki agar kembali menjadi surplus.

Imbauan Wapres ini juga selaras dengan pidato Presiden Joko Widodo dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia agar dunia usaha swasta kembali bangkit. Presiden ingin swasta lebih berperan, terutama dalam pembangunan infrastruktur yang dalam lima tahun per tama pemerintahannya didominasi oleh badan usaha milik negara (BUMN).

Adapun Gubernur BI berharap pengusaha mulai berani ekspansi dan investasi, seiring dengan penurunan suku bunga kredit. Selain itu, Kadin Indonesia dan Kementerian BUMN menandatangani memorandum of understanding (MoU) kerja sama pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aliansi strategis ini diharapkan bisa mendorong UMKM nantinya tumbuh menjadi perusahaan- perusahaan besar.

Upaya membakar semangat swasta oleh Presiden, Wapres, dan Gubernur BI tersebut sangat tepat. Sebab, sudah terlalu lama pelaku usaha cenderung wait and see, menahan ekspansi, dan belum adanya kepercayaan kepada kondisi perekonomian.

Pada awal tahun, pengusaha berdalih menunggu situasi politik reda usai pemilu. Setelah pemilu usai, mereka menunggu kabinet. Pasca kabinet terbentuk pun mereka belum juga ekspansif. Atmosfer global yang tidak bersahabat makin membuat pengusaha kurang bersemangat.

(kiri-kanan) Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani di Rapimnas Kadin di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/11). Foto: Istimewa
(kiri-kanan) Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani di Rapimnas Kadin di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/11). Foto: Istimewa

Kadin Indonesia adalah wadah para pengusaha, baik kaum industriawan maupun pedagang, sesuai nama yang disandang ‘Kamar Dagang dan Industri’. Namun jika kita mencermati, industri nasional justr u cender ung mengalami kemunduran, agak terpur uk.

Deindustrialisasi dini menjadi isu yang membuat cemas banyak pihak. Kontribusi sektor industry manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional cenderung menurun, dengan tingkat pertumbuhan yang berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

Di lain sisi, fakta menunjukkan bahwa laju impor semakin deras. Bukan hanya impor bahan baku, bahan penolong, dan barang modal, tapi juga impor migas yang membuat neraca perdagangan babak belur. Tingginya impor juga mencerminkan rapuhnya industri nasional, karena banyak kebutuhan barang yang tidak mampu diproduksi sendiri.

Jangan-jangan, tidak banyak industri baru skala besar yang muncul. Jangan-jangan pengusaha enggan membangun industri karena takut produknya kalah bersaing dengan impor. Jangan-jangan, kaum industriawan sudah alih profesi menjadi pedagang yang lebih banyak memberikan keuntungan dan minim risiko.

Jika itu benar, kondisi ini cukup berbahaya. Di situlah pemerintah dan otoritas terkait dituntut untuk mampu membangkitkan semangat kaum industriawan dan wirausahawan untuk membangun industri. Hal itu penting agar struktur perekonomian menjadi lebih kokoh karena dibangun dengan fondasi industri yang kuat. Pemerintah harus konsisten memperbaiki iklim bisnis dan investasi, serta memberikan berbagai insentif dan fasilitas yang atraktif.

Pembenahan iklim usaha dengan menerbitkan undang-undang omnibus law sangat ditunggu oleh dunia usaha. Dengan undang-undang baru ini, segala bentuk hambatan investasi yang selama ini tersebar di sekitar 70-an undang- undang lama akan diharmonisasi dan diperbaiki. DPR harus memberikan dukungan penuh untuk mempercepat penyelesaian undang-undang omnibus law.

Paralel dengan itu, janji pemerintah untuk lebih memberikan peran kepada swasta serta aliansi antara swasta dan BUMN diharapkan dapat mengakselerasi kegairahan di sektor riil. Strategi ini diharapkan memunculkan pengusaha-pengusaha UKM yang naik kelas.

Pada akhirnya, sinergi dan aliansi tersebut diharapkan mampu memperbaiki struktur ekonomi nasional seperti dikehendaki oleh Wakil Presiden.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA