Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi asuransi kesehatan (askes)

Ilustrasi asuransi kesehatan (askes)

Asuransi Hadir Bantu Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2020 | 13:46 WIB
Investor Daily

Berrsamaan dengan momentum Insurance Day 18 Oktober, langkah Dewan Asuransi Indonesia meminta anggota meng-cover risiko Covid-19 sangat tepat.

Kebijakan ini menghadirkan solusi nyata yang dibutuhkan masyarakat yang rentan tertular penyakit baru asal Wuhan tersebut, di tengah pandemi yang masih berkecamuk. Kepedulian perusahaan asuransi yang membantu membayar biaya rumah sakit pasien Covid-19 itu menunjukkan kehadirannya benar-benar se rius untuk memberi manfaat bagi masyarakat, meski kini meledak kasus besar seperti Jiwasraya yang memang bertujuan menipu.

Perlindungan asuransi sendiri juga makin dibutuhkan masyarakat, tidak hanya untuk proteksi risiko gangguan kesehatan dan meninggal, namun juga meng-cover risiko atas kegiatan usaha yang tumbuh sejalan dengan perubahan gaya hidup new normal.

Datangnya pandemi Covid-19 yang cepat menular telah memaksa masyarakat seketika mengubah perilaku, dengan membatasi transaksi atau pertemuan langsung antarorang, sehingga mempercepat transformasi digital. Orang kini banyak berbelanja lewat online yang juga jauh lebih praktis dan aman menggunakan HP, sehingga mendorong asuransi pengiriman barang atau kargo tumbuh pesat.

Apalagi, kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas 17 ribuan pulau sangat membutuhkan layanan kargo dan asuransinya. Asuransi properti, misalnya, juga masih tumbuh. Ini seiring orang makin menyadari pentingnya melindungi aset berharga keluarga maupun usaha, di tengah ketidakpastian yang bisa tiba-tiba datang dari mana-mana.

Itulah sebabnya, sejumlah asuransi besar kini sudah mulai berangsur- angsur mendekati pulih pada Agustus-September 2020, setelah sebelumnya pada Maret-April lalu anjlok. Perbaikan ini sudah terlihat sejak Mei dan semakin membaik setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan Juni lalu.

Di sisi industri asuransi sendiri, dalam beberapa tahun terakhir, memang sudah banyak yang mengembangkan aplikasi mobile seiring datangnya revolusi industry 4.0 di berbagai bidang. Dan dengan meledaknya Covid-19, transformasi digital pun seketika dipercepat. Dengan undang-undang juga mengizinkan penerbitan polis asuransi dalam bentuk elektronik (e-polis) yang tidak membutuhkan tanda tangan basah, perusahaan asuransi pun kini bisa fokus melayani masyarakat secara online.

Selain menjual polis secara online yang jauh lebih praktis dan bisa menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk di luar negeri, klaim pun cukup secara online

Masyarakat yang mobilnya tiba-tiba rusak di tengah jalan, misalnya, tidak perlu datang ke kantor atau bengkel asuransi. Nasabah cukup memfoto mobil yang rusak dan mengirimnya ke WA atau email kontak layanan customer service, dan petugas asuransi akan segera mengirim petugasnya untuk membawa mobil yang rusak ke bengkel.

Klaim juga bisa dilakukan mudah secara online, dengan melampirkan foto/scan/file dokumen-dokumen pendukung. Pembayaran klaim pun langsung masuk rekening nasabah dan bisa dicek lewat mobile banking atau internet banking.

Di sisi lain, perekrutan dan pelatihan agen penjual asuransi juga lebih mudah dan efisien secara virtual, dengan diikuti lebih banyak orang dari berbagai daerah. Pelatihan juga le bih gampang dan murah untuk menghadirkan pengajar-pengajar terbaik yang profesional, serta lebih cepat menyampaikan perubahan-perubahan yang harus dilakukan.

Dengan terus memberikan layanan- layanan yang nyaman, cepat, dan aman sesuai ke majuan teknologi dan kebutuhan masyarakat di era new normal, maka asuransi dipastikan segera pulih.

Apalagi penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, 3,01% terhadap pro duk domestic bruto (PDB), serta masih banyak orang kaya kini menambah simpanan di bank.

Selain itu, saluran penjualan asuransi kini juga makin banyak, termasuk lewat agregator atau platform digital market place yang semakin populer digunakan orang. Perusahaan asuransi juga bisa memberikan one stop financial services, untuk memenuhi berbagai kebutuhan proteksi atas risiko sekaligus investasi. Hal ini tentunya juga harus dibarengi bukti nyata untuk memenuhi semua janji kepada nasabah sesuai kontrak.

Dalam transformasi digital ini, pe merintah juga harus mendukung dengan percepatan pembangunan jaringan internet berkecepatan tinggi hingga ke semua desa. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan program transformasi digital di Tanah Air.

Demikian pula Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa memperpanjang kebijakan relaksasi penundaan pembayaran premi asuransi sesuai kebutuhan. Ini misalnya hingga program vak sinasi Covid-19 dilakukan sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan baik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN