Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pantai, salah satu daya pikat wisata Bali. Foto: IST

Pantai, salah satu daya pikat wisata Bali. Foto: IST

Bangkitkan Pariwisata Bali

Minggu, 6 Juni 2021 | 05:19 WIB
Investor Daily

Industri pariwisata Indonesia sedang babak belur karena hantaman pandemi Covid-19. Provinsi Bali sebagai andalan devisa dari sektor pariwisata kini kondisinya memprihatinkan. Ekonomi Bali terpuruk akibat sektor pariwisata yang menjadi sumber utama pendapatan daerah sedang mati suri.

Gara-gara pandemi, devisa dari sektor pariwisata menyusut hampir 80% pada tahun lalu menjadi US$ 3,54 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 16,9 miliar. Turunnya devisa pariwisata disebabkan oleh anjloknya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari 16,11 juta pada 2019 menjadi hanya 4,02 juta di tahun lalu atau turun 75,03%.

Sepinya kunjungan wisman menyebabkan jam kerja pekerja pariwisata turun signifikan sehingga pendapatan hariannya ikut tergerus. Tenaga kerja pariwisata menjadi setengah menganggur sepanjang 2020.

Memasuki tahun 2021, industri pariwisata Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Setidaknya hal itu terlihat dari data Badan Pusat Sta tistik (BPS) yang menyebutkan jum lah kunjungan  wisman pada periode Ja nuari–April 2021 mencapai 511.440 kunjungan atau merosot tajam sebesar 81,78% dibandingkan kunjungan wisman pada periode sama 2020 yang berjumlah 2,81 juta.

Mengacu perkembangan pandemic Covid-19 di tingkat global maupun nasi onal, pemerintah telah melakukan lang kah penyesuaian ter hadap sasaran stra tegis pada 2021. Untuk target devisa 2021 misalnya, dari US$ 4,8-8,5 miliar diturunkan menjadi US$ 0,3-0,41 miliar.

Sedangkan target kunjungan wisman diturunkan menjadi 1,5-2,1 juta kunjungan dari target awal di kisaran 4-7 juta kunjungan. Sementara untuk tahun 2022, target kunjungan wisman menjadi 4,2-5,9 juta dari 8,5- 10,5 juta.

Bali terdampak paling parah karena pertumbuhan ekonominya sangat bergantung pada sektor pariwisata yang terpuruk di tengah pandemi. Kunjungan wisman ke Bali selama 2020 menjadi yang paling rendah dalam 10 tahun terakhir dengan jumlah kunjungan mencapai 1.050.505 atau turun 83,26% (yoy).

Sepanjang 2020 ekonomi Bali terkontraksi atau tumbuh minus 9,31% (yoy). Pada kuartal I-2021, ekonomi Bali masih mengalami kontraksi sebesar minus 9,85%, meski sudah sedikit melandai dibandingkan triwulan IV-2020 sebesar minus 12,21%.

Masih rendahnya kunjungan wisman akibat pembatasan perjalanan dan perkembangan kasus pandemi Covid- 19 di luar negeri yang masih fluktuatif, pelaku usaha pariwisata masih bisa lebih optimal menggarap pasar wisatawan nusantara (wisnus). Karena itu, kunjungan sejumlah menteri ke Pulau Dewata untuk melihat langsung kondisi setempat, menjadi angin segar bagi pariwisata Bali, khususnya dalam menggenjot pasar domestik.

Sebagai upaya pemulihan pariwisata Bali, Kemenko Kemaritiman dan Investasi pada 19 Mei 2021 meluncurkan program Work from Bali (WFB) atau Bekerja dari Bali. Perumusan kebijakan itu masih digodok bersama kementerian/ lembaga terkait dan diharapkan bisa dieksekusi pada kuartal ketiga.

Ada tujuh kementerian dan 10 BUMN yang akan melakukan WFB. Ketujuh kementerian itu adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perhubungan, Ke menterian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Investasi.

Program tersebut akan mempercepat pemulihan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Angka keterhunian hotel bisa naik menjadi 30% dengan program Work From Bali dari sebelumnya di bawah 10%.

Program ini juga akan berdampak menggerakkan pelaku UMKM di Bali, khususnya yang berkiprah di sektor kuliner, kriya, fesyen, dan transportasi. Rencananya, sekitar 25% aparatur sipil negara (ASN) akan melakukan Work From Bali. Kehadiran para ASN menunjukkan kepada wisatawan bahwa Bali masih nyaman untuk dikunjungi. Ini penting untuk memulihkan kepercayaan wisatawan domestik. Kebijakan Work From Bali kini sedang dibahas bersama sejumlah kementerian/lembaga terkait dan ditargetkan bisa diimplementasikan pada kuartal ketiga tahun ini.

Tidak hanya program yang digagas pemerintah, sektor swasta bisa berperan membantu pemulihan pariwisata Bali melalui sejumlah event. Salah satunya adalah kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang dijadwalkan pada 2-4 Juni tapi kemudian dipindah ke Kendari pada 30 Juni 2021. Hal ini didasarkan pada arahan pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 seusai

Hari Raya Idulfitri dan menghindari potensi mobilitas/ kerumunan manusia dalam jumlah besar. Para pelaku pariwisata dan pemerintah daerah Bali berharap pelaksanaan Munas Kadin tetap digelar di Pulau Dewata untuk memberikan optimism ke pada para insan pariwisata. Apalagi Pemerintah Provinsi Bali terus menggenjot vaksinasi Covid-19 di seluruh kabupaten/kota.

Pencapaian vaksinasi di Pulau Dewata sudah hampir 50% dari jumlah penduduk Bali yang mencapai 4,32 juta. Penambahan kasus positif di Bali juga cenderung menurun dan sudah tidak tiga digit lagi.

Berdasarkan data pada Mei 2021, rata-rata munculnya kasus baru mencapai angka dua digit (di bawah 100 orang per hari) yaitu 83 ka sus per hari, dengan kecenderungan se makin turun. Rata-rata jumlah pasien sembuh 99 orang per hari dengan kecenderungan yang semakin meningkat, dan rata-rata kematian lima orang per hari dengan kecenderungan semakin menurun.

Meski kasus baru positif Covid-19 di Pu lau Dewata secara harian menunjukkan tren penurunan, masyarakat setempat sebaiknya disiplin menerapkan protokol kesehatan agar munculnya kasus baru Covid semakin turun, angka kesembuhan meningkat, angka kematian menurun, dan kasus aktif semakin berkurang.

Tak hanya itu, masyarakat mesti mengikuti program vaksinasi pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota se-Bali. Dengan pencapaian penanganan Covid- 19 di Provinsi Bali yang semakin baik, maka akan menjadi dasar untuk me yakinkan pemerintah pusat mengizinkan kunjungan wisman ke Pulau Dewata.

Pemerintah pusat telah mengisyaratkan Bali sudah bisa menerima kun jungan wisman pada pertengahan Juli tahun ini. Masuknya turis asing ke Bali tentunya akan menggairahkan kembali perekonomian Pulau Dewata.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN