Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sandiaga Uno dan Presiden Joko Widodo. Foto: HO/Agus Suparto

Sandiaga Uno dan Presiden Joko Widodo. Foto: HO/Agus Suparto

Berharap pada Sandiaga

Rabu, 23 Desember 2020 | 21:45 WIB
Investor Daily

Keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mendapat sambutan positif dari kalangan dunia usaha.

Sandiaga dinilai akan memberikan angina segar pagi pariwisata Indonesia yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Sandiaga yang menggantikan posisi Wishnutama Kusubandio harus menyelesaikan berbagai persoalan yang menimpa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pengusaha sukses yang pernah menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta dan calon wakil presiden pada Pilpres 2019 itu diharapkan mampu menyusun strategi industri pariwisata di tengah pandemi. Pengalamannya sebagai seorang pengusaha diharapkan bisa membuat kebijakan pascapandemi, sehingga arus wisatawan asing dapat mencapai target untuk meningkatkan devisa negara dari sektor pariwisata.

Selain itu, sebagai pengusaha yang pernah memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Sandiaga diharapkan dapat meng angkat para pengusaha mi kro kecil dan menengah (UMKM) yang banyak terlibat di industri kreatif. Apa lagi, Sandiaga punya track record dalam mengangkat pelaku usaha UMKM melalui program OK Oce atau One Ke camatan, One Center of Entrepreneurship, yang juga mengusung program industri kreatif.

Ia membesarkan komunitas Oke Oce da lam upaya meningkatkan ekonomi kreatif di Indonesia. Namun, harus juga dipahami, siapapun yang memimpin Kemenparekraf   mendapatkan tantangan yang sangat berat di tengah pandemi. Pemulihan industri pariwisata dan ekonomi kreatif na sional bukan pekerjaan mu dah selama sumber masalah dari keterpurukan pariwisata belum bisa diatasi. Kebangkitan pariwisata akan tergantung pada keberhasilan vaksinasi, baik di Indonesia maupun di negara-negara yang selama ini menjadi andalan asal wisatawan mancanegara (wisman).

Dalam pernyataan setelah diumum kan sebagai Menparekraf, Selasa (22/12), Sandiaga menyadari bahwa tugas dan amanah yang diberikan kepadanya teramat sangat berat. Sebab, kebangkitan bangsa Indonesia untuk pulih dari Covid-19 dan melanjutkan agenda pembangunan terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan sa ngat bergantung pada pemulihan kesehatan dari sisi Covid-19 dengan upaya menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Pandemi Covid-19 menjadi bencana 'mematikan' bagi industri pariwisata Indonesia. Berkurangnya pergerakan manusia akibat kebijakan pembatasan sosial dan menjaga jarak menyebabkan berbagai bisnis di industri tersebut, mulai dari kawasan wisata, hotel, biro perjalanan, maskapai kehilangan sumber pendapatan.

Kondisi itu bisa dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama peri  periode Januari–Oktober 2020 hanya 3,72 juta kunjungan atau turun sebesar 72,35% dibandingkan periode sama 2019 yang berjumlah 13,45 juta kunjungan.

Gara-gara pandemi, Kemenparekraf pun menurunkan target kunjungan wisman pada tahun ini menjadi 4 juta kunjungan dari target sebelumnya 18 juta kunjungan. Sedangkan wisatawan domestik sebanyak 120 juta hingga 140 juta dari target sebelumnya yang mencapai 300 juta.

Akibat pandemi Covid-19, devisa sektor pariwisata 2020 yang ditargetkan mencapai US$ 20 miliar akan tergerus hingga tersisa US$ 3 miliar hingga US$ 4 miliar.

Tidak hanya itu, jutaan pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terkena dampak pandemi Covid-19. Mereka di-PHK atau dirumahkan karena ribuan hotel dan restoran tutup pada semester pertama 2020 akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar di beberapa daerah. Meski kondisinya saat ini mulai berangsur pulih, tapi belum semua pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan itu bisa kembali bekerja.

Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan menjadi salah satu lokomotif untuk membangkitkan ekonomi Indonesia dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Ada sejumlah strategi yang bisa dilakukan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi.

Sandiaga menyebut strategi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi bisa diterapkan untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Strategi inovasi dengan menggunakan teknologi  menggunakan pendekatan- pendekatan big data, pendekatan kekinian untuk memetakan, baik dari segi potensi, maupun penguatan dan memastikan para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa bertahan dan menangkap peluang menjadi pemenang.

Sedangkan strategi adaptasi dengan mendahulukan kesehatan dan keselamatan di setiap destinasi pariwisata dan di setiap lini ekonomi kreatif, salah satunya menerapkan protokol kesehatan berbasis CSHE (Cleanliness, Healthy, Safety, Environmental Sustainability) di masa pandemi.

Sementara strategi kolaborasi dengan menggandeng kementerian dan lembaga lain untuk bersama-sama memulihkan perekonomian nasional.

Geliat sektor wisata mulai terlihat pada semester kedua 2020 meski wisatawan asing belum diizinkan berkunjung. Pemerintah belum akan membuka sektor pariwisata untuk turis asing sampai akhir tahun ini guna mencegah penambahan kasus positif Covid-19 dari turis asing.

Pemerintah lebih fokus menjaring turis domestic untuk pemulihan industri pariwisata. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan satu dari tujuh program strategis yang ditargetkan untuk mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional pada 2021.

Dengan rekam jejak yang dimilikinya, kita berharap Sandiaga mampu menjadi nakhoda dalam pemulihan industri pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN