Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Blokir Rekening

Investor Daily, Rabu, 19 Februari 2020 | 21:52 WIB

Kondisi pasar saham di Indonesia masih fluktuatif. Tingginya volatilitas yang terjadi bukan semata merupakan dampak wabah epidemik Virus Korona, namun masih terkait dengan kasus yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Magnitude kasus ini memang luar biasa karena memiliki keterkaitan dengan banyak pihak, terutama perusahaan sekuritas, manajer investasi, akuntan publik, dan juga perusahaan asuransi lain.

Gejolak di pasar saham kian menjadi- jadi menyusul langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) memblokir 800 rekening dari 137 perusahaan yang diduga terkait dengan skandal Jiwasraya. Langkah pemblokiran rekening efek oleh Kejagung ditempuh guna memastikan apakah rekening- rekening tersebut terkait dengan skandal asuransi BUMN yang menderita kerugian Rp 13,7 triliun dan ekuiti negatif Rp 27,2 triliun tersebut. Pemblokiran rekening efek tersebut telah menimbulkan implikasi luar biasa. Banyak pelaku pasar modal yang terganggu atas transaksi dan penyelesaian kewajiban-kewajibannya.

Sebagian manajer investasi terganggu arus kasnya ketika gelombang pencairan reksa dana terus berlangsung. Sejumlah perusahaan sekuritas juga kesulitan melakukan transaksi. Dan masih banyak aktivitas dan transaksi di pasar modal yang mengalami hambatan. Bahkan beberapa perusahaan menunda niat untuk menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham gara-gara kasus ini.

Rentetan dan tali-temali yang saling berhubungan itu kemudian menimbulkan masalah psikologis terhadap pelaku pasar. Banyak pihak yang kemudian menjual paksa saham yang terkait dengan kasus Jiwasraya. Demikian pula pencairan reksa dana saham, yang saham underlying-nya ikut jatuh, terus meningkat. Hal itu membuat indeks harga saham terkoreksi. Volume transaksi juga relatif menurun.

Dampak cukup dahsyat dan menyebar ke segala arah itu mungkin kurang disadari Kejaksaan Agung. Dunia finansial memang cenderung sensitif terhadap berbagai isu. Pemblokiran rekening telah menimbulkan kepanikan dan mungkin juga menurunkan kepercayaan investor. Pasar menjadi nervous. Padahal, kepercayaan (trust) menjadi hal paling penting dalam dunia keuangan.

Tentu saja kita sangat mendukung langkah-langkah penegakan hokum terhadap setiap pelanggaran atau kasus-kasus kejahatan keuangan, termasuk di pasar modal. Apalagi pasar saham menjadi arena tempat berkumpulnya para pemain yang kemampuan dan kapabilitasnya berbeda-beda. Ada pemain saham pemula, ada yang memiliki jam terbang tinggi. Namun tidak sedikit pemain yang disebut bandar, menguasai pasar, hingga mereka yang disebut sebagai predator. Namun demikian, penegakan hukum itu tidak boleh menimbulkan ketakutan para pelaku pasar. Dalam konteks pemblokiran rekening, pihak Kejagung harus bersikap transparan dan memberikan penjelasan mengapa rekening-rekening tersebut diblokir.

Jangan sampai para investor yang tidak tahu-menahu atau mereka yang sejatinya adalah korban rekeningnya ikut terblokir. Itulah sebabnya, Kejaksaan Agung seyogianya mempercepat pemeriksaan, klarifikasi, dan verifikasi rekening-rekening tersebut. Pada saat yang sama, pihak yang rekeningnya terblokir harus kooperatif memberikan klarifikasi sejujur-jujurnya. Karena itu, mereka yang tidak terlibat dan tidak ada sangkut paut, rekening yang terblokir harus segera dibuka.

Sejalan dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu bekerja sama dan mendampingi Kejagung dalam verifikasi rekening. Sebab, sebagai regulator, OJK-lah otoritas yang paling kompeten dan mengetahui alur kasus ini lewat mekanisme audit dan surveilans yang dilakukan.

Meski dugaan tindak pidana pencucian uang ini merupakan domain Kejagung, pendampingan OJK akan mempercepat penyelesaian blokir rekening efek Janji Kejagung untuk menuntaskan verifikasi ini pada akhir Februari harus benar-benar dipenuhi. Hal ini penting untuk memberikan kepastian hukum bagi mereka yang benar-benar tidak bersalah. Dengan demikian, ketenangan para pelaku pasar dapat terjaga.

Kasus gagal bayar, mis-selling, salah investasi, goreng-menggoreng saham, dan tindak pidana pencucian uang yang menyelimuti skandal Jiwasraya hendaknya dijadikan momentum untuk membersihkan pasar modal dan industri keuangan dari praktik-praktik kotor yang merugikan masyarakat umum dan investor. Paralel dengan itu, kita berharap otoritas pasar modal segera menerbitkan berbagai kebijakan, instrumen, dan infrastruktur yang komprehensif untuk memberikan perlindungan terhadap investor publik. Khususnya investor ritel dan kecil.

Rencana OJK untuk membentuk disgorgement fund untuk mengembalikan kerugian investor sebagai korban kejahatan pasar modal perlu segera diwujudkan. Kita membutuhkan atmosfer pasar modal dan pasar finansial yang kondusif, sehat, minim gejolak, dapat dipercaya, serta terbebas dari para petualang yang ingin mengeruk keuntungan secara tidak sah dan tidak wajar sehingga merugikan pihak lain, juga negara.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN