Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presdir PT Freeport Indonesia (FI) Tony Wenas (dua dari kanan, depan) mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, saat meninjau pertambangan open pit Grasberg dan underground mining atau penambangan bawah
tanah di Tembagapura, Timika, Papua, Jumat (3/5/2019). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Presdir PT Freeport Indonesia (FI) Tony Wenas (dua dari kanan, depan) mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, saat meninjau pertambangan open pit Grasberg dan underground mining atau penambangan bawah tanah di Tembagapura, Timika, Papua, Jumat (3/5/2019). Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Freeport untuk Papua

Senin, 6 Mei 2019 | 08:26 WIB

Manfaat kehadiran PT Freeport Indonesia bagi Pemerintah Indonesia sudah cukup terang benderang. Sejak 1992, kontribusi langsung kepada negara sudah mencapai US$ 19,5 miliar. Kontribusi langsung itu berupa pajak, royalti, dividen, dan pembayaran lainnya.

Kontribusi tidak langsung sejak 1992 lebih besar lagi, yakni mencapai US$ 41,9 miliar. Kontribusi tidak langsung, antara lain, gaji karyawan, pembelian dalam negeri, pengembangan masyarakat, pembangunan daerah, dan investasi dalam negeri. Pada tahun 2018, dana untuk community development atau pengembangan masyarakat sebesar US$ 100 juta. Sebesar US$ 60 juta disalurkan lewat Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), sedang US$ 40 juta disalurkan langsung oleh PT FI.

Setiap tahun, dana pengembangan masyarakat yang disalurkan PT FI lebih dari 1% dari penjualan bersih. Dana community development tahun 2018 yang mencapai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun tersebut hampir 2% dari penjualan bersih tahun itu sebesar US$ 6 miliar. Dana pengembangan masyarakat dimanfaatkan untuk pembangunan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.

Kontribusi PT FI terhadap PDRB Mimika 94% dan terhadap PDRB Papua sebesar 48%. Data ini menunjukkan besarnya peran PT FI terhadap masyarakat setempat. Tanpa kehadiran PT FI, Kabupaten Mimika kemungkinan besar belum ada. Saat ini saja, jika Freeport tak lagi beroperasi, Timika akan menjadi kota mati. Pada tahun 1971, penduduk di Mimika masih kurang dari 1.000. Saat ini, penduduk kabupaten baru ini sudah di atas 250.000.

Freeport sudah memberikan banyak dana untuk kegiatan pembangunan masyarakat. Selain pembangunan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat, PT FI juga membangun berbagai jenis infrastruktur. Mulai dari infrastruktur dasar seperti air bersih hingga infrastruktur transportasi.

Perusahaan ini juga ikut membiayai stadion olah raga megah di Sentani guna melengkapi fasilitas Papua sebagai tuan rumah PON tahun ini. Tapi, yang menjadi pertanyaan, mengapa kehadiran Freeport selalu dikritik. Perusahaan tambang tembaga terbesar di dunia ini dinilai kurang memperhatikan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

Meski persentase penduduk miskin di Indonesia per September 2018 sudah mencapai single digit, penduduk miskin Papua dan Papua Barat, masing-masing, 27,43% dan 22,66%, menempati urutan paling bawah dari 34 provinsi di Indonesia. Jika dilihat lebih dalam lagi, mayoritas penduduk asli Papua masih jauh tertinggal. Kualitas kesehatan dan pendidikan mereka sangat rendah, bahkan masih banyak warga asli Papua yang belum mendapatkan pelayanan pemerintah. Kondisi Papua yang bergunung-gunung menyebabkan banyak wilayah yang tidak mendapatkan pelayanan dari pemerintah.

Yang menjadi masalah selama ini adalah angka kemiskinan Papua yang besar, penduduk asli Papua merasa mereka belum mendapatkan kontribusi yang memadai dari Freeport, sedangkan pihak Freeport merasa sudah berbuat sangat banyak bagi community development. Dana pembangunan masyarakat tahun 2018 yang mencapai Rp 1,4 triliun, jika dibagi rata kepada 85.000 keluarga di Mimika, setiap keluarga akan memperoleh Rp 16,5 juta.

Sudah saatnya, penyaluran dana community development dikaji kembali. Divisi keuangan boleh saja mencatat angka fantastis dana pembangunan masyarakat. Tapi, apakah masyarakat yang hendak dibantu merasakannya? Karena itu, penting sekali dilakukan audit rutin. Setiap tahun, semua dana pembangunan masyarakat yang digelontorkan PT FI diaudit. Apakah benar dana pembangunan social dibelanjakan tepat jumlah dan tetap sasaran?

Penggunaan dana pembangunan masyarakat hendaknya dimanfaatkan dengan tepat untuk membangun kesehatan dan pendidikan masyarakat Papua. Anak-anak Papua sebaiknya dibuatkan asrama agar karakter mereka juga terbentuk. Peralihan dari masyarakat nomaden ke masyarakat agraris, industri, dan jasa membutuhkan pendidikan khusus.

Di asrama, anak-anak Papua belajar disiplin dan kebiasaan yang baik sebagai WNI. Para pejabat Papua hendaknya memberikan waktu sepenuhnya untuk melayani masyarakat. Para pejabat di pemprov, kabupaten, dan kota jangan sering ke Jakarta. Dengan dana pemprov, pemda, dan dana desa yang cukup besar, mestinya penduduk asli Papua sudah mencapai level kesejahteraan. Tak ada lagi penduduk miskin.  

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN