Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Kepala Staf Kepresidenan  Moeldoko saat peluncuran situs Kartu Prakerja di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, Jumat (20/3/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat peluncuran situs Kartu Prakerja di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, Jumat (20/3/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Habis-habisan Melawan Covid-19

Investor Daily, Sabtu, 21 Maret 2020 | 14:01 WIB

Indonesia sedang memasuki fase cepat penularan Virus Korona (Covid-19). Jumlah orang terinfeksi dan orang dalam pengawasan kian bertambah. Virus ini menyerang siapapun, tak terkecuali pejabat publik dan keluarga pejabat.

Sejauh ini 32 penderita meninggal, dari 369 yang positif terjangkit patogen ini. Ketakutan dunia terhadap wabah mematikan ini terus menggoyahkan sendi-sendi perekonomian. Pasar keuangan adalah sektor yang paling sensitif dan kini dalam kondisi hancur lebur.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 yang juga Kepala BNPB Doni Monardo (tengah), didampingi Gubernur DKI Anies Baswedan (kanan), sejumlah pejabat terkait memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Jakarta, Rabu (18/3/2020).  Dok. BNPB /Danung Arifin.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 yang juga Kepala BNPB Doni Monardo (tengah), didampingi Gubernur DKI Anies Baswedan (kanan), sejumlah pejabat terkait memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Dok. BNPB /Danung Arifin.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia anjlok sepertiga atau 33% sejak awal tahun. Nilai tukar rupiah sudah menembus batas psikologis 16.000 per dolar AS, level seperti krisis moneter-keuangan 1998.

Untuk menahan kejatuhan indeks saham, nilai tukar rupiah, dan kemerosotan ekonomi, otoritas terkait sudah menggelontorkan berbagai stimulus dan kebijakan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia berupaya keras menjaga indeks dengan segala kekuatannya, meskipun belum sepenuhnya berhasil karena kepanikan investor yang sulit diredakan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Sumber: BSTV
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Bank Indonesia terus melakukan intervensi dan memompa likuiditas ke pasar. Sejak awal tahun, Bank Indonesia setidaknya telah menggelontorkan likuiditas sekitar Rp 300 triliun, berupa pembelian surat berharga negara (SBN) yang dijual asing, serta relaksasi giro wajib minimum (GWM) valuta asing maupun rupiah.

Pemerintah juga tidak kurang sigap menyikapi bencana Covid-19. Untuk mengatasi wabah ini, pemerintah segera melakukan tes massal. Pemerintah melibatkan rumah sakit swasta untuk menangani pasien korona.

Hotel BUMN pun akan dikerahkan untuk mengisolasi pasien. Beberapa daerah sudah menetapkan tanggap darurat, kejadian luar biasa (KLB), dan isolasi terbatas.

Di sektor riil, pemerintah sudah menggelontorkan paket stimulus satu dan dua. Paket pertama dialokasikan untuk sektor pariwisata yang paling tertekan dengan nilai Rp 10,6 triliun, berupa diskon tarif pesawat, potongan tarif hotel, dan pajak restoran yang ditanggung oleh pemerintah pusat. Adapun paket stimulus fiskal kedua mencapai hampir Rp 150 triliun, meliputi berbagai insentif pajak dan bea masuk serta sejumlah keringanan lain.

Kini pemerintah dan otoritas keuangan juga menyiapkan stimulus lanjutan. Menteri Keuangan telah memutuskan untuk merealokasikan anggaran senilai Rp 62,3 triliun untuk penanganan wabah korona. Anggaran tersebut diambil dari bujet kementerian dan lembaga untuk pos perjalanan dinas, belanja barang, dan pengeluaran lain yang tidak mendesak.

Selain itu, pemerintah menerbitkan peraturan presiden yang memberikan kemudahan dan percepatan proses pengadaan barang dan jasa, terkait impor.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Di antaranya kemudahan dalam impor alat-alat kesehatan, bawang, gula, dan produk lain yang sangat dibutuhkan maupun karena persoalan kelangkaan pasokan di dalam negeri.

Pemerintah juga meluncurkan Program Kartu Prakerja. Implementasi Kartu Prakerja dimulai di tiga lokasi terdampak yaitu Bali, Manado, dan Kepulauan Riau, yang akan dilanjutkan di Surabaya, Jakarta, dan Bandung.

Program ini diberikan kepada pekerja yang terkena PHK terutama di sektor pariwisata dan penunjangnya, serta industri manufaktur. Di sektor keuangan, pemerintah dan OJK bersepakat agar pembayaran kredit motor untuk ojek online direlaksasi selama satu tahun. Juga tidak diperkenankan bagi perusahaan leasing non-bank untuk menggunakan jasa penagihan atau debt collector yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Stimulus lain adalah relaksasi pembayaran bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai dengan akhir tahun ini. Pemerintah akan menanggung pembayaran bunga KUR sebesar 6% sehingga nasabah hanya perlu membayar pokoknya saja.

Pekerja di kawasan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Rencananya Wisma Atlet juga akan menjadi rumah isolasi bagi pasien covid-19 mulai Sabtu (21/3/2020). Foto: SP/Ruht Semiono
Pekerja di kawasan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Rencananya Wisma Atlet juga akan menjadi rumah isolasi bagi pasien covid-19 mulai Sabtu (21/3/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Kita sangat mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam mengatasi dampak Covid-19 di semua lini. Segala sumber daya dan kekuatan bangsa memang harus diarahkan ke sana. Bahkan perlu ada pengorbanan dari banyak hal, termasuk pemotongan anggaran-anggaran yang tidak prioritas. Demikian pula kemudahan proses impor.

Namun kita mengimbau kepada siapapun untuk tidak memanfaatkan kesempatan ini demi keuntungan pribadi atau kelompok. Terutama kepada mereka yang selama ini sangat lihai sebagai pemburu rente.

Moral hazard atau aji mumpung dalam kondisi krisis beginilah yang benar-benar harus diwaspadai oleh pemerintah.

Pemerintah, OJK, Bank Indonesia, dan semua komponen bangsa harus bersinergi habis-habisan mengatasi wabah Covid-19. Investor di pasar keuangan, dunia usaha, dan masyarakat luas butuh ketenangan dan kepercayaan, agar perekonomian kembali berjalan normal tanpa gejolak

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN