Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Himbara yang juga Dirut BRI Sunarso (dua dari kiri) bersama antara lain Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Dirut BNIRoyke Tumilaar, Dirut BTN Haru Koesmahargyo saat pertemuan Optimisme Kinerja Himbara Menghadapi Semester II Tahun
2021 di Jakarta, Kamis (2/9/2021). Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program yang digulirkan pemerintah dalam upaya membantu masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat
dampak pandemi Covid-19. Foto: IST

Ketua Himbara yang juga Dirut BRI Sunarso (dua dari kiri) bersama antara lain Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Dirut BNIRoyke Tumilaar, Dirut BTN Haru Koesmahargyo saat pertemuan Optimisme Kinerja Himbara Menghadapi Semester II Tahun 2021 di Jakarta, Kamis (2/9/2021). Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program yang digulirkan pemerintah dalam upaya membantu masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19. Foto: IST

Himbara Dukung Pemulihan Ekonomi

Minggu, 5 September 2021 | 06:29 WIB
Investor Daily

Himpunan Bank-Bank Milik Negara atau Himbara punya peran besar dalam mendukung berbagai program yang digulirkan pemerintah untuk membantu masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemic Covid-19.

Berbagai program tersebut di antaranya restrukturisasi kredit, penyaluran bantuan sosial (bansos), penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), dan program stimulus untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Himbara yang berisi empat bank BUMN --BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN-- mencatat realisasi restrukturisasi kredit sebesar Rp 403,99 triliun dengan 3,3 juta debitur hingga Juli 2021. Sebesar 64,53% dari outstanding kredit tersebut adalah segmen UMKM dan 35,47% di segmen wholesale. Restrukturisasi kredit yang dilakukan Himbara bertujuan untuk menyelamatkan kredit para nasabah, terutama kredit UMKM, yang usahanya terdampak pandemi Covid-19.

Di luar program restrukturisasi, Himbara juga turut mendukung program-program pemerintah untuk me respons pandemi Covid-19. Himbara menjadi mitra utama pemerintah dalam implementasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) --di luar restrukturisasi—sebesar Rp 376,36 triliun kepada 57,45 juta penerima stimulus hingga Juli 2021.

Program-program tersebut antara lain penempatan uang negara, penjaminan kredit UMKM, subsidi bunga UMKM, penjaminan kredit kor porasi padat kar ya, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), KUR supermi kro, dan subsidi gaji.

Untuk pencapaian Himbara dalam progam PEN di antaranya program PEN berdasar PMK 70/104, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 234 triliun dengan total nasabah se banyak 1,89 juta.

Kemudian, Program PEN berdasar PMK 71 terkait penja minan kredit UMKM sebesar Rp 27,36 triliun kepada 24 ribu UMKM. Lalu, Program subsidi bunga UMKM (PMK 85/138/Per-Menko 16) mencapai Rp 2,59 triliun bagi 1,8 juta UMKM.

Selanjutnya, pencapaian Himbara dalam program penjaminan kredit korporasi padat karya (PMK 98/PMK 32) sebesar Rp 1,14 triliun kepada 13 debitur. Adapun penyaluran program BPUM (Permenkop 6) mencapai Rp 27,47 triliun pada 2020 dan sebesar Rp 11,63 triliun sampai Juni 2021. Pa da program KUR Super Mikro (Per menko 8/Permenko 15), Himbara telah menyalurkan kredit sebesar Rp 8,6 triliun pada 2020 dan Rp 15,32 sampai Juni 2021.

Sementara untuk program subsidi pekerja/buruh (Permenaker 14) yakni sebesar Rp 28,3 triliun. BUMN melalui Himbara juga melakukan penyaluran program sembako kepada sekitar 15,9 juta penerima bantuan atau 100% dengan total nominal Rp 27,3 triliun, serta program keluarga harapan (PKH) sekitar 10,4 juta penerima bantuan (100%) dengan total nominal Rp 20,04 triliun.

Untuk penyaluran KUR, sampai dengan Juli 2021, Himbara telah menyalurkan sebesar Rp 137,56 triliun, atau 53,44% dari total kuota KUR 2021 sebesar Rp 257,40 triliun. Sedangkan untuk penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), sampai dengan Agustus 2021, Himbara telah menyalurkan FLPP sebesar Rp 9,7 triliun untuk 89.161 unit.

Dari data-data yang tersajikan di atas terlihat bahwa kontribusi Himbara begitu besar dalam mempercepat realisasi program stimulus pemerintah bagi masyarakat dan pelaku usaha terdampak pandemi.

Tak hanya itu, Himbara juga berperan mendorong laju pertumbuhan ekonomi lewat kredit yang disalurkan di tengah isu pertumbuhan kredit yang stagnan, bahkan sempat tumbuh negatif. Hingga Juni 2021, Himbara tetap menumbuhkan kredit 5,4% secara year on year (yoy) menjadi Rp 2.553 triliun.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) mampu tumbuh 8,7% (yoy) menjadi Rp 2.949 triliun. Di tengah pandemi dan kondisi ekonomi yang belum pulih, Himbara masih mencatatkan kinerja positif. Per Juni 2021, aset Himbara tumbuh 7,7% (yoy) menjadi Rp 3.904 triliun. Aset ter kelola dengan baik, tercermin dari non per forming loan (NPL) di kisaran 3%. Karena pengelolaan sangat mana geable, hatihati dan prudent, empat bank Himbara menghasilkan la ba Rp 29,9 triliun atau tumbuh 18,4% (yoy).

Seluruh kebija kan dan stimulus pemerintah ter ma suk bantuan sosial memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 sebesar 7,07% (yoy). Empat bank BUMN sebagai agen pembangunan ikut berkontribusi dalam pertumbuhan tersebut.

Pemerintah mengalokasikan anggaran program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun ini mencapai Rp 744,77 triliun. Berdasarkan perhitungan dampak berganda fiskal, tambahan stimulus tersebut berpotensi menghasilkan output Rp 1.490 triliun atau 9% dari total PDB nominal.

Adapun hingga 20 Agustus 2021, realisasi dana program PEN telah mencapai 43,9% dari pagu. Seluruh kebijakan dan stimulus pemerintah termasuk bantuan sosial memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 sebesar 7,07% yoy.

Berbagai stimulus dan bantuan pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi semakin meningkatkan optimisme Himbara untuk dapat terus mencatatkan kinerja positif pada semester kedua tahun 2021.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN