Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo saat membuka JFSS ke-5. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo saat membuka JFSS ke-5. Sumber: BSTV

Inovasi Sektor Pangan

Kamis, 19 November 2020 | 23:53 WIB
Investor Daily

Inovasi di sektor pangan tidak bisa ditawar lagi. Pengembangan sektor pangan nasional harus menggunakan cara-cara yang inovatif agar mampu meningkatkan produk pangan berkualitas dan semakin efisien.

Tak hanya itu, inovasi akan membuat hargapangan terjangkau oleh masyarakat,  memperbaiki daya dukung lingkungan serta mengangkat kesejahteraan para petani Indonesia.

Menggunakan cara-cara baru yang inovatif untuk mengembangkan sektor pangan nasional ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo saat membuka Jakarta Food Security Summit (JFSS)

Kelima secara virtual di Jakarta, Rabu (18/11). Presiden menyatakan bahwa saat ini banyak negara yang menyadari pentingnya pengembangan sektor pangan. Selain untuk merespons terjadinya krisis pangan akibat pandemi Covid-19, pengembangan sektor pangan juga untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri sejalan dengan melonjaknya jumlah penduduk Indonesia.

Saat ini, hampir setengah jumlah penduduk di dunia berada di kawasan Asia, terutama di tiga negara terbesar yakni Tiongkok, India, dan Indonesia.

Situasi ini membuka peluang yang menjanjikan bagi sektor pangan seiring kebutuhan dan pasarnya sangat besar, dan akan terus tumbuh.

Sektor pangan juga diandalkan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah pan demi ini. Peningkatan pertumbuhan sektor pangan mem iliki ar ti sangat stra tegis dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. Ketersediaan pangan yang memadai akan menentukan masa depan perekonomian Indonesia.

Untuk mencapainya, tentu dibutuhkan pengelolaan yang menggunakan cara-cara inovatif dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Pengelolaan pangan secara terintegrasi bakal memberikan kontribusi besar lagi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada kuartal II dan III-2020 subsektor tanaman pangan tumbuh masing-masing 9,32% dan 7,14%, dan merupakan pertumbuhan tertinggi dalam tiga tahun terakhir ini. Secara keseluruhan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, pada kuartal II-2020 dan kuartal III-2020 tetap tumbuh positif di tengah pandemic Covid-19 masing-masing sebesar 2,19% dan 2,15%.

Pertumbuhaan positif itu di topang pertumbuhan pertanian, subsector perkebunan, seperti sawit, kopi, cokelat, kelapa, kakao, dan produk turunannya.

Selain sumber mata pencaharian bagi sebagian penduduk Indonesia, tingginya permintaan sektor pangan baik dalam negeri maupun global da pat diandalkan untuk mengurangi jumlah pengangguran terbuka dan ang ka kemiskinan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penduduk yang bekerja sebanyak 128,45 juta orang pada Agustus 2020, turun sebanyak 0,31 juta orang dari Agustus 2019. Sedangkan lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah sektor pertanian (2,23 persen poin). Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor industri pengolahan (1,30 persen poin).

Dari jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2020 sebanyak 128,45 juta orang, mayoritas mereka bekerja di sektor pertanian. Tercatat, pada Agustus 2020 angkatan kerja di sektor pertanian 29,76%. Kemudian diikuti perdagangan sebesar 19,23%, industri pengolahan 13,61%, akomodasi dan makanan minuman 6,65%, serta konstruksi 6,28%.

Tidak hanya inovasi, kemitraan dan pendampingan juga dibutuhkan untuk me ningkatkan produktivitas petani. Petani juga harus diajarkan bagaimana bisa mengolah hasil produksi yang baik dan berkelanjutan.

Bekerjasama dengan Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture (PISAgro), Kadin Indonesia telah mencapai target pendampingan kepada satu juta petani di awal tahun ini. Melibatkan tidak kurang dari 70per usahaan yang menjalankan proyek kemitraan dengan petani kecil, program pendampingan ini telah meningkatkan produktivitas petani hingga 76% dan pendapatan petani naik hingga 80%.

Selanjutnya, Kadin Indonesia bersama PISAgro akan memberikan pen dampingan kepada 2 juta petani pa da 2023.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, sektor pangan juga dapat diandalkan sebagai gar da terdepan dalam pencegahan infeksi Covid-19. Sektor pangan berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh.

Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian khususnya di bidang produksi on-farm seperti sayuran segar, buah-buahan, susu, telur, kacang-kacangan, yang merupakan penyedia vitamin dan protein untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Peningkatan produktivitas lahan dan komoditas dapat dilakukan dengan bantuan teknologi. Selain itu, teknologi juga dapat membantu petani memasok bahan pangan segar ke masyarakat melalui platform e-commerce sehingga memperpendek rantai pasok. Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah mayoritas petani Indonesia berusia tua yang sangat awam teknologi.

Kementerian Pertanian mencatat petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya 2,7 juta orang atau sekitar 8% dari total 33,4 juta orang. Sisanya lebih dari 90% masuk petani kolonial, alias petani yang sudah tua. Karena itu, diperlukan upaya percepatan regenerasi petani melalui jejaring usaha pertanian untuk menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN