Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja melakukan perawatan berkala proyek konstruksi di kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.   Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Pekerja melakukan perawatan berkala proyek konstruksi di kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Jangan Membiarkan BUMN Karya Bertarung Sendirian

Senin, 14 Juni 2021 | 22:43 WIB
Investor Daily

BUMN infrastruktur saat ini seperti bertarung sendirian. Mereka sudah membangun berbagai proyek infrastruktur yang ditugaskan pemerintah dan kini dituntut untuk terus membangun berbagai proyek infrastruktur. Kondisi ini menyebabkan BUMN Karya atau BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur masuk perangkap overleverage atau kelebihan beban utang.

Beban utang yang dinilai terlalu besar menyebabkan saham BUMN Karya dijauhi pemodal dan harga pun terus tergerus. Berbagai pihak mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan beban utang BUMN Karya. Tanpa langkah penyelamatan, saham BUMN Karya akan terus didera sentiment negatif. Jika terus dibiarkan, saham BUMN Karya akan ditinggalkan semua pemodal. Siapa yang mampu menampung tekanan jual ketika para investor ramai-ramai melepaskan sahamnya?

Dalam situasi seperti saat ini, rencana pemerintah untuk mendorong BUMN Karya, anak, dan cucu BUMN Karya untuk go public sama sekali tidak bijak. Penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham BUMN Karya sama sekali tidak menarik. Kalau dipaksakan, pihak emiten dan perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi akan merekayasa penjualan saham. IPO seakan sukses, tapi pembeli adalah karyawan BUMN itu sendiri.

Bila tidak ada langkah konkret me nye lamatkan BUMN in frastruktur, sebaik nya pemerintah membatalkan semua rencana IPO BUMN infrastruktur, anak, dan cucu BUMN infra struktur. Solusi untuk mendapatkan dana segar bukan IPO, secondary public offering (SPO), atau rights issue, melainkan emisi obligasi. Penjualan surat utang menjadi pilihan yang adil bagi pihak emiten maupun investor. Emiten wajib membayar bunga dan pokok obligasi yang jatuh tempo.

Selama ini, penjualan obligasi BUMN infrastruktur tidak pernah masalah. Emiten selalu membayar bunga dan pokok utang jatuh tempo pada waktunya. Meski kondisi keuangan sulit, emiten infrastruktur tidak pernah mengalami default dalam membayar utang. Nilai obligasi BUMN infrastruktur umumnya stabil karena pemodal yakin, emiten tak pernah mengalami masalah dalam pembayaran.

Namun, jika IPO, SPO, dan rights issue yang tetap menjadi salah satu pilihan, sejumlah langkah perlu dilakukan untuk menurunkan debt to equity ratio (DER) —rasio utang terhadap modal— yang saat ini di atas empat kali.

Perusahaan yang sehat umumnya maksimal memiliki DER tidak lebih dari satu. DER yang terlalu tinggi me nunjukkan bahwa sebuah perusahaan tidak memiliki solvabilitas atau kemampuan membayar utang atau kewajiban jangka menengah dan panjang.

Sebelum tahun 2014, solvabilitas BUMN infrastruktur umumnya bagus karena DER tidak lebih dari satu. Namun, seiring dengan tekad pemerintahan Presiden Jokowi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur transportasi, BUMN didorong untuk lebih berperan.

Dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tidak cukup untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Apalagi pemerintah tidak hanya bertanggung jawab terhadap infrastruktur transportasi, melainkan juga infrastruktur telekomunikasi, infrastrukutur energi, infrastruktur pertanian, dan industri dasar, seperti air bersih dan sanitasi.Untuk mengejar ketertinggalan, BUMN Karya didorong untuk lebih berperan.

Semua proyek infrastruktur transportasi yang mangkrak diambil alih BUMN. Beban BUMN Karya pun mulai membengkak karena yang dita ngani termasuk proyek infrastruktur dengan internal rate of return (IRR) rendah. Sebagai perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki negara, direksi BUMN infrastruktur tidak bisa berbuat lain selain menuruti.

Untuk meringankan beban BUMN in frastruktur, berbagai kalangan —sebagaimana diberitakan harian ini— menyarankan agar pertama, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) harus all-out membantu BUMN Karya menjual proyek-poyek infrastruktur yang sudah dibangun atas penugasan pemerintah.

Jika proyek infrastruktur penugasan pemerintah segera dijual kepada investor, solvabilitas emiten BUMN Karya segera membaik dan tidak terus-menerus tersandera sentimen negatif. LPI adalah sovereign wealth fund (SWF) Indonesia yang dibentuk setelah UU No 11Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. LPI juga diharapkan memberikan stimulasi terhadap BUMN infrastruktur dengan berinvestasi pada proyek-proyek di sekitar jalan tol yang dibangun BUMN Karya. L

angkah tersebut akan meningkatkan volume dan frekuensi kendaraan di jalan tol sekaligus mendongkrak IRR. Kedua, dalam jangka pendek, pemerintah diminta segera memfasilitasi restrukturisasi utang BUMN Karya. Solusi yang diambil tidak saja dengan memperpanjangmasa pembayaran bunga dan pokok, melainkan juga suntikan modal dari pemegang saham lewat penanaman modal Negara (PNM). DPR RI, yang kini banyak dihuni kalangan pengusaha, diharapkan memberikan dukungan.

Hingga saat ini, infrastruktur transportasi di Indonesia masih tertinggal. Jalan tol dan rel kereta api belum semuanya menjangkau kota kabupaten di Jawa, apalagi di luar Jawa. Infrastruktur luar Jawa yang dibangun baru mulai di Sumatera.Indonesia masih punya Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan sejumlah pulau besar di Maluku dan Nusa Tenggara. Pelabuhan di Jawa dan berbagai pulau di luar Jawa belum mendukung Tol Laut. Jika ada langkah konkret dari pemerintah untuk meringankan beban utang, saham BUMN Karya akan rebound.

Dengan membaiknya harga saham BUMN Karya, emisi baru saham anak dan cucu BUMN Karya akan diminati investor. Pemerintah jangan membiarkan BUMN Karya “bertempur” sendirian untuk menyelesaikan beban utang yang melilitnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN