Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi membuka Munas VIII Kadin di kendari, Rabu (30/6/2021) dengan memukul bedug bersama Ketua Umum Kadin dan Gubernur Sulawesi Tenggara. Sumber: BSTV

Presiden Jokowi membuka Munas VIII Kadin di kendari, Rabu (30/6/2021) dengan memukul bedug bersama Ketua Umum Kadin dan Gubernur Sulawesi Tenggara. Sumber: BSTV

Kadin Bersatu

Kamis, 1 Juli 2021 | 21:51 WIB
Investor Daily

Prahara yang mengoyak tubuh organisasi pengusaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dalam tiga bulan terakhir berujung happy ending. Ketika dua putra terbaik bangsa selaku kandidat ketua umum organisasi itu mengumumkan pencalonan, Maret lalu, dua kubu pendukungnya saling berebut pengaruh untuk memenangkan jagonya.

Baik Arsjad Rasjid maupun Anindya Bakrie sebagai kandidat terus menggalang kekuatan, melakukan roadshow ke Kadinda-Kadinda dan merayu asosiasi- asosiasi dunia usaha yang memiliki hak suara.

Dalam perjalanan kampanye selama tiga bulan tersebut, situasi sempat memanas, ketika Munas Kadin yang sedianya sudah matang digelar di Bali kemudian dipindah ke Kendari. Kasus Covid yang mengganas membuat sejumlah pengurus Kadin dan Kadinda minta munas diundur.

Rivalitas kedua kandidat untuk merebut kursi Kadin-1 terhenti di Istana Ne gara, Senin 28 Juni. Mereka bersama Ketum Kadin Rosan Roeslani meng hadap Presiden Joko Widodo. Atas kesepakatan bersama, Arsjad Rasjid di tetapkan sebagai ketua umum dan Anindya Bakrie menjadi ketua Dewan Pertimbangan Kadin.

Dua-duanya samasama menjadi “ketua” dan itu dipandang sebagai kompromi terbaik. Kesepakatan itulah yang disahkan dalam Munas Kadin VIII yang digelar kemarin dan hari ini di Kendari.

Mungkin itu adalah sebuah keputusan yang antiklimaks. Akhir sebuah drama yang mungkin tidak bisa memuaskan semua pihak, terutama kubu Anindya yang telah berjuang untuk memimpin Kadin. Terlebih lagi Anindya telah 15 tahun berkecimpung di Kadin, sehingga kompetensi dan dedikasinya tak diragukan. Namun di situlah tercermin kedewasaan dan kematangan Kadin sebagai organisasi.

Kebesaran hati Anindya untuk menerima kesepakatan patut diapresiasi, yang didasari kesadaran penuh agar Ka din sebagai kapal besar bagi pengusaha tidak retak. Sebuah kelegowoan bahwa ada kepentingan lebih besar yang harus didahulukan ketimbang keinginan pribadi, dengan niat baik demi persatuan di internal Kadin.

Mereka sadar bahwa musuh bersama yang harus dihadapi saat ini adalah pandemic Covid, yang perkembangannya kian mencemaskan. Mereka tidak ingin berseteru dan bermusuhan secara internal.

Kadin patut diteladani bagaimana mereka tetap menjaga kekompakan, soliditas, dan kebersamaan, sehingga Munas berlangsung damai, sehat, serta menghasilkan keputusan terbaik. Bahwa di level bawah kemungkinan ada yang protes di arena Munas, dinamika itu ma sih wajar dan akan cair seiring berlalunya waktu.

Keputusan pemilihan ketua umum yang digelar tanpa polemik merupakan langkah yang elegan. Hal itu mencerminkan jati diri dunia usaha yang berpikir praktis, mencari solusi terbaik, dan tidak saling menang sendiri.

Mekanisme musyawarah untuk mencapai mufakat yang menjadi keputusan itu memberikan contoh bahwa di tengah pandemi, Kadin lebih mengutamakan kebersamaan. Tugas besar menanti di depan mata. Kadin bersama pemerintah harus bekerja keras memerangi pandemi dan memulihkan ekonomi yang terpuruk.

Kadin Indonesia selama ini sukses menginisiasi vaksin gotong royong, yakni pemberian vaksin kepada karyawan atau keluarganya yang biayanya ditanggung oleh perusahaan, institusi, atau badan hukum yang menaungi pekerja. Aksi ini harus dilanjutkan untuk mengakselerasi pencapaian herd immunity nasional.

Sinergi antara dunia usaha dan peme rintah dalam mengatasi bersama pan demi Covid dan dalam berbagi be ban merefleksikan sebuah kebersamaan yang layak diapresiasi. Sinergi, ke mitraan, dan kebersamaan itulah semestinya dijadikan pegangan bagi pengurus baru Kadin periode 2021-2026. Hanya dengan sikap seperti itulah Kadin akan menjadi wadah pengusaha yang kuat dan solid.

Organisasi dunia usaha ini harus menjadi lebih maju, profesional, dan berdaya saing. Kadin Indonesia juga memiliki tugas ikut menyukseskan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional yang sedang digalakkan pemerintahan Jokowi.

Ketua umum baru juga harus mampu membawa para anggota Kadin terutama di daerah naik kelas. Bagaimana pengurus baru Kadin ke lak mampu menyinergikan ke kuatan yang dimiliki, yakni Kadinda- Kadinda yang sangat menguasai isu-isu lokal-daerah serta asosiasi-asosiasi yang memiliki kekuatan di sektor industri masing-masing.

Pengurus Kadin Indonesia se yogianya mampu menciptakan nilai tambah bagi Kadinda dan asosiasi yang boleh dikata sebagai para pemegang saham utama.

Tekad Arsjad Rasjid untuk membuat Kadin yang inklusif sangat tepat. Apalagi kesenjangan antar-strata dunia usaha masih lebar dan menjadi isu sensitif. Dalam kondisi pandemi ketika mayoritas dunia usaha tertekan, perlu sinergi antara pengusaha mikro, kecil, menengah, (UMKM) dan pengusaha besar. Upaya itu tentu akan memberikan kenyamanan dan menjadikan Kadin sebagai rumah bersama untuk memajukan ekonominasional.

Selamat kepada ketua umum baru Kadin Indonesia untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah mengatasi pandemi Covid, memulihkan ekonomi, dan mengawal transformasi ekonomi nasional. Paralel dengan itu, pengurus baru hendaknya mampu me wujudkan Kadin sebagai rumah yang nyaman dan teduh bagi seluruh penghuninya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN