Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mahasiswa berkumpul di siatu acara di UI. Foto ilustrasi:  Istimewa

Mahasiswa berkumpul di siatu acara di UI. Foto ilustrasi: Istimewa

Melahirkan Generasi Emas

Selasa, 18 Agustus 2020 | 11:26 WIB
Investor Daily

Peringatan HUT Kemerdekaan ke-75 tahun ini cukup berkesan meski tak ada perayaan of f line yang riuh- rendah. Upaya peringatan detikdetik proklamasi yang umumnya dilakukan secara online cukup memberikan pe san yang jelas.

Pertama, pandemi Covid-19 tidak boleh membuat kita terlena. Kita harus menatap ke depan, bahkan hingga 25 tahun akan da tang, saat Indonesia merayakan HUT kemerdekaan ke-100. Itu sebabnya, pada situasi pandemic pun, pemerintah tidak saja mendorong pe mulihan ekonomi, tapi juga transformasi ekonomi dan transformasi digital untuk men dukung kemajuan ekonomi dan berbagai bidang.

Tahun ini, pemerintah mengusung tema HUT Kemerdekaan RI "Bangkit untuk Indonesia Maju". Setelah pulih dari krisis, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di ha rapkan melesat. Jika tahun depan In donesia mampu bertumbuh 4,5%-5,5% se perti asumsi RAPBN 2021, capaian itu ma sih jauh dari level yang diharapkan.

Untuk bisa mencapai PDB US$ 7 triliun tahun 2045 atau tujuh kali lihat dari tahun ini, laju pertumbuhan harus bisa dipacu se dikitnya 7% selama sepuluh tahun. Selama Indonesia mencapai puncak bonus demografi, pertumbuhan ekonomi harus di atas 10% seperti yang telah ditunjukkan berbagai negara. Indonesia kini mulai menikmati bonus demografi dan puncaknya terjadi pada tahun 2030-2040.

Puncak demografi terjadi ketika usia produktif, 15-65 tahun, di atas 68%-72% dari total penduduk. Kita berharap, pada dekade 2030-an, saat Indonesia mencapai puncak bonus demografi, laju per tumbuhan ekonomi mencapai dua digit.

Untuk mencapai laju pertumbuhan di atas 7%, faktor utama bukan saja kondisi global dan tiadanya pandemi, melainkan juga suksesnya transformasi ekonomi da lam negeri. Itu sebabnya, transformasi ekonomi perlu mulai dilakukan dengan sistematis dan sungguh-sungguh.

Pada tahun 2045, mereka yang kini berusia 1-39 tahun akan berusia 26-65 tahun. Pen duduk usia produktif diperkirakan sek itar 223 juta atau 70% dari total populasi yang mencapai 319.

Tahun ini, jumlah penduduk Indonesia sekitar 273 juta dan 186 juta atau 68% di an taranya adalah penduduk usia produktif. Indonesia hingga tahun 2045 masih menikmati bonus demografi.

Masuk dalam kelompok usia yang di harapkan menjadi generasi emas di tahun 2045 adalah mereka yang saat ini be lum lahir. Mereka yang lahir di tahun 2025 akan berusia 20 tahun saat Indonesia merayakan tahun emas kemerdekaan.

Pada tahun 2045, semua penduduk usia pro duktif diharapkan menjadi generasi emas, yakni generasi dengan kualifikasi berikut.

Pertama, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Memahami dan menjaga empat pilar, yakni Pancasila, UUD, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Kedua, generasi yang sehat jiwa dan raga. Menjadi manusia paripurna. Hanya bangsa yang sehat jiwa-raga yang mampu bersaing.

Ketiga, memiliki keahlian, keterampilan, dan profesionalisme tinggi di bidangnya, mampu bersaing dengan bangsa lain.

Keempat, menguasai ilmu pengetahuaan dan teknologi serta memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kemajuan.

Untuk mewujudkan generasi emas pada tahun 2045, para penyelenggara Negara dan komponen masyarakat perlu melakukan transformasi di berbagai bidang.

Pertama, korupsi perlu diberantas hingga ke akar-akarnya. Korupsi menyebabkan pembangunan tidak berjalan semestinya, menghambat laju pertumbuhan ekonomi, dan menimbulkan kesenjangan sosial. Gerakan anti-korupsi harus dimulai dari keluarga dan kelompok terkecil. Perlu pendidikan karakter sejak dari rumah orang tua dan sekolah dasar.

Setiap kementerian dan lembaga perlu meningkatkan peran inspektorat. Pencegahan korupsi harus berjalan bersama de ngan pemberantasan. Para koruptor perlu dimis kinkan dan diberikan sanksi so sial yang keras.

Kedua, perlu reformasi birokrasi dan menerapkan meritokrasi di setiap sektor dan level. Pemerintah perlu menetapkan mekanisme "hiring" dan" firing" yang jelas. Jangan seperti selama ini, ASN sulit dipecat meski melalaikan tugas.

Ketiga, melakukan reformasi hukum. Produk -produk hukum yang tumpang tin dih diperbaiki. Untuk jangka pendek, omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja, sebuah keniscayaan. Reformasi hukum harus berjalan seiring de ngan perbaikan penegakan hukum. Perlu ada reformasi di tubuh Polri, Kejaksaan, dan pengadilan untuk membasmi ma fia peradilan.

Keempat, untuk mencegah radikalisme berbasis ideologi agama, pendidikan Pan casila dan nilai-nilai bangsa perlu diajarkan sejak SD. NKRI, Pancasila, dan kebhinekaan adalah harga mati. Sertifikasi semua mereka yang menjadi guru agama. Para penegak hukum tak boleh ragu menindak mereka yang menyebar kebencian dan semangat perpecahan. Namun, penegakan hukum harus berjalan seiring dengan upaya menciptakan pemerataan pembangunan dan keadilan.

Kelima, upaya mencegah aksi terorisme tak boleh kendor. Penegak hukum perlu melanjutkan program deradikalisasi bagi mereka yang pernah menjadi teroris karena radikalisme berbasis ideologi agama. Pencegahan terorisme perlu dilakukan de ngan memperkuat monitoring mulai di tingkat RT/RW. Dalam pada itu, kerja sama dengan berbagai negara untuk memutus jaringan terorisme internasional perlu lebih intens.

Keenam, pencegahan narkotika di kala ngan generasi muda perlu dilakukan de ngan lebih sistematis. Perlu lembaga pe masyarakatan khusus buat korban narkotika. Para korban narkotika harus di rehabilitasi dan karena itu lembaga rehabilitasi perlu diperbanyak.

Seperti terorisme, upaya mencegah dan memberantas terorisme perlu kerja sama internasional untuk memotong penyebaran narkotika.

Selain itu, perlu dilakukan monitoring dan pengawasan di tingkat RT/RW untuk mengetahui pergerakan pemakai dan pengedar. Ketujuh, mendorong laju pertumbuhan ekonomi dengan melakukan transformasi eko nomi, perbaikan iklim investasi, mendorong industralisasi, penggunaan teknologi di berbagai bidang, penggunaan e-commerce, reformasi agraria, dan akses finansial bagi setiap warga negara, pelaku bisnis, khususnya UMKM.

Tranformasi ekonomi perlu mulai dilakukan sistematis dengan membangun industri dasar, industri barang modal, industri manufaktur, dan penerapan industri 4.0. Hilirisasi berbagai komoditas harus dilakukan agar Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah atau produk primer. Pemerintah perlu memperkuat berbagai sektor jasa guna menekan defisit.

Selama ini, Indonesia defisit di sektor jasa, antara lain, jasa angkutan internasional dan asuransi. Berbagai kebijakan ekonomi harus probisnis dan lingkungan hidup. Gerakan cinta produk dalam negeri harus digemakan. Ada kebijakan pemerintah yang merangsang lahirnya entrepreneur baru. Untuk mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi, berbagai jenis infrastruktur ha rus terus dibangun.

Pemerintah perlu melanjutkan pembangunan infrastruktur te lekomunikasi, energi, dan transportasi (darat, laut, dan udara), infrastruktur energi agar semua penduduk terlistriki, membangun infrastruktur dasar agar ma syarakat mendapatkan air bersih dan memiliki sanitasi yang baik, serta membangun infrastruktur per tanian seperti waduk, bendung, dan irigasi.

Kedelapan, untuk mengatasi kesenjangan sosial, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih pada pemerataan di bidang pendidikan dan kesehatan. Akses finansial dan ekonomi masyarakat perlu dibuka lebih lebar. UMKM dan usaha ultra mikro perlu strategi baru.

Kesembilan, untuk memenangkan per saingan, peningkatan kualitas SDM menjadi hal mutlak. Selain transformasi pen didikan formal, pemerintah perlu membangun BLK dan mendorong digitalisasi di berbagai bidang.

Seperti bayi, kehadirannya perlu dipersiapkan dari jauh, bahkan sebelum sang ibu hamil. Generasi emas 2045 perlu dipersiapkan mulai hari ini. Merdeka!

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN