Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi e-commerce/Istimewa

Ilustrasi e-commerce/Istimewa

Memperkuat E-Commerce

Rabu, 7 April 2021 | 09:42 WIB
Investor Daily

Kolaborasi e-commerce dan logistik yang efisien merupakan motor pendorong transformasi ekonomi digital yang dicanangkan presiden, untuk solusi mitigasi dampak pandemi Covid-19. Kegiatan ekonomi bisa berjalan dan bahkan lebih produktif, namun pada saat yang bersamaan masyarakat tetap aman dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan minim kontak.

Solusi ekonomi minim kontak itu berbasis hyperconnectivity antarmanusia, tapi tidak lagi secara fisik atau tatap muka, melainkan melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pemanfaatan e-commerce pun tumbuh pesat, karena mau tidak mau orang harus membiasakan diri untuk jual-beli secara online sejak merebak pandemi.

Pengembangan ekonomi digital di Indonesia ini membutuhkan kolaborasi antar-ekosistem, yang mampu menjembatani antara platform digital, pelaku pasar, dan konsumen. Ini termasuk kolaborasi antara penyedia platform marketplace dan solusi logistik yang kredibel dan efisien.

Potensi e-commerce di Indonesia yang sangat besar bisa tercermin, misalnya, dari perkembangan marketplace Blibli, yang selama pandemi Covid-19 justru tumbuh tiga kali lipat.

Pertumbuhan gross merchandise value (GMV) dari ritel online secara umum melesat 61% tahun lalu (year on year).

Jumlah online shoppers di Tanah Air juga melonjak menembus 85 juta, sudah satu setengah kali lipat dibandingkan dengan di Korea Selatan. Pertumbuhan ke depan pun dipastikan berlanjut.

Oleh karena itu, pemerintah harus benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi digital agar semakin kuat dan powerful ke depan, dengan memberikan sejumlah insentif untuk pengem bangan e-commerce dan logistik kita.

Yang pertama, pemerintah harus serius men dukung penguatan infrastruktur telekomunikasi dan logistik nasio nal dengan, antara lain, memperkuat ke andalan jaringan internet hingga ke de sa-desa, yang bisa diakses semua penduduk dengan tarif murah.

Hal itu terutama sangat penting dalam upaya untuk mendigitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ini tentunya termasuk untuk para petani dan nelayan yang harus dibantu karena mereka banyak yang miskin dan minim pendidikan. Startup seperti Aruna di sektor perikanan yang membantu nelayan, harus mendapat insentif seperti keringanan perpajakan hingga mendapatkan modal murah. Aruna yang telah menjangkau 20 ribu nelayan di 32 titik di Indonesia ini membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan, dengan mengintegrasikan pasar hasil laut terbesar di Indonesia dan 70% komoditasnya berorientasi ekspor.

Keandalan jaringan telekomunikasi dan internet hingga ke pelosok daerah di luar Jawa ini juga memudahkan UMKM untuk mendapatkan bahan baku dan barang modal yang dibutuhkan, dengan harga lebih murah, kualitas terjamin, dan mendapat dukungan layanan purnajual dari pabrikan.

Di sisi lain, konsumen di mana pun bisa mudah membeli aneka produk UMKM yang dipasarkan lewat e-commerce.

Kedua, pemerintah juga harus mendukung penguatan infrastruktur logistic nasional dengan mempercepat infrastruktur yang dibutuhkan dan mengimplementasikan regulasi yang dapat menciptakan iklim yang kondusif. Apalagi, logistik yang efisien, murah, dan bisa diandalkan ini juga menjadi prasyarat pertumbuhan e-commerce dan ekonomi digital secara luas di seluruh Nusantara.

Ketiga, pendekatan pengembangannya juga harus terintegrasi dari hulu (produsen termasuk UMKM) hingga ke hilir atau e-commerce tempat para konsumen berbelanja. Di sini perlu juga didorong kemitraan dari korporasi Swasta ataupun perusahaan e-commerce untuk menyediakan infrastruktur elektronik dan komersial yang aman, plus pelatihan bagi UMKM agar bisa mengembangkan dan memperkuat bisnis lewat digital.

Para mitra swasta yang mau membina UMKM ini perlu didorong, misalnya dengan insentif pengurangan pajak 50%.

Keempat, para UMKM pun harus mau giat belajar, cepat beradaptasi, serta gigih berjuang untuk mengembangkan bisnis mereka lewat e-commerce. UMKM ini harus memastikan barang yang diproduksi atau dijual berkualitas, ser ta menyediakan layanan dan komunikasi yang baik dengan konsumen.

Dengan kolaborasi tersebut, potensi besar ekonomi digital kita bisa dimanfaatkan dengan baik, untuk mempercepat pemulihan ekonomi maupun transformasi ekonomi berbasis industri pengolahan yang lebih berdaya tahan dan bernilai tambah tinggi. Berdasarkan riset International Data Corporation dan Cisco, digitalisasi UMKM saja setidaknya akan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) hingga US$ 164 miliar atau Rp 2.432 triliun pada 2024.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN