Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suprajarto saat jumpa pers menanggapi hasil RUPSLB BTN di Jakarta, Kamis (29/8/2019) malam. (Investor Daily/Nida Sahara)

Suprajarto saat jumpa pers menanggapi hasil RUPSLB BTN di Jakarta, Kamis (29/8/2019) malam. (Investor Daily/Nida Sahara)

Musim Ganti Direksi BUMN

Jumat, 30 Agustus 2019 | 12:00 WIB

Rumors perombakan direksi dan komisaris badan usaha milik negara (BUMN), khususnya empat bank pelat merah Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN sudah berembus sejak pertengah Juli lalu. Kementerian BUMN berusaha menutup-nutupi tentang pergantian itu dan menyatakan bahwa yang terjadi adalah agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) rutin untuk mengevaluasi kinerja keuangan semester pertama.

Awal Agustus lalu pihak Istana Presiden juga berusaha membantah desas-desus pergantian direksi BUMN. Bahkan muncul pernyataan bahwa Presiden Joko Widodo melarang pergantian direksi BUMN hingga Oktober 2019, termasuk tidak akan me-reshuffle kabinet hingga masa jabatan menteri berakhir. Larangan itu diungkapkan dalam sidang kabinet.

Terlepas dari bantahan tersebut, realitanya telah terjadi kemarin bahwa Maryono harus dilengserkan dari jabatannya sebagai direktur utama PT Bank BTN Tbk lewat RUPSLB. Yang mengejutkan publik, Suprajarto, dirut BRI yang diputuskan menggantikan Maryono menolak keputusan RUPSLB dan memilih mundur dari BTN. Suprajarto ‘melawan’ keputusan RUPSLB yang notabene keputusan Kementerian BUMN, dengan alasan tidak pernah diajak bicara atau musyawarah untuk menduduki pos baru tersebut.

Sedangkan pihak Kementerian BUMN yang tidak kalah kaget dengan Suprajarto mengaku sudah mengkomunikasikan pergantian ini. Penolakan Suprajarto bukan hanya mengejutkan, tapi juga sangat menarik. Sangat jarang terjadi seseorang menolak untuk ditempatkan sebagai orang nomor satu di BUMN, apalagi BTN saat ini memiliki kinerja cemerlang sejak berada di tangan Maryono. Lain halnya Maryono, selaku prajurit dia patuh kepada pemerintah selaku pemegang saham terbesar BTN.

Di luar alasan formal bahwa Suprajarto mengaku tidak diajak bicara untuk menjabat dirut BTN, tentu ada alasan mendasar yang melatari penolakan tersebut. Suprajarto sendiri mengaku tidak ada masalah sedikit pun dengan Menteri BUMN.

Kita berharap pergantian direksi didasari oleh penilaian yang objektif, fair, mengacu pada kinerja yang dicapai. Bukan atas dasar pertimbangan suka atau tidak suka, atau dari partai mana. Direksi yang berkinerja cemerlang pantas mendapat promosi jabatan dan dipertahankan. Bukan rahasia lagi, pergantian direksi dan komisaris BUMN kadang tersusupi kepentingan dan bernuansa politis.

Persepsi itu harus dikikis habis. Banyak pihak yang mengincar posisi di BUMN. Itu fakta yang tak terbantahkan. Apalagi bisnis BUMN sekarang makin berkilau, bahkan kian mendominasi, sehingga pengusaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia pun protes karena merasa tersisih oleh BUMN. BUMN menjadi incaran karena kinerjanya terus memukau. BRI tahun lalu mampu meraup laba Rp 32 triliun. Jika dulu masih banyak BUMN yang merugi, kini mereka mampu meraup untung, bahkan dengan per tumbuhan yang signifikan. Banyak proyek-proyek infrastruktur yang sebelumnya mangkrak akhirnya mampu diselesaikan oleh BUMN-BUMN karya.

Kita mengapresiasi bahwa kinerja BUMN semakin cemerlang di tangan direksi baru yang ditunjuk oleh Menteri BUMN Rini Semarno. Rini menempatkan orang-orang profesional dengan rekam jejak yang baik sebagai pucuk pimpinan BUMN. Meskipun kita juga tidak menutup mata ada orang-orang titipan yang masuk BUMN Menyadari bahwa betapa strategisnya posisi dan peran BUMN, yang terpenting ke depan adalah bagaimana BUMN bisa memiliki kinerja yang makin solid di tengah persaingan bisnis yang ketat, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Sebab, tidak sedikit BUMN yang kini kian ekspansif melebarkan sayap bisnis ke manca negara.

Kita dorong BUMN dapat menjadi flag carrier dan semakin banyak perusahaan pelat merah yang masuk jajaran Top 500 Fortune yang bergengsi itu. BUMN menghadapi tantangan kian besar di tengah kondisi global yang tidak menentu. Bisnis-bisnis BUMN juga tidak bisa lepas dari terjangan gelombang disrupsi yang kini menggerus bisnis-bisnis konvensional.

Dalam konteks itu, BUMN harus menyiapkan strategi baru, lebih adaptif, lebih inovatif, kreatif, dan mengadopsi teknologi yang tepat.

Dengan perubahan mindset seperti itu, kita punya keyakinan bakal semakin berjayanya kinerja BUMN. Kita akan menyaksikan BUMN yang bukan hanya jago di kandang sendiri, tapi juga di kancah internasional. Sekaligus kita mendambakan BUMN yang semakin steril dari intervensi dan kepentingan politis.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN