Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas pembangunan infrastruktur jalur bawah tanah di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Joanito de Saojoao

Aktivitas pembangunan infrastruktur jalur bawah tanah di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Joanito de Saojoao

Optimisme Setelah Idulfitri

Senin, 10 Juni 2019 | 09:05 WIB

Ada optimisme baru usai perayaan Idulfitri yang jatuh pada 5 Juni 2019. Dalam liburan sepekan lebih, pra dan pasca-Lebaran, para pemudik yang menggunakan jalan darat di Jawa dan Sumatera merasakan lalu lintas yang sudah jauh lebih bagus akibat pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur dalam empat setengah tahun terakhir memberikan dampak nyata.

Optimisme juga dipicu oleh peringkat BBB dari Standard and Poor’s (S&P), sebuah lembaga rating internasional yang dikenal paling pelit dalam memberikan penilaian. Sebelumnya, peringkat kredit Indonesia di level BBB- (BBB minus). Dua peringkat ini menunjukkan bahwa Indonesia masuk investment grade atau peringkat investasi. Indonesia dinilai mampu melunasi utangnya. Kenaikan dari peringkat BBB- ke BBB menunjukkan peningkatan kemampuan Indonesia dalam melunasi utangnya.

Pihak S&P menjelaskan, peringkat BBB diberikan karena dua alas an utama, yakni prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin baik dan pengelolaan fiskal Indonesia yang kian prudent. Pemilu presiden yang dimenangi Jokowi memperkuat keyakinan S&P akan masa depan ekonomi Indonesia. Sedang pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memperlihatkan kemampuan pemerintah Indonesia dalam membayar bunga dan cicilan pokok utang pada waktunya.

Tahun 2018 dilewati dengan kondisi fiskal yang menggembirakan. Defisit APBN tahun itu hanya sebesar 1,7% dari produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dari target 2,2%. Batas defisit fiskal yang ditoleransi undangundang adalah maksimal 3% dari PDB. Pada tahun 2019, Januari hingga April, defisit hanya 0,6% dari PDB. Sejak 2011, Indonesia kini kembali mencatatkan surplus keseimbangan primer.

Suka atau tidak, penilaian dari lembaga pemeringkat internasional, apalagi S&P, memberikan dampak terhadap perekonomian suatu negara. Meski kadang-kadang keliru, penilaian mereka tetap diperhitungkan para pelaku pasar. Rating yang diberikan lembaga pemeringkatan menjadi referensi pelaku pasar.

Pada tahun 1992-1997, Indonesia mendapat peringkat layak investasi dari S&P. Tapi, setahun kemudian, ekonomi Indonesia ambruk. Krisis mata uang menyebabkan perusahaan besar tak mampu membayar utang dan kondisi itu membuat perbankan ambruk. Sejak 1998, S&P menurunkan peringkat kredit Indonesia di bawah level layak investasi.

Peringkat layak investasi dari S&P baru diperoleh kembali Indonesia di era Jokowi, yakni 15 Mei 2017. Saat itu, peringkat kredit Indonesia mendapat rating BBB-. Dua tahun kemudian, 31 Mei 2019, S&P menaikkan peringkat kredit Indonesia ke BBB. Ini merupakan sebuah endorsement yang bagus bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

Meski dalam lima tahun terakhir, ekonomi Indonesia bertumbuh ratarata 5%, level itu dinilai jauh lebih tinggi dibanding negara-negara pasar berkembang lainnya. Sedang dalam sepuluh tahun terakhir, pendapatan per kapita rakyat Indonesia naik 4,1% setahun. Capaian ini lebih tinggi disbanding negara-negara dengan ekonomi setara Indonesia yang hanya rata-rata bertumbuh 2,2%.

Memasuki lima tahun kedua, Jokowi diprediksi akan menuntaskan pembangunan infrastruktur dan mempercepat pembangunan sumber daya manusia. Dengan pengalaman lima tahun, Jokowi tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk ‘penyesuaian’. Ia diyakini mampu memilih the winning team sebagai anggota Kabinet Kerja II. Ia diharapkan menempatkan figur yang tepat, yang memiliki integritas dan kapabilitas di setiap pos kementerian.

Dalam beberapa tahun ke depan, infrastruktur transportasi darat di Jawa akan tuntas. Trans-Jawa kelar tahun ini dan kereta cepat Jakarta-Bandung tuntas tahun 2021. Selanjutnya, pemerintah mulai membangun kereta cepat Jakarta- Surabaya. Sejumlah proyek LRT dan MRT di Jadebotabek diperkirakan selesai tahun ini hingga 2024. Tol Sumatera yang sudah mulai dibangun beberapa tahun lalu akan selesai bertahap, mulai tahun ini hingga 2025.

Bersamaan dengan pembangunan tol, pemerintah juga membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dilengkapi dengan pelabuhan laut dan jalan darat yang khusus untuk angkutan peti kemas. Belajar dari kesalahan di Bekasi dan Banten, KEK baru di Jawa dan Sumatera akan dibangun terintegrasi. Industri hilir dibangun dalam satu kawasan dengan industri antara, industri hulu atau industri dasar. Pabrik baja, misalnya, dibangun di KEK dekat pelabuhan

Di bidang pembangunan SDM, pemerintahan Jokowi akan memperbaiki pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi (PT). Untuk mendukung tekad Presiden, kita berharap, yang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi adalah figur yang tidak terkontaminasi oleh kelompok dan aliran tertentu. Selain kemampuan sains, pendidikan harus menekankan pembentukan karakter sebagai bangsa Indonesia.

Dalam jangka pendek, pemerintahan Jokowi diharapkan memberikan perhatian pada pendidikan nonformal, yakni pendidikan dan latihan (diklat) bagi para pencari kerja dan tenaga kerja tidak terampil yang jumlahnya bisa mencapai 70 juta lebih.

Di era digital, pemerintah perlu meningkatkan kerja sama dengan swasta untuk menyelenggarakan diklat di berbagai balai latihan kerja (BLK). Penilaian S&P melengkapi optimism para pelaku pasar pasca-Idulfitri. Penilaian ini diharapkan mendorong dana investasi ke Indonesia, baik investasi langsung maupun investasi portofolio. Pasar saham di Bursa Efek Indonesia yang sudah mulai dilanda aksi jual menjelang Lebaran, diharapkan mengalami arus balik. Peringkat investasi dari S&P mendorong pemodal asing melakukan aksi beli.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA