Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (atas tengah), Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (atas kanan), pimpinan Baznas Saidah Sakwan (bawah kanan), Deputi Director Businesss Incubation Shariah KNEKS Indarwati Rifianingrum (bawah kiri), dan Founder Royal Kaftan Amy Atmanto (bawah tengah) serta Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (atas kiri) saat webinar, Rabu (21/4/2021). Webinar kerjasama majalah Investor dan BSI ini  bertajuk Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Direktur Utama BSI Hery Gunardi (atas tengah), Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (atas kanan), pimpinan Baznas Saidah Sakwan (bawah kanan), Deputi Director Businesss Incubation Shariah KNEKS Indarwati Rifianingrum (bawah kiri), dan Founder Royal Kaftan Amy Atmanto (bawah tengah) serta Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (atas kiri) saat webinar, Rabu (21/4/2021). Webinar kerjasama majalah Investor dan BSI ini bertajuk Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Kamis, 22 April 2021 | 10:47 WIB
Investor Daily

Partisipasi perempuan dalam menggerakkan ekonomi nasional tak perlu diragukan. Tidak hanya bekerja di lini produksi dan staf, sudah ba nyak perempuan yang menduduki posisi puncak di pemerintahan, perusahaan milik negara maupun perusahaan swasta. Keterlibatan perempuan di bidang usaha dan investasi juga menunjukkan peningkatan.

Di Bank Indonesia, misalnya, yang menduduki posisi level manager ke atas sebanyak 42% adalah perempuan. Bahkan saat ini ada dua dari enam anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia adalah perempuan. Mereka dipilih berdasarkan kapabilitas dan kemampuan yang dimiliki, sehingga berhak mendapatkan posisi setara dengan kaum laki-laki. Berdasarkan data, pada tahun 2020, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan lebih dari 53%.

Angka tersebut memang masih lebih rendah dibandingkan partisipasi angkatan kerja laki-laki yang mencapai 83%. Meski begitu, persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2018-2019 yang berada di kisaran 52%.

Sementara studi Bank Dunia periode Maret 2021 menyebutkan, peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan akan meningkat 25% pada tahun 2025 dan dapat menaikkan output ekonomi setara 2,9% produk domestic bruto (PDB). Bank Syariah Indonesia (BSI) juga memiliki jumlah pegawai perempuan yang cukup banyak.

Dari total hampir 20.000 karyawan BSI, sekitar 40% di antaranya adalah perem puan, atau masih kurang 10% lagi untuk mencapai rasio 50:50. Yang juga menarik, perempuan yang menduduki posisi senior management di bank hasil penggabungan tiga bank syariah milik BUMN ini mencapai 20%, dan di jajaran dewan direksi juga 20%.

Keterlibatan perempuan dalam bidang usaha juga besar. Perempuan memiliki peran besar dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sebanyak 64% pelaku UMKM dan turunannya dikelola oleh kaum perempuan. Pemberdaya an perempuan dalam bidang usaha akan semakin meningkat lagi jika ada keterlibatan banyak pihak.

Salah satu lembaga yang berkomitmen dalam pemberdayaan perempuan adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS), yang potensinya mencapai Rp 327 triliun. Namun saat ini Baznas baru mengelola dana ZIS se besar Rp 12 triliun atau baru 3,67% da ri potensinya. Dana yang dikelola Baz nas berasal dari para muzakki yang memberikan zakat, infak dan sedekah dari jaringan Baznas di kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Pengelolaan zakat oleh Baznas memiliki peran penting dalam program pemberdayaan perempuan. Dana yang dikelola Baznas melalui ZIS dapat membantu para mustahik yang terkena dampak pandemi Covid-19. Apalagi kaum perempuan juga banyak yang terdampak pandemi, salah satunya menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Baznas memberikan modal dan memberikan pendampingan untuk mendorong para mustahik dapat kembali bangkit.

Pandemi telah menyebabkan peningkatan kemiskinan di Indonesia menjadi 27,4 juta pada tahun lalu, dibandingkan tahun 2019 yang tercatat 24,7 juta. Meningkatnya kemiskinan juga menyebabkan perempuan memiliki beban yang berat dan lebih rentan terancam PHK dibandingkan laki-laki. Perempuan juga mendapat tambahan beban karena harus membimbing anak-anaknya sekolah online atau school from home.

Untuk meringankan beban masyarakat termasuk perempuan, Baznas memiliki program pengelolaan zakat yang berasal dari muzakki yang memiliki kemampu an logistik dan harta yang banyak. Pe rempuan yang menjadi mustahik dan terdampak pandemi diberikan modal dan pendampingan untuk memulai usaha in dustri rumahan.

Dengan membuka usaha sendiri, para perempuan yang saat ini menjadi musta hik diharapkan dapat melakukan transformasi mandiri dan bangkit menjadi muzakki. Pemberdayaan perempuan dalam ekonomi dan keuangan akan berdampak positif tidak hanya bagi kaum perempuan secara finansial independen, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain sektor usaha kuliner, perempuan dapat dilibatkan dalam program pengembangan usaha fashion dan berbagai produk handicraft yang produknya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tapi juga go global. Perempuan juga bisa dilibatkan dalam pengembangan usaha koperasi untuk memproduksi berbagai produk unggulan setempat dan berorientasi ekspor. Di bidang investasi, perempuan memiliki peranan sebagai mayoritas pembeli surat berharga negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, kontribusi perempuan pada Obligasi Negara Ritel atau ORI terus meningkat. ORI merupakan salah satu instrumen SBN yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui mitra distribusi di pasar perdana.

Pada penerbitan ORI Seri 017, sebagian besar pembelinya atau 55,78% adalah pe rempuan dan persentasenya terus mening kat menjadi 57,82% pada penerbitan ORI Seri 018. Bahkan untuk penerbitan terbaru Sukuk Ritel 014 juga didominasi perempuan, yakni 58,25%. Kondisi ini menggambarkan kemampuan perempuan di bidang investasi meningkat.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN