Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pengembang Dunia Mengincar Jakarta

Antara, Jumat, 7 Desember 2012 | 08:06 WIB

Warga Jakarta boleh berbangga. Jakarta menjadi kota paling diincar pengembang dunia tahun depan. Berdasarkan hasil riset Pricewaterhouse-Coopers (PWC) dan Urban Land Institute (ULI), Jakarta dinobatkan sebagai kota tujuan utama investasi properti komersial di kawasan Asia Pasifik pada 2013. Jakarta mengalahkan kota besar lainnya, yakni Shanghai, Singapura, Sydney, dan Kuala Lumpur.

Mengejutkan memang, mengingat Jakarta selama ini dicap sebagai kota yang akrab dengan kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas dengan fasilitas infrastruktur yang minim. Belum lagi jika dikaitkan angka kriminalitasnya yang masih cukup tinggi. Penobatan Jakarta sebagai kota tujuan investasi property komersial juga tergolong lompatan prestasi yang mengagumkan. Soalnya, saat ini, Jakarta hanya nangkring di peringkat ke-11 pilihan utama investasi dunia.

Hasil riset yang bikin surprise itu diperoleh berdasarkan persepsi 400 responden. Mereka terdiri atas para pengembang properti, perusahaan pengelola aset properti, investor, perusahaan jasa properti, pengelola Real Estate Investment Trusts (REITs), bankir, dan pemberi rekomendasi pinjaman.

Para responden memilih Jakarta seiring melambatnya perekonomian Tiongkok dan India, serta mulai terbatasnya peluang pasar di sejumlah negara, seperti Jepang dan Australia. Imbal hasil (yield) investasi property komersial di Jakarta paling tinggi dibandingkan kota-kota besar lainnya di Asia Pasifik. Investasi properti ritel, perkantoran, dan apartemen sewa di Jakarta paling banyak diminati dan berada di peringkat puncak. Sedangkan properti hotel dan kawasan industri masing-masing pada peringkat keempat dan kedua.

Sejujurnya, hasil riset yang menempatan Jakarta sebagai kota pilihan utama investasi telah menggugah kesadaran kita bahwa Jakarta ternyata menyimpan potensi bisnis yang luar biasa besar. Di balik “tampang”-nya yang kumuh, sumpek, macet, awut-awutan, Jakarta ternyata diincar investor dari segenap penjuru dunia. Di balik “tabiat”-nya yang menjengkelkan dan kerap bikin stres para pengguna jalan, Jakarta punya nilai jual tinggi.

Tak dapat dimungkiri, kita selama ini silau pada kemegahan dan kecantikan kotakota besar lain di dunia. Itu sebabnya, kita selalu bersikap sinis dan memandang sebelah mata kota Jakarta. Tak mengherankan pula jika banyak pengusaha dan orang berpunya di negeri ini memilih investasi properti di Singapura atau Sydney ketimbang di Jakarta. Adalah ironis jika ternyata kota-kota yang selama ini membuat kita terkesima dan menyedot banyak devisa, dikalahkan Jakarta.

Hasil riset yang menempatkan Jakarta sebagai kota pilihan utama investasi Asia Pasifik tentu saja harus menjadi cemeti, terutama bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov DKI) dan pemerintah pusat, agar segera membenahi kota metropolitan itu. Dengan kondisi lalu lintas yang dari hari ke hari makin membuat kita senewen, dengan kondisi tata ruang dan infrastruktur publik yang berantakan, Jakarta diburu para investor properti. Jika kondisi Jakarta jauh lebih baik, tentu ceritanya akan lain lagi.

Kita sepakat bahwa pada era kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur yang baru —Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)— Jakarta harus disulap menjadi kota yang asri, elok, rapi, tertib, dan teratur. Jakarta juga harus lebih ramah, akrab, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua orang.

Kita bersyukur Pemprov DKI sudah menyiapkan solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, menata kawasan kumuh, dan meperbaiki tata ruang. Untuk mengatasi kemacetan, Pemprov DKI segera merealisasikan pembangunan proyek mass rapid transit (MRT), memperluas jaringan busway, dan mengatur frekuensi lalu lintas berdasarkan pelat nomor kendaraan.

Untuk menata kawasan kumuh dan memperbaiki tata ruang, Pemprov sedang menyiapkan pembangunan rumah susun dan membatasi pembangunan mal baru. Kita sependapat bahwa program-program Pemprov DKI harus segera diimplementasikan. Persoalan-persoalan yang dihadapi kota Jakarta ibarat bom waktu yang bisa meledak kapan saja jika tak segera dijinakkan.

Dalam soal lalu lintas, misalnya, kota Jakarta dalam 5-10 tahun mendatang diprediksi mengalami stagnasi akut, di mana kendaraan tak bisa lagi bergerak. Di sinilah pentingnya Pemprov DKI dan pemerintah pusat menjalin sinergi guna menghasilkan keputusan yang cepat, jitu, dan komprehensif dengan orientasi jangka panjang.

Kita satu pandangan bahwa terpilihnya Jakarta sebagai kota tujuan utama investasi properti komersial di kawasan Asia Pasifik pada 2013 adalah anugerah bagi kita semua, khususnya warga Jakarta. Semakin banyak investor properti yang berinvestasi dan membangun proyek, semakin cepat pula roda ekonomi di Jakarta berputar. Semakin banyak proyek dibangun, semakin banyak tenaga kerja yang terserap.

Jakarta bakal menjadi tujuan utama investor properti pada 2013 harus menjadi keniscayaan. Apalagi setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sinyal akan membolehkan asing memiliki properti di Indonesia. Jika orang asing menganggap Jakarta magnet investasi, pengusaha lokal mestinya tidak kalah jeli. (*)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA