Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo baru Kementerian BUMN. Sumber: BSTV

Logo baru Kementerian BUMN. Sumber: BSTV

Penyertaan Modal Negara

Kamis, 23 September 2021 | 21:43 WIB
Investor Daily

Pemerintah menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN) kepada sejumlah BUMN guna menjalankan tugas negara serta menjaga likuiditas perusahaan. Untuk tahun ini, pemerintah merestui PMN sebesar Rp 52,03 triliun untuk delapan BUMN. Angka ini terdiri atas PMN senilai Rp 35,13 triliun dan tambahan PMN sebesar Rp 16,9 triliun.

PMN tersebut masing-masing senilai Rp 20 triliun disuntikkan untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)/BPUI atau Indonesia Financial Group (IFG). Dana ini diberikan terkait restrukturisasi polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kemudian, PT Hutama Karya (Persero) mendapat Rp 6,20 triliun untuk penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Selain itu, Hutama Karya mendapat PMN tambahan tahun ini sebesar Rp 9 triliun untuk pembangunan JTTS.

Selanjutnya, PT Pelindo III (Persero) menerima PMN sebesar Rp 1,2 triliun untuk penyelesaian penugasan pemba ngunan Pelabuhan Benoa di Bali, serta mendorong pengembangan Bali Maritim Tourism Hub. PMN untuk PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebesar Rp 470 miliar akan digunakan un tuk penugasan pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang di Labuan Bajo.

PT Kawasan IndustriWijayakusuma (Persero) mendapat PMN se nilai Rp 977 miliar untuk pembangunan kawasan industri di Batang. Lalu, PT PAL (Persero) mendapatkan Rp 1,26 triliun untuk penugasan penguasaan teknologi pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan kapal. PT PLN (Persero) mendapatkan   PMN Rp 5 triliun akan digunakan untuk pembangunan transmisi gardu induk dan distribusi listrik masuk desa.

Terakhir, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mendapatkan PMN tambahan tahun ini sebesar Rp 7,9 triliun untuk mendukung restrukturisasi dan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Sedangkan untuk tahun anggaran 2022, pemerintah mengalokasikan PMN kepada lima BUMN yang nilainya mencapai Rp 35,4 triliun. Kelima BUMN itu adalah Perum Perumnas, PLN, Hutama Karya, PT Waskita Kar ya (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Perum Perumnas akan mendapatkan PMN sebesar Rp 1,57 triliun yang akan digunakan dalam upaya memperbaiki struktur permodalan untuk melanjutkan program pengadaan Satu Juta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Kemudian, PMN untuk PLN sebesar Rp 5 triliun akan digunakan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berupa transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik desa.

Selanjutnya, PMN untuk Hutama Karya Rp 23,85 triliun akan digunakan dalam penyelesaian konstruksi 8 ruas JTTS dengan target tambahan panjang 162 kilometer. Waskita Karya akan menerima PMN sebesar Rp 3 triliun yang akan digunakan dalam penyelesaian ruas tol Kayu Agung-Palembang-Betung dan ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi sebesar Rp 3 triliun.

Sementara Adhi Karya yang mendapat alokasi PMN sebesar Rp 1,98 triliun akan digunakan dalam penyelesaian pembangunan Jalan Tol Solo-Yogya-Kulonprogo dan Yogyakarta- Bawen serta SPAM Regional Karian-Serpong. Komisi VI DPR juga menyetujui usulan tambahan PMN dalam cadangan pembiayaan investasi Tahun Anggaran 2022 bagi empat BUMN. Tambahan PMN tersebut dengan rincian, Hutama Karya sebesar Rp 7,5 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 3,5 triliun, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebesar Rp 1,98 triliun, dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Rp 7,5 triliun.

Dari semua BUMN yang mendapatkan alokasi PMN, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Hutama Karya. Tahun ini, PMN untuk Hutama Karya sebesar Rp 15,2 triliun, terdiri atas Rp 6,2 triliun yang sudah dicairkan pada 30 Agustus 2021 dan tambahan PMN Rp 9 triliun yang sudah disetujui Kementerian Keuangan. Pada tahun depan, PMN untuk Hutama Karya sebesar Rp 31,35 triliun termasuk tambahan PMN Rp 7,5 triliun.

Besarnya perhatian pemerin tah kepada Hutama Karya adalah wajar   lantaran BUMN ini mendapat penugasan yang berat yakni membangun 24 r uas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mulai dari Bakauheni, Lam pung hingga Banda Aceh sepan jang 2.812 km dengan nilai in vestasi Rp 538 triliun.

JTTS merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah yang pembangunannya dimulai sejak 2015. Hutama Karya diharapkan menyelesaikan pembangunan JTTS tahap I hingga tahun 2024 yang mencakup delapan ruas. Hingga saat ini, ruas JTTS yang telah beroperasi adalah sepanjang 531 km.

Pembangunan JTTS sangat strategis karena memiliki manfaat besar bagi masyarakat daerah maupun perekonomian. JTTS akan mempercepat konektivitas ba rang antardaerah di Pulau Sumatera dan menurunkan biaya logistik. Pem ba ngunan JTTS memberikan dampak multiplier terhadap output dalam perekonomian sebesar 1,7 kali dari total pengeluaran pada masa konstruksi dan juga proyeksi pendapatan pada masa operasional proyek.

Sedangkan dampak output per tahun atas adanya pembangunan jalan tol ini setara dengan 2,2% produk domestik regional bruto (PDRB) di Pulau Sumatera. Dari sisi penyerapan tenaga kerja, dampak pembangunan jalan tol ini setara dengan 2,4% tenaga kerja pertahun di Pulau Sumatera. Keberadaan JTTS nantinya akan men do rong sentra-sentra ekonomi baru dan kawasan permukiman di Sumatera.

Ada nya kawasan ekonomi baru bisa memanfaatkan kekayaan alam di Sumate ra mulai dari kelapa sawit , karet, kelapa, kopi, dan teh. Kehadiran JTTS juga bisa mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada di Sumatera.  Masyarakat bisa lebih mudah untuk rekreasi ke lokasi pa riwisata serta bersilaturahmi dengan ke luarga antarkota di Pulau Sumatra.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN