Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
RUPSLB BRI, Kamis (21/1/2021). Foto: IST

RUPSLB BRI, Kamis (21/1/2021). Foto: IST

Regenerasi BRI

Minggu, 24 Januari 2021 | 09:13 WIB
Investor Daily

Meski kondisi ekonomi dunia masih diliputi ketidakpastian akibat pandemi, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) atau BRI optimistis menyambut tahun 2021 dengan kinerja yang akan lebih baik dari tahun lalu.

Pada tahun ini, BRI akan fokus menyelamatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk memperkuat layanan UMKM, BRI pun mendapatkan energy baru dengan masuknya kaum milenial di jajaran direksi.

Berdasarkan hasil RUPSLB BRI pada Kamis (21/1) lalu, muncul empat na ma baru direksi perseroan yakni Amam Sukriyanto sebagai Direktur Bisnis Kecil dan Menengah, Agus Winardono sebagai Direktur Human Capital, Viviana Dyah Ayu Retno sebagai Direktur Keuangan, serta Arga Mahanana Nugraha sebagai Direktur Jaringan dan Layanan. Dua nama terakhir merupakan sosok muda dalam jajaran pengurus baru BRI, karena usia nya belum mencapai 45 tahun,te patnya 43 dan 40 tahun.

Masuknya bankir usia muda di jajaran direksi BRI berarti regenerasi berjalan baik. Sosok-sosok mudayang ditunjuk sebagai direksi tersebut dinilai memiliki kinerja bagus, dan di percaya bisa membawa perubahan positif dengan semangat dan harapan baru bagi BRI.

Para direksi muda ini pu nya kemampuan digital dan professional di bidangnya sehingga diharapkan akan memperkuat bis nis BRI di era digital banking saat ini. Keberadaan milenial di jajaran pe ngurus BRI membu ka ha rapan adanya ekspansi digital yang lebih massif dari bank milik negara itu, khususnya dalam pelayanan ke UMKM.

Pemilihan direksi bank yang ber usia muda juga ber kaitan dengan tantangan dari munculnya neo bank, jenis bank yang full digital. BRI pun sudah punya rencana mengubah bisnis model anak usahanya, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro), menjadi bank digital. BRI Agro nantinya diarahkan untuk menggarap ekosistem digital.

Saat ini, rencana tersebut tengah dipersiapkan agar BRI Agro dapat bersaing de ngan bank digital lain. Persiapan itu menyangkut infrastruktur, SDM, mindset, produk, hingga target market- nya.

Tak hanya itu, BRI juga terus melaku kan pengembangan digitalisasi di internal untuk memenuhi kebutuhan transaksi para nasabahnya. Tahun ini, BRI mengalokasikan belanja modal (capex) untuk teknologi informasi (TI) sekitar Rp 3,5 triliun. Anggaran tersebut akan dibelanjakan antara lain untuk modernisasi core banking, new financial system, dan modernisasi router branch.

Fokus BRI terhadap pelaku UMKM di tengah tekanan pandemi Covid-19 adalah keputusan tepat. Apalagi, pada tahun 2020, sebanyak 80% kredit BRI disalurkan untuk UMKM.

Saat ini, UMKM sangat membutuhkan pertolongan agar mereka bisa bangkit kem bali menggerakkan roda perekonomiannasional. Berbeda dengan krisis 1998 ketika UMKM menjadi fondasi ekonomi, pan demi Covid-19 justru membuat UMKM terpuruk. Berdasarkan kajian Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), pandemi berdampak besar bagi UMKM pada tahun lalu.

Sekitar 50% UMKM menutup usahanya, sebanyak 7 juta karyawan UMKM kehilangan pekerjaan, penurunan omzet mencapai 80-85%, dan banyak UMKM tak mampu membayar utang. Akumindo juga mencatat, selama pandemi tahun lalu transaksi UMKM hanya Rp 4.235 triliun, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 37,3%.

Sedangkan jumlah unit UMKM mencapai 34 juta unit usaha dan ha nya mampu menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak 73% secara na sional. Padahal, pada tahun 2019, nilai transaksi UMKM mencapai Rp 8.400triliun dengan sumbangan terhadapPDB sebesar 60,3%. Saat itu, jumlah UMKM sebanyak 63 juta unit usaha dan mampu menyediakan lapangan kerja sebanyak 96% secara nasional.

Fokus BRI memperkuat UMKM juga didukung kondisi eksternal. Kementerian BUMN berencana menyinergikan BRI dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dan PT Pegadaian (Pesero) membentuk perusahaan holding yang berfokus pada pembiayaan UMKM dan ultra mikro.

Perusahaan holding ini nantinya akan berada di bawah BRI yang memang fokus dan memiliki bisnis kuat di kredit UMKM. Proses pembentukan holding ini hanya tinggal menunggu ‘lampu hijau’ dari Ke menterian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Ke uang an.

Selain akan mendorong UMKM dan usaha ultra mikro naikkelas, pembentukan holding ini bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari tekanan pandemic Covid-19. Dengan terbentuknya holding ini, BRI akan meningkatkan perannya untuk usaha mikro dan ultra mikro (UMi) yang menjadi nasabah Pegadaian dan PNM. Mereka belum terlayani perbankan (unbankable) sehingga menjadi tar get nasabah baru BRI.

Selama ini PNM dan Pegadaian adalah penyalur pembiayaan ultra mikro (UMi), produk dari Pusat Investasi Permerintah (PIP) yang merupakan satuan kerja di bawah Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Tahun lalu, jumlah nasabah PIP mencapai 1,76 juta debitur yang 94%-nya adalah ibu-ibu.

Sementara UMi telah meng-cover 481 kabupaten/kota. Sinergi tersebut akan melahirkan perusahaan yang sangat kuat secara bisnis.

Di satu sisi, PNM dan Pegadaian sangat kuat di nasabah usaha mikro dan ultra mikro, tapi kurang di permodalan. Sementara BRI kuat di permodalan. Bila holding ultra mikro ini terealisasi, usaha mikro dan ultra mikro langsung bisa dapat dana segar untuk melangsungkan usahanya secara cepat. Apalagi, di luar nasabah bank, masih ada 30 juta UMKM yang belum terlayani pendanaan formal perbankan.

Dengan digabungkannya bisnis mikro dan ultra mikro ke dalam satu perusahaan holding, kita berharap UMKM nasional akan semakin kuat dan 30 juta yang belum terlayani perbankan akan mendapatkan akses pendanaan secara formal dan cepat. Semakin luas jangkauan pendanaan bagi UMKM maka akan mempercepat mereka lepas dari dampak ekonomi pandemi Covid-19.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN