Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas pembangunan infrastruktur jalur bawah tanah di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Joanito de Saojoao

Aktivitas pembangunan infrastruktur jalur bawah tanah di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Joanito de Saojoao

Sektor Infrastruktur Kian Melaju

Rabu, 11 September 2019 | 12:01 WIB

Pembangunan infrastruktur dipastikan makin melaju kencang lima tahun ke depan. Presiden Joko Widodo yang masih berkomitmen membangun infrastruktur di berbagai daerah dan megaproyek pemindahan ibu kota dipastikan mendongkrak kinerja sektor infrastruktur, konstruksi, dan yang terkait.

Tak heran, sektor tersebut menjadi salah satu tulang punggung ekspansi kredit perbankan tahun ini. Perbankan menilai sektor infrastruktur dan konstruksi masih atraktif, karena besarnya peluang bisnis seiring kegiatan pembangunan dan proyek-proyek besar yang terus digenjot pemerintah.

Sektor ini juga dinilai bankir cukup kuat menghadapi dampak tekanan perlambatan pertumbuhan ekonomi global maupun perang dagang. Pemerintah pun berulang kali menegaskan pembangunan infrastruktur dilanjutkan di berbagai wilayah, dengan memprioritaskan pembangunan yang dapat memacu pertumbuhan industri pengolahan. Anggaran dari APBN juga diproyeksikan naik 4,9%, menjadi sekitar Rp 419,2 triliun tahun depan.

Selain itu, ada megaproyek ibu kota baru di Kalimantan Timur yang tak kalah menggiurkan, yang akan banyak didanai dari non-APBN. Proyek ini diperkirakan menelan dana total Rp 466 triliun, dengan sekitar 19% berasal dari APBN. Ibu kota baru itu juga dibangun untuk mendukung program pemerintah membangun pusat-pusat industry di luar Jawa.

Ibu kota baru tepatnya akan berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kawasan induk ibu kota ini diproyeksikan seluas 40.000 hektare (ha), yang dikembangkan dari total 180.000 ha tanah yang sudah dimiliki pemerintah di sana.

Pemantapan rencana pemindahan ibu kota diperkirakan selesai pada 2020. Setelah fase persiapan rampung, pembangunan infrastruktur sudah bisa dimulai akhir tahun 2020 dan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke lokasi baru bisa dimulai paling lambat 2024. Derap pembangunan proyek-proyek besar itulah yang membuat para banker optimistis terhadap kinerja sektor infrastruktur, konstruksi, dan yang terkait. Bank Mandiri misalnya, sudah memastikan tahun ini akan mengucurkan kredit infrastruktur yang lebih besar dari tahun sebelumnya. Ini antara lain untuk mendukung rencana pembangunan infrastruktur sesuai Perpres No 56 Tahun 2018, yang menetapkan 223 proyek strategis nasional ditambah tiga program yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tercatat, kucuran kredit Bank Mandiri untuk infrastruktur per 31 Desember sudah mencapai limit Rp 285,4 triliun, dengan baki debet sebesar Rp 182,3 triliun. Rinciannya, limit perseroan untuk sektor transportasi pada 2018 mencapai Rp 64,5 triliun dari baki debet Rp 39,5 triliun. Limit untuk sektor migas dan energi terbarukan Rp 43,7 triliun dengan baki debet Rp 36,6 triliun, sedangkan baki debet sektor konstruksi sebesar Rp 20,9 triliun dengan limit Rp 33,2 triliun, dan limit untuk jalan Rp 26 triliun dengan baki debet Rp 15,9 triliun.

Cerahnya prospek bisnis infrastruktur dan konstruksi ini tentunya akan mendorong kinerja perusahaan. Hal ini pun dicermati para investor di Bursa Efek Indonesia, yang terefleksi dari menguatnya indeks harga saham emiten sektor konstruksi bangunan, properti, dan real estate maupun sektor infrastruktur, utilities, dan transportasi. Indeks harga saham kedua sektor ini menguat, masing-masing sebesar 9,8% dan 13,6% year to date.

Tentu saja, kinerja emiten BUMN infrastruktur dan konstruksi yang banyak mendapat penugasan untuk membangun proyek-proyek besar pemerintah juga bakal lebih baik. Misalnya, PP yang diperkirakan mampu mencapai target kontrak baru tahun ini senilai Rp 47,8 triliun. Jika ditambah kontrak bawaan (carry over) senilai Rp 63,5 triliun, total kontrak yang ditangani emiten berkode saham PTPP itu bakal mencapai Rp 111,3 triliun pada 2020.

Selain itu, beberapa proyek pengerjaannya dipercepat mulai tahun depan, sehingga bisa berimbas positif terhadap kinerja keuangan PP pada 2020. Proyek ini antara lain RDMP Pertamina, Pelabuhan Patimban, dan proyek smelter Kolaka, di mana sumbangan laba bersih dari proyek bersama (joint operation) tersebut diperkirakan mencapai Rp 355 miliar pada 2020.  Hal itu diharapkan bisa mendongkrak laba bersih PP pada 2020 menjadi Rp 1,46 triliun, dibandingkan proyeksi 2019 senilai Rp 1,19 triliun. Hal ini sejalan dengan pendapatan yang diharapkan tumbuh menjadi Rp 32,25 triliun tahun depan, dibandingkan estimasi tahun ini Rp 27,87 triliun.

Ditopang kinerja dan bisnis yang makin bagus, tentunya prospek saham-saham BUMN tersebut makin oke. Perusahaan-perusahaan pelat merah ini juga dipastikan akan dibayar oleh pemerintah sesuai tahapan penyelesaian proyeknya. Ada pula dukungan pendanaan yang kuat, baik dari bank-bank besar dan maupun dari investor global. Pasalnya, sebagai perusahaan milik negara, utangnya bisa lebih terjamin terhindar dari gagal bayar.

Tak heran, banyak analis merekomendasikan saham-saham emiten itu sebagai salah satu pilihan yang bagus untuk dikoleksi investor, karena harganya berpotensi menguat ke depan. Ini misalnya Waskita Karya, PP, Waskita Beton Precast, Wijaya Karya Beton, Wijaya Karya, Adhi Karya, Telekomunikasi Indonesia, dan Jasa Marga.

Saham-saham BUMN itu juga masih relatif murah, yang diindikasikan dengan price to earnings ratio lebih rendah dibanding emiten lain, seperti Waskita Karya yang hanya sekitar 8 kali dibanding Totalindo Eka Persada sekitar 171 kali.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA