Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Orias Petrus Moedak

Orias Petrus Moedak

Selamat Bekerja Orias Petrus Moedak

Selasa, 26 November 2019 | 12:03 WIB
Investor Daily

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi mengangkat Orias Petrus Moedak menjadi direktur utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, induk holding pertambangan. Terhitung sejak kemarin (25/11), Orias sudah langsung bekerja dan menjalankan tugasnya sebagai dirut Inalum. Orias menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang saat ini menjabat sebagai wakil menteri BUMN I.

Orias bukan orang baru di lingkungan BUMN maupun Inalum. Pria kelahiran Kupang pada 26 Agustus 1967 ini pernah menjabat sebagai direktur keuangan Inalum (April 2018-Desember 2018). Kemudian, setelah Inalum resmi menjadi pemegang saham utama Freeport Indonesia, Orias menduduki posisi wakil direktur utama perusahaan tambang yang berlokasi di Papua tersebut sejak Desember 2018 hingga 25 November 2019.

Sebelum di Inalum, Freeport, dan kemudian balik lagi ke Inalum, Orias pernah menjadi direktur keuangan PT Bukit Asam periode 2017-2018. Di luar sektor pertambangan, Orias pernah menjabat direktur keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II periode 2014-2016 dan menjadi orang nomor satu atau dirut di PT Pelindo III periode 2016-2017.

Selain Orias, Erick juga mengangkat Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga sebagai komisaris Inalum. Posisi komisaris utama dan jajaran direksi lainnya belum berubah. Saat ini jajaran dewan komisaris Inalum diduduki oleh Komisaris Utama Fajar Harry Sampurno, Komisaris Bambang Gatot Ariyono, Komisaris Purbaya Yudy Sadewa, Komisaris Ilyas Asaad, Komisaris Independen Muhammad Munir, Komisaris Independen Agus Tjahjana Wirakusumah.

Sedangkan jajaran direksi baru Inalum yakni Direktur Utama Orias Petrus Moedak, Direktur Layanan Strategis Ogi Prastomiyono, dan Direktur Pelaksana Oggy Achmad Kosasih. Sedangkan jabatan Direktur Keuangan Inalum masih kosong. Keputusan Menteri BUMN menunjuk Orias sebagai Dirut Inalum sebagai langkah tepat. Orias adalah orang yang sangat berpengalaman di dunia pertambangan dan punya kemampuan serta pengetahuan tentang pertambangan sangat baik.

Selain itu, Orias memiliki track record sangat baik dan berakhlak baik, sehingga diharapkan bisa menjalankan holding pertambangan tersebut ke arah yang lebih baik. Inalum menjadi holding industri pertambangan yang resmi dibentuk pada 27 November 2017, dengan anggota PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia. MIND ID memiliki 65% saham PT Aneka Tambang Tbk, 65,02% saham PT Bukit Asam Tbk, 65% saham PT Timah Tbk, dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia. Kemudian, pada 17 Agustus 2019 Inalum bertransformasi menjadi Mining Industry Indonesia (MIND ID).

Budi Gunadi Sadikin adalah tokoh yang sukses meletakkan pondasi holding industri pertambangan dan membangun sinergi antar-anggota holding dengan baik. Karena itu, Orias diharapkan dapat melanjutkan tongkat estafet dan mengejar target-target yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya terkait hilirisasi bahan tambang dan membangun perusahaan tambang kelas dunia.

Selain itu, Orias juga memiliki tugas menyukseskan proses akuisisi saham PT Vale Indonesia, yang memproduksi nikel, bahan tambang strategis yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri baja maupun baterai untuk kendaraan listrik.

Berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1706/32/DJB/2019 tanggal 8 Oktober 2019, Pemerintah Republik Indonesia telah menunjuk Inalum sebagai perwakilannya dalam mengambil alih 20% saham PT Vale Indonesia untuk memenuhi kewajiban divestasinya.

Divestasi 20% saham emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham INCO itu merupakan kewajiban dari amendemen Kontrak Karya (KK) tahun 2014 antara PT Vale Indonesia dan Pemerintah Indonesia yang harus dilaksanakan lima tahun setelah amendemen tersebut. Kontrak Karya (KK) tersebut akan berakhir pada akhir 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang- undangan.

Pemegang saham PT Vale Indonesia saat ini antara lain Vale Canada Limited (VCL) 58,73%, Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) 20,09% dan publik sebesar 20,49%. MIND ID dan PT Vale Indonesia bersama para pemegang sahamnya pada 11 Oktober 2019 telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan untuk mengambil alih 20% saham divestasi PT Vale Indonesia kepada peserta Indonesia.

Penandatanganan perjanjian ini adalah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara kedua perusahaan. Perjanjian Pendahuluan ini selanjutnya akan diikuti beberapa perjanjian definitif utama. Tahap selanjutnya adalah penandatanganan Sales & Purchase Agreement (SPA) serta Offtake agreement untuk pembelian dan penjualan jangka panjang. Valuasi 20% saham Vale diproyeksi tidak mencapai US$ 1,5 miliar.

Partisipasi MIND ID di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale Indonesia yang berbasis di Brasil dan Freeport Indonesia yang berbasis di Amerika Serikat, menjadi bukti keberhasilan Indonesia dalam menjaga dan menarik investasi perusahaan global ke industri pertambangan nasional.

Melalui kepemilikan 20% saham di PT Vale Indonesia dan 65% saham di PT Aneka Tambang Tbk, MIND ID memiliki akses terhadap salah satu cadangan dan sumber daya nikel terbesar dan terbaik dunia.

Akses ini secara strategis mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir berbasis nikel di Indonesia, baik hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel maupun hilirisasi industri nikel menjadi baterai kendaraan listrik. Akses ini juga akan mempercepat program hilirisasi industri nikel domestik, yang akan menghasilkan produk hilir dengan nilai ekonomis hingga empat hingga lima kali lipat lebih tinggi dari produk hulu.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN