Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Calon Ketua Umum Kadin Indonesia Periode 2021-2026 Anindya Bakrie, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, serta sejumlah pendukung, saat Silaturahmi Nasional, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Silaturahmi ini mengangkat tema Sinergi Pemerintah & Pengusaha Nasional / Daerah dalam Pemulihan Ekonomi, Investasi dan Covid-19. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Calon Ketua Umum Kadin Indonesia Periode 2021-2026 Anindya Bakrie, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, serta sejumlah pendukung, saat Silaturahmi Nasional, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Silaturahmi ini mengangkat tema Sinergi Pemerintah & Pengusaha Nasional / Daerah dalam Pemulihan Ekonomi, Investasi dan Covid-19. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Sinergi Kadin-Pemerintah

Senin, 31 Mei 2021 | 20:50 WIB
Investor Daily

Sudah 14 bulan ekonomi Indonesia dihantam pandemi Covid-19. Dunia usaha nasional belum sepenuhnya bangkit dari keterpurukan. Termasuk juga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Masyarakat yang kehilangan pekerjaan atau penghasilannya berkurang membuat konsumsi anjlok.

Pembatasan mobilitas yang berlangsung hingga kini membuat spending masyarakat merosot dan memukul industri.

Dalam situasi serba sulit seperti itu, pemerintah dan dunia usaha bersatu memerangi Covid. Pemerintah menggelontorkan sejumlah insentif untuk dunia usaha serta menanggung sebagian ke wajiban pajak. Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan stimulus restrukturisasi kredit perbankan dan pembiayaan multifinance. Sedangkan Bank Indonesia terus mengguyur likuiditas dan berbagi beban dengan pemerintah dalam pembiayaan fiskal.

Di sektor kesehatan, Kadin Indonesia bersama BUMN dan pemerintah menginisiasi vaksin gotong royong. Yakni pemberian vaksin kepada karyawan atau keluarganya yang biayanya ditanggung oleh perusahaan, institusi, atau badan hukum yang menaungi pekerja.

Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mengatasi bersama pandemi Covid dan juga dalam berbagi beban merefleksikan sebuah kebersamaan yang layak diapresiasi. Kerja sama yang erat ini sungguh luar biasa. Memang sudah seharusnya pemerintah dan dunia usaha, yang tergabung dalam Kadin Indonesia, saling mendukung dan menjalin kemitraan.

Sesuai dengan posisinya, Kadin adalah mitra pemerintah. Sinergi, kemitraan, dan kebersamaan itulah yang hendak terus diaktualisasikan oleh calon ketua umum Kadin Indonesia periode 2021-2026. Dua calon terbaik akan mem perebutkan posisi puncak dalam sebuah musyawarah nasional (Munas) yang segera di ge lar dalam waktu dekat.

Salah satu kandidat ketua umum, Aninda Novyan Bakrie, yang kini menjabat wakil ketua umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia menyatakan siap bermitra dengan pe merintah. Karena itu, visi-misi yang disampaikan sebagai calon ketua umum pun selaras dengan pemerintah, yakni mewujudkan Indonesia Emas 2045. Indonesia Emas dalam perspektif Andindya adalah Indonesia yang ekonominya mandiri, manusianya berbudaya, dan memiliki politik yang matang.

Untuk menuju ke sana, Kadin Indonesia ingin berkontribusi dari sisi ekonomi bersama Kadin daerah dan berbagai asosiasi. Visi Indonesia 2045 yang dicanangkan pemerintah adalah membawa negeri ini masuk lima kekuatan ekonomi terbesar dunia dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai US$ 7,3 triliun dan pendapatan per kapita mencapai US$ 25.000. Dengan demikian, pada usia seabad setelah Kemerdekaan kelak, Indonesia bisa keluar dari jebakan Negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Visi tersebut dapat dicapai dengan em pat pilar pembangunan. Pertama, pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan teknologi. Kedua, pembangunan ekonomi berkelanjutan. Ketiga, pemerataan pembangunan dan keempat, ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

Sementara itu, Kadin sebagai pendamping pemerintah dalam mewujudkan Visi Indonesia 2045, Anindya mengusung program kerja yang disebut “Pro-Kadin”. Pro artinya Kadin mesti profesional. Kemudian K adalah kelembagaan dan SDM yang kuat. A adalah agrikultur untuk mewujudkan ketahanan pangan, di mana dari program ketahanan pangan ini diharapkan muncul industri.

Selanjutnya D adalah daerah dan UMKM yang modern. Adapun I adalah industrialisasi berorientasi konektivitas infrastruktur dan ekspor. Terakhir N adalah normalisasi kehidupan kemandirian nasional dan kesehatan. Keselarasan antara visi-misi pemerintah dan Kadin yang diusung Anindya adalah sebuah konfirmasi kapasitas dan kompetensi dia untuk membawa organisasi dunia usaha ini menjadi lebih maju, profesional, dan berdaya saing.

Sebagaimana diungkapkan Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani bahwa pengalaman organisasi Anindya di Kadin telah jauh lebih lama dibanding dirinya. Anindya sudah 15 tahun berkiprah di Kadin Indonesia, di mana sekitar 10 tahun di antaranya menjabat sebagai wakil ketua umum bidang organisasi, keanggotaan, dan pemberdayaan daerah (OKP). Tak mengherankan jika Anindya sangat dikenal di kalangan pengurus dan anggota Kadin, baik di pusat maupun di daerah. Mereka rutin berkomunikasi secara intens, lazimnya keluarga.

Atas dasar itu, serta banyaknya dukungan Kadin Daerah dan Asosiasi kepada Anindya, Rosan berharap hal itu mampu memuluskan langkah Anindya menakhodai Kadin. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pun berharap ketua umum terpilih adalah yang benar-benar mengerti Kadin sebagai organisasi dan mampu menjalankan program Kadin secara baik.

Anindya sendiri, jika terpilih sebagai ketua umum, berjanji akan menggalang kerja sama dengan pemerintah, khususnya dalam membantu pemulihan ekonomi nasional, termasuk menyukseskan program vaksinasi dan mendorong implementasi UU Cipta Kerja sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional yang sedang digalakkan pemerintahan Jokowi.

Dia juga bertekad membawa para anggota Kadin di pusat dan daerah naik kelas. Menjelang Munas ini, Kadin diguncang isu untuk memundurkan jadwal sekaligus memindahkan lokasi Munas dari Bali ke Kendari. Padahal, lebih dari 2.000 kamar hotel di Bali telah dipesan dan UMKM Bali telah menyambut dengan suka cita.

Digelarnya Munas Kadin di Bali diharapkan mampu memulihkan ekonomi daerah tujuan wisata nomor satu itu setelah kuartal I-2021 ini terkontraksi 9%. Terlepas motif dan gejolak di dalam yang menyertainya, kita berharap Kadin tetap menjaga kekompakan, soliditas, dan kebersamaan.

Selain itu, Munas diharapkan berlangsung damai, sehat, serta menghasilkan keputusan yang terbaik. Kita juga berharap sosok yang memimpin Kadin dalam lima tahun ke depan benar-benar mampu menjadikan organisasi dunia usaha ini sebagai mitra strategis pemerintah. Sekaligus berjuang bersama pemerintah mengatasi pandemi Covid, memulihkan ekonomi, dan mengawal transformasi ekonomi nasional.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN