Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Simulasi pemberian vaksin Covid-19 di Depok. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Simulasi pemberian vaksin Covid-19 di Depok. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Vaksinasi Bangkitkan Harapan

Senin, 28 Desember 2020 | 14:23 WIB
Investor Daily

Vaksinasi yang akan dimulai Januari 2021 membangkitkan harapan dan optimisme. Meski aktivitas ekonomi masih jauh dari normal, para pelaku bisnis sudah menunjukkan sentimen positif. Harga saham di berbagai bursa dunia, juga indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia naik signifikan.

Di sejumlah negara, vaksinasi sudah dimulai. Di AS, negeri dengan angka positif Covid menembus 18 juta, vaksinasi dila kukan secara dramatis. Vaksin yang disuntikkan ke Joe Biden, presiden AS terpilih disiarkan secara luas oleh media massa. Rakyat AS menyambut antusias vaksin.

Tak pelak lagi, vaksinasi merupakan game changer, faktor utama yang mengubah keadaan dari pesimistis menjadi optimistis, dari putus asa menjadi penuh harapan. Dengan vaksinasi, warga akan terbebas dari serangan pandemi Covid-19 dan juga Covid varian baru yang beberapa pekan terakhir ditemukan di Inggris, Australia, dan di sejumlah negara.

Sebagai negara cukup proaktif dalam mendapatkan vaksin, Indonesia akan memulai vaksinasi Januari 2021. Menjawab keraguan publik, Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah akan memberikan vaksin kepada 70% penduduk Indonesia sesuai standar World Health Organization (WHO) agar tercipta herd immunity atau kekebalan komunitas. Presiden akan menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin.

Dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia 274 juta, warga yang divaksinasi mencapai 192 juta. Setiap penduduk akan dua kali disuntikkan vaksin dengan jarak 14 hari. Dengan target penduduk yang divaksinasi cukup besar, apalagi tempat tinggal penduduk yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara, diperkirakan rampung secepatnya akhir kuartal kedua atau Juni 2021.

Kita mengapresiasi kebi jakan Presiden yang me mutuskan untuk memvaksinasi gratis 70% penduduk. Sebelumnya, jumlah penduduk yang hendak divaksinasi gratis 107 juta orang atau 39% dari total penduduk. Mereka adalah penduduk berusia 18-59, kelompok umur yang dianggap produktif. Sempat tersiar berita simpang-siur, bahwa yang disuntikkan vaksin gratis hanyalah penduduk berusia 18-59 yang tergolong tidak mampu. Sedang penduduk yang memiliki kemampuan ekonomis harus membayar sendiri.

Tapi, kesimpangsiuran ini telah dijawab dengan jelas oleh Presiden Jokowi. Untuk menyuntikkan dua kali vaksin gratis kepada sekitar 192 juta penduduk, pemerintah harus menyediakan pendanaan sekitar Rp 63 triliun hingga Rp 73 triliun. Angka riil bisa jadi kurang dari nilai itu atau sebaliknya, lebih besar. Menilik pentingnya vaksinasi, pemerintah akan all out menyediakan dana untuk vaksinasi.

Meski yang divaksinasi mencapai 70% dari total penduduk, pemerintah akan memprioritaskan warga Indonesia yang berada di garda terdepan dalam memerangi pandemi Covid-9. Mereka adalah tenaga medis dan paramedis, tenaga pendidik, ASN, tokoh masyarakat, dan serta BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang kini jumlah 87 juta. Mereka inilah yang akan divaksinasi lebih dahulu.

Pembuatan vaksin biasanya memakan waktu lima hingga sepuluh tahun. Tapi, pandemi Covid-19 mendorong penemuan vaksin kurang dari setahun. RRT, negeri yang menjadi episentrum pandemic Covid-19, memproduksi banyak vaksin, di antaranya Sinovac, Sinopharm, Zhilei, dan Cansino Biological. AS sudah membolehkan vaksin buatan Pfizer dan Moderna. Inggris sudah memproduksi vaksin Astra Zeneca. Korsel, Jerman, dan sejumlah negara memproduksi sendiri vaksin.

Kalbe Farma bekerjasama perusahaan Korsel, Genoxine, untuk memproduksi vaksin Genexine-GX19.  Vaksin yang segera disuntikkan kepada warga Indonesia adalah vaksin Sinovac, kerja sama perusahaan RRT dengan Biofarma. Vaksin lainnya adalah vaksin buatan Sinopharm, kerja sama Kimia Farma dengan Group 42 Uni Emirat Arab dan RRT. Vaksin Merah-Putih yang dikembangkan Bio Farma baru akan diproduksi massal tahun 2022. Untuk memenuhi standar WHO, vaksinasi terhadap 70% penduduk, Indonesia juga sudah membayar uang muka untuk mengimpor vaksin Astra Zeneca, Inggris.

Pemerintah juga sudah menjalin kerja sama dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) untuk mendapatkan vaksin gratis bagi 20% penduduk. Pandemi Covid-19 tidak otomatis lenyap dengan vaksinasi. Berperilaku sehat dengan disiplin tinggi adalah kunci utama mengatasi pandemi.

Oleh karena itu, disiplin masyarakat tidak boleh kendor. Paling tidak, hingga Juni 2021, setiappenduduk Indonesia ha rus meningkatkan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Sukses memutus rantai penyebaran Covid-19 tidak hanya di tentukan oleh pemerintah, tapi juga seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah lewat Satgas Penanganan Covid-19, Kemenkes, dan kepala daerah harus tegas dan lebih agresif dalam melakukan testing, tracing, dan treatment atau pera wat an, baik perawatan di rumah sakit, dan perawatan di tempat isolasi.

Pastikan, tidak ada pasien Covid-19 berstatus OTG yang tetap berinteraksi dengan warga lain. Jika tidak layak rawat mandiri, pasien harus mendapatkan ruang isolasi. Saat ini, cukup banyak warga yang kesulitan mendapatkan ruang isolasi yang disediakan pemerintah. Pasien yang berat, yang masuk kategori serious case dan critical cases, harus bisa mendapatkan ruang ICU di rumah sakit. Pelayanan yang baik akan membangkitkan harapan dan optimisme akan masa depan.

Ketika banyak negara sudah masuk gelombang kedua dan bahkan gelombang ke tiga, pandemi Covid-19 di Indonesia belum melewati gelombang pertama. Angka positif terus meningkat dengan positivity rate di atas 20%, jauh di atas angka 5% yang menjadi standar WHO.

Dalam sebulan terakhir, kasus positif naik lebih dari dua kali lipat. Perkembangan ini memaksa pemerintah memperketat PSBB. Perjalanan, kunjungan wisata, dan belanja di mal dibatasi. Liburan Natal dan Tahun Baru tidak bisa dimanfaatkan oleh perusahaan ritel, pariwisata, transportasi, dan perhotelan untuk meningkatkan penjualan.

Kita bisa memahami kebijakan pemerintah untuk mencegah lonjakan pasien Covid-19 agar tidak melampaui kapasitas rumah sakit dan ruang isolasi. Sambil menunggu vaksinasi, setiap rakyat Indonesia hendaknya menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin tinggi. Pola hidup ini penting untuk menjaga sentiment postif hingga vaksinasi rampung.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN