Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksinasi massal perdana tahap II di Blok A Tanah Abang. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Vaksinasi massal perdana tahap II di Blok A Tanah Abang. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Vaksinasi Mandiri Percepat Pemulihan

Kamis, 18 Februari 2021 | 08:06 WIB
Investor Daily

Melegakan, Presiden Joko Widodo telah menjamin vaksinasi mandiri bisa dilaksanakan selambatnya awal Maret 2021. Animo tinggi para pengusaha mengikuti program vaksinasi gotong royong juga patut diapresiasi.

Pelaksanaan vaksinasi mandiri ini masih menunggu datangnya vaksin Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan AstraZeneca. Sementara itu, vaksin Covid-19 yang telah digunakan dalam program vaksinasi gratis nasional sejak Januari lalu dari Sinovac.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pun telah memberikan nama-nama perusahaan yang bersedia membeli vaksin mandiri, sehingga begitu tiba, vaksin gotong royong tersebut bisa langsung didistribusikan kepada perusahaan yang memesan. Vaksinasi mandiri ini dilaksanakan oleh rumah sakit yang tidak ditunjuk melakukan vaksinasi gratis.

Selain itu, pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia hanya boleh dilakukan oleh BUMN, PT Bio Farma. Artinya, vaksin mandiri yang diperoleh rumah sakit juga dari Bio Farma. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mencegah pemalsuan vaksin maupun kebocoran.

Pemerintah juga memastikan bahwa vaksinasi gotong royong tidak mengganggu pasokan vaksin gratis. Untuk merek Sinovac, pemerintah menargetkan jumlahnya cukup bagi 125 juta orang. Jumlah ini tidak boleh berkurang.

Vaksinasi mandiri yang dibayar perusahaan untuk para karyawan ini dipastikan akan menjadi solusi untuk mempercepat penanganan Covid-19, sehingga orang kembali normal beraktivitas dan menggerakkan perekonomian. Semangat gotong royong yang ditunjukkan para pengusaha jelas sangat membantu tugas pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi untuk mengatasi pandemi Covid-19, yang meski sudah dipercepat namun tetap masih membutuhkan waktu setidaknya setahun bila hanya dikerjakan oleh pemerintah. Selain itu, partisipasi aktif dunia usaha ini akan meringankan beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang kini sangat berat, sekaligus mempercepat terbentuknya herd immunity atau kekebalan masyarakat.

Oleh karena itu, kita semua harus menghilangkan segala bentuk kecurigaan yang sengaja diembuskan oleh dalang-dalang yang memperkeruh suasana demi kepentingan politik kekuasaan sesat. Sebab, siapa pun yang berpikir sehat seharusnya mendukung program vaksinasi mandiri, yang sejatinya untuk melindungi kepentingan semua rakyat. Apalagi, menteri kesehatan juga sudah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawal pengadaan vaksinasi mandiri. KPK inilah yang meminta vaksin mandiri jangan sama dengan vaksin gratis, untuk mencegah kebocoran.

Program vaksinasi mandiri ini juga mewujudkan semangat gotong royong mengatasi pandemi, di mana perusahaan bersedia membayar untuk karyawan dan keluarganya. Sementara untuk program vaksinasi gratis yang telah dimulai oleh Presiden Januari lalu, semua harus dibayar negara.

Selain itu, warga juga tetap diberikan haknya untuk memilih layanan yang diinginkan di luar program pemerintah. Selama ini, meski sudah menjadi peserta wajib BPJS Kesehatan, tidak semua orang memakainya. Banyak juga yang memilih berobat ke rumah sakit swasta, baik dengan membayar sendiri atau dengan menggunakan asuransi kesehatan.

Selain itu, dengan pelaksanaan vaksinasi mandiri mempercepat program vaksinasi nasional, maka masyarakat akan lebih percaya diri untuk kembali beraktivitas di berbagai sektor. Mobilitas masyarakat ini otomatis memutar kembali roda-roda perekonomian yang sudah setahun macet.

Penanganan pandemi yang lebih baik ini juga dipastikan membangkitkan kembali kepercayaan kelas menengah-atas, yang hingga kini masih menahan belanja. Hal ini tercermin dari simpanan di bank yang justru meningkat double digit selama pandemi.

Belanja kelas menengah-atas itu sangat vital, karena kontribusinya luar biasa besar, mencapai sekitar 83%. Kelas inilah yang royal berbelanja aneka kebutuhan, mulai dari makan-makan di restoran, baju dan berbagai perhiasan, wisata, mobil, hingga investasi properti.

Artinya, percepatan vaksinasi dengan program mandiri akan memulihkan kembali permintaan di dalam negeri, sehingga mendorong produksi barang-barang industri, termasuk industri padat karya. Industri ini sangat dibutuhkan untuk memperkerjakan lagi jutaan orang yang telah kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Apalagi, jumlah angkatan kerja baru kita juga terus bertambah, seiring terjadinya bonus demografi dengan penduduk usia produktif lebih besar.

Oleh karena itu, program vaksinasi mandiri perlu diprioritaskan untuk perusahaan-perusahaan padat karya atau yang menyerap banyak tenaga kerja, seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, elektronik, makanan dan minuman, serta otomotif. Selain itu, sektor transportasi dan logistik, karena pandemi menyebabkan pergeseran seketika dari belanja offline ke online. Artinya, volume pengiriman barang langsung ke konsumen meningkat pesat.

Selain memprioritaskan sektor-sektor yang besar kontribusinya terhadap ekonomi nasional, vaksinasi mandiri harus mengutamakan perusahaan yang berada di zona merah dan padat penduduk. Ini terutama di daerah episentrum pandemi seperti Jabodetabek. Dengan demikian, vaksinasi mandiri dapat mempercepat terbentuknya herd immunity setidaknya mencapai 70% dari total penduduk Indonesia, sesuai standar World Health Organization (WHO).

Karena program vaksinasi mandiri ini ditanggung oleh masing-masing perusahaan, maka pemerintah juga perlu memberikan insentif fiskal, terutama yang dibutuhkan untuk menggerakkan kembali industri. Ini misalnya pemberian penjaminan kredit modal kerja bagi perusahaan yang melaksanakan vaksinasi mandiri. Dengan demikian, dana perbankan yang selama pandemi banyak tertahan juga bisa disalurkan kembali lewat kredit modal kerja dan ekonomi cepat pulih.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN