Menu
Sign in
@ Contact
Search

Krisis Bahan Baku Juga Dialami Pemain Besar

Jumat, 19 Agustus 2016 | 11:57 WIB

Jonatan Handojo mengungkapkan, krisis bahan baku juga dialami dialami pemain besar PT Krakatau Posco (KS Posco). Perusahaan patungan Pohang Iron and Steel Company (Posco) dan KS ini sudah tidak mendapatkan pasokan bijih besi lokal. KS Posco terpaksa mengimpor bijih besi dari tambang besi milik Posco di Australia untuk memproduksi pig iron.


“Padahal, manajemen KS Posco menargetkan penggunaan bijih besi lokal mencapai 30% dari total kebutuhan,” ucap dia.


Untuk kasus smelter timah, menurut Handojo, krisis bahan baku dipicu aksi penyelundupan secara besar-besaran. Indikasi ini terlihat pada tingginya volume penjualan timah asal Malaysia dan Thailand di London Metal Exchange (LME). Padahal, industri timah dua negara itu telah tutup sejak 10 tahun silam.


“Indonesia disebut produsen timah terbesar dunia, dengan produksi 60 ribu ton per tahun dari 24 smelter. Tapi mengapa di LME yang banyak justru timah yang distempel asal Thailand dan Malaysia? Ini merupakan pertanyaan besar. Bisa jadi timah dua negara itu barang selundupan asal Indonesia,” papar dia.


Industri smelter mangan, kata dia, juga kesulitan bahan baku. PT Indotama Ferro Alloys, perusahaan smelter mangan berbasis di Purwakarta, Jawa Barat, kini hanya berproduksi selama sepekan dalam sebulan. Pasokan bahan baku mangan dari Nusa Tenggara Timur seret, sejak pengiriman mangan dilarang dilakukan di Pelabuhan Kupang, karena dinilai merusak lingkungan.


Handojo menjelaskan, saat ini pengiriman mangan ke Purwakarta dilakukan di Pelabuhan Wini, yang letaknya jauh dari pertambangan mangan di Kupang. Akibatnya, ongkos produksi membengkak. Pemilik tambang tidak bisa meraih margin besar dengan pola pengiriman seperti ini. Nasib serupa dialami PT Monokem Sur ya, pemilik smelter zirkon di Karawang, Jawa Barat.


“Perusahaan ini sulit mendapatkan pasokan bahan baku lantaran maraknya penyelundupan zirkon ke Tiongkok,” kata Handojo. (rap/lm/gor)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/perusahaan-nikel-berebut-bahan-baku/148466

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com