Menu
Sign in
@ Contact
Search

Richard Adkerson Nyatakan Kondisi Force Majeur

Selasa, 21 Februari 2017 | 11:03 WIB

Pada bagian lain, Richard Adkerson mengungkapkan pihaknya menyatakan kondisi force majeur lantaran hingga saat ini belum bisa mengekspor konsentrat.

 

Terhambatnya ekspor membuat tempat penyimpanan konsentrat sudah tak lagi mampu menampung produksi konsentrat. Pasalnya 40% hasil produksi tidak terserap PT Smelting di Gresik, Jawa Timur akibat terjadinya aksi pemogokan.

 

Smelting merupakan smelter yang memurnikan konsentrat tembaga Freeport dengan kapasitas satu juta ton. Hal ini memaksa Freeport untuk menghentikan operasi produksi pada 17 Februari kemarin.

 

Dia menuturkan, bila Smelting beroperasi kembali maka produksi konsentrat akan disesuaikan dengan kebutuhan smelter. Artinya, pengurangan produksi konsentrat itu membuat hampir 50%, investasi berkurang, belanja barang dalam negeri berkurang, dan pengurangan kontraktor terjadi.

 

Pengurangan pekerja itu, kata Richard, mulai dilakukan pada pecan depan. Pengurangan berlaku bagi pekerja ekspatriat maupun pekerja Indonesia. Dia menjelaskan, 98% pekerja Freeport merupakan orang Indonesia, yang mayoritas dari Papua. Ada 32.000 pekerja di tambang, dan 12.000 orang merupakan karyawan langsung. (es/hg)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com