Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

2021, Interkoneksi 500 kVA Lampung-Banda Aceh Rampung

Gora Kunjana, Senin, 23 Oktober 2017 | 04:18 WIB

JAKARTA - Sistem jaringan listrik tegangan 500 kVA dari Lampung hingga Banda Aceh akan terkoneksi pada 2021 guna menunjang infrastruktur bagi industri pariwisata yang akan ditawarkan.

 

Hal tersebut dikemukakan Staf Ahli Bidang Investasi dan Pengembangan Infrastruktur Kementerian ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, mewakili Wakil Menteri ESDM, di Padang, Sumatera Barat pada acara Regional Investment Forum (RIF) yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Pariwisata (KemenPar), belum lama ini.

 

Lebih lanjut Prahoro menjelaskan, kebutuhan listrik akan berlipat ganda hingga 2026, sehingga sebanyak 21 Gigawatt (GW) akan menambah kapasitas daya listrik di wilayah Sumatera hingga 2026. “Tambahan ini akan menambah total kapasitas kelistrikan di wilayah Sumatera menjadi 43 GW,” ujar Prahoro.

 

Prahoro menjelaskan, Kementerian ESDM juga telah mengeluarkan Permen ESDM Nomor 38 Tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan Indonesia. Permen ini juga akan mengakomodir investor atau perusahaan swasta diperbolehkan untuk membangun jaringan listrik sendiri yang terpisah dari PLN.

 

Salah satu kebijakan Kementerian ESDM untuk mendukung delapan destinasi pariwisata yang ditawarkan dalam kegiatan RIF, enam diantaranya merupakan distinasi prioritas, sedangkan dua diantaranya berlokasi di Padang yakni kawasan wisata Terpadu Gunung Padang dan Kawasan Wisata Bahari Pantai Mandeh.

 

“Dari enam destinasi prioritas tersebut, tiga diantaranya telah memiliki proyek-proyek yang ready to offer, diantaranya Danau Toba ada lima proyek dengan estimasi nilai proyek USD 2,3 miliar”, ungkap Kepala BKPM, Thomas Lembong.

 

Ia mengungkapkan sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang tumbuh di level 35- 40% jauh diatas pertumbuhan investasi nasional yang per tahunnya di level 12-14%.

 

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menambahkan potensi devisa dari sector pariwisata diperkirakan mencapai Rp 260 Triliun, artinya sektor ini akan menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia di masa mendatang. (es)

BAGIKAN