Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Pompa minyak beroperasi di Willow Springs Park di Long Beach, California, AS. (Foto: Apu GOMES / AFP)

Ilustrasi: Pompa minyak beroperasi di Willow Springs Park di Long Beach, California, AS. (Foto: Apu GOMES / AFP)

Minyak Naik ke Level Tertinggi 6 Minggu, Khawatir  Pasokan AS

Selasa, 14 September 2021 | 06:46 WIB
S.R Listyorini

Investor.id – Harga minyak naik ke level tertinggi enam minggu pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Pasar mencermati produksi AS masih lambat untuk kembali normal dua minggu setelah Badai Ida menghantam Pesisir Teluk dan kekhawatiran badai lain dapat mempengaruhi produksi di Texas minggu ini.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November terangkat 59 sen atau 0,8% menjadi US$ 73,51 per barel, merupakan penutupan tertinggi sejak 30 Juli.

Sementara itu harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober bertambah 73 sen atau 1,1% menjadi US$ 70,45 per barel, merupakan penutupan tertinggi sejak 3 Agustus.

Kenaikan harga minyak terjadi meskipun Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan permintaan minyak dunia untuk kuartal terakhir 2021 karena varian Delta Virus Corona.

“Dampak Badai Ida berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan pasar dan karena beberapa kapasitas produksi minyak masih ditutup minggu ini,” kata Analis Pasar Minyak Rystad Energy, Nishant Bhushan.

Pusat Badai Nasional AS memproyeksikan Badai Tropis Nicholas akan menghantam sepanjang pantai Texas Selatan pada Senin waktu setempat dan mendarat di dekat Corpus Christi malam hari.

Royal Dutch Shell mulai mengevakuasi staf dari anjungan minyak Teluk Meksiko AS dan perusahaan-perusahaan lain mulai bersiap menghadapi angin topan.

Meskipun OPEC mengatakan pemulihan permintaan minyak lebih lanjut akan tertunda hingga tahun depan ketika konsumsi akan melebihi tingkat pra-pandemi, analis mencatat OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, masih meningkatkan produksi.

Selain perkiraan permintaan OPEC, faktor bearish lainnya membebani kenaikan harga minyak pada Senin (13/9/2021), potensi peningkatan pasokan dari rencana pelepasan minyak dari cadangan strategis di Amerika Serikat dan China, serta kemungkinan Iran menjual minyak ke dunia lagi.

Produksi minyak AS dari tujuh formasi serpih utama diperkirakan akan meningkat sekitar 66.000 barel per hari pada Oktober menjadi 8,1 juta barel per hari, tertinggi sejak April 2020, menurut laporan produktivitas pengeboran bulanan Badan Informasi Energi.

Para pedagang mencatat rencana pelepasan minyak dari cadangan strategis China dapat meningkatkan pasokan yang tersedia di konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu.

Pemerintah AS setuju untuk menjual minyak mentah dari cadangan darurat negara itu kepada delapan perusahaan termasuk Exxon Mobil, Chevron dan Valero, di bawah lelang yang dijadwalkan untuk mengumpulkan uang buat anggaran federal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN