Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
LoI ditandatangani oleh Duta Besar Perancis, Olivier Chambard, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo, Country Director Agence Fran

LoI ditandatangani oleh Duta Besar Perancis, Olivier Chambard, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo, Country Director Agence Fran

Prancis Siap  Kucurkan 520 Juta Euro Untuk Percepat Transisi Energi Hijau di Indonesia

Rabu, 24 November 2021 | 22:53 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id  -  Pemerintah Prancis siap mengucurkan dana sebesar 520 juta euro untuk mempercepat transisi energi hijau di Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan  penandatangan Letter of Intent (LoI) antara Prancis dan Indonesia mengenai Kerja sama Percepatan Transisi Energi di Indonesia untuk meningkatkan kemitraan dan implementasi berbagai program strategis sektor energi di Indonesia.

LoI ditandatangani oleh Duta Besar Perancis, Olivier Chambard, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo, Country Director Agence Française de Développement, Emmanuel Baudran, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Zulkifli Zaini, Selasa (24/11/2021).

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo dalam keterangannya Rabu (24/11/2021) mengatakan telah membuka akses Prancis untuk  berinvestasi di proyek-proyek prioritas energi terbarukan dan mendoromg Prancis menyiapkan innovative financing bersama mitra lokal di Indonesia.

AFD telah memobilisasi berbagai instrumen finansial termasuk bantuan teknis untuk mendukung Indonesia dengan total dana program percepatan transisi energi senilai 520 juta euro.

Basilio menyampaikan LoI ini akan mampu mempercepat implementasi transisi energi yang semula berbasis fosil menjadi energi baru terbarukan yang berkelanjutan dan bersih. Ini akan membuat Indonesia jadi salah satu global key player dalam transisi energi di dunia.

LoI ini memuat  antara lain skema pinjaman konsesi pengembangan kebijakan Sustainable and Inclusive Energy Programme; Pinjaman konsesi kepada PLN untuk proyek transmisi dan distribusi, hibah untuk tenaga ahli dan studi kelayakan, termasuk kredit kepada bank milik negara untuk proyek pembangkit listrik tenaga mini hidro dan energi terbarukan lainnya.

Penandatanganan LoI disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian.
Penandatanganan LoI disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian.

Penandatanganan LoI disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian.

Menko Marves mendukung penuh kerja sama ini. Kepada Menteri Prancis Jean-Yves Le Drian, Luhut B Pandjaitan menyatakan bahwa kerja sama antar kedua negara penting bukan hanya di sektor energi namun juga sektor ekonomi, kesehatan, IT industri, pertahanan, kemaritiman, dan lingkungan.

Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian menyatakan kesiapannya dalam hal penanaman investasi terutama di bidang kesehatan dan energi energi terbarukan.

“Transformasi dan inovasi teknologi dalam bidang energi sangat penting dan untuk itu investasi dalam dua bidang ini akan kami lakukan di Indonesia. Hal ini didasarkan pada berbagai capaian Indonesia di bawah kepemimpinan Menko Luhut baik dalam penangan Covid-19 di tingkat nasional dan berbagai strategi program di bidang energi, termasuk kesepakatan internasional para pemimpin dunia untuk menurunkan emisi karbon saat G20 di lalu” ujar Basilio.  

Penandatanganan LoI disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian.
Penandatanganan LoI disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian.

Apresiasi kepada Pemerintah Indonesia disampaikan oleh Menlu Prancis, karena keseriusan Indonesia melakukan transisi energi.

“Saya sangat mengapresiasi keseriusan Indonesia yang terus melakukan transisi energi, misalnya mengganti sumber energi fosil seperti batubara menjadi energi listrik berbasis teknologi bersih. Saya rasa Prancis bisa ikut ambil bagian dalam percepat transformasi ini," katanya.

"Saya yakin akan banyak perusahaan Prancis yang ingin melakukan investasi di Indonesia terutama dalam bidang baterai mobil listrik,” tambah Menlu Jean-Yves Le Drian.

Undangan Menko Luhut kepada pihak Prancis terkait penanaman investasi di Indonesia telah ada sejak lama, bahkan sudah dibicarakan antara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

LoI ditandatangani oleh Duta Besar Perancis, Olivier Chambard, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo, Country Director Agence Fran
LoI ditandatangani oleh Duta Besar Perancis, Olivier Chambard, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo, Country Director Agence Fran

Lebih lanjut, Menko Luhut juga mengingatkan adanya potensi kerja sama kemaritiman yang mengedepankan konsep  hijau.

“Kami menyambut Prancis sebagai mitra strategis untuk mengembangkan industri berteknologi bersih dan berkelanjutan di Indonesia terutama di industri kemaritiman," ujar Luhut.

Ke depan, lanjut dia, kegiatan/proyek kerja sama lebih rinci yang dilaksanakan  Prancis dan Indonesia dalam LoI ini akan dituangkan pada perjanjian yang terpisah antara Prancis dan Indonesia sehingga makin konkret.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN