Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo saat groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, Senin 24 Januari 2022.

Presiden Joko Widodo saat groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, Senin 24 Januari 2022.

Wujudkan Kemandirian Energi Indonesia,

Pertamina Siap Mulai Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi DME

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:36 WIB

TANJUNG ENIM, investor.id - Menjalankan arahan Presiden Joko Widodo, PT Pertamina (Persero) memastikan komitmen dan kesiapannya untuk memulai pelaksanaan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Proyek kerja sama strategis antara PT Bukit Asam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan Air Product Chemicals, Inc (APCI), ini dalam rangka meningkatkan kemandirian energi Indonesia melalui penggunaan sumber daya alam dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada impor Liquid Petroleum Gas (LPG) di Indonesia yang saat ini mencapai 80% dari total konsumsi LPG nasional atau sekitar 6,4 juta ton dari 7,95 juta ton LPG. 

Hal ini pun ditegaskan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya, sekaligus menyampaikan kegembiraannya karena groundbreaking proyek hilirisasi batubara ke DME dapat dimulai Senin (24/1). 

Dalam Rencana Energi Nasional (RUEN), DME memang telah diproyeksikan akan menjadi salah satu energi alternatif pengganti LPG sebagai energi rumah tangga. Dan proyek hilirisasi batu bara merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang akan mengubah batu bara kalori rendah dengan memanfaatkan batubara kalori rendah yang merupakan sumber daya dalam negeri dan selama ini belum terkomersialisasi secara optimal, menjadi produk akhir yang bernilai tinggi. 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati yang turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kegiatan groundbreaking proyek tersebut mengatakan, Pertamina mendukung penuh upaya Pemerintah dalam meningkatkan penggunaan  sumber energi dalam negeri sekaligus pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk mewujudkan kemandirian energi Nasional.  

"Setelah Pertamina sukses menjalankan program Pemerintah B30 yang menggunakan sumber energi dari kelapa sawit yang berlimpah di Indonesia,  ke depan Pertamina akan menyerap DME dari batu bara dalam negeri yang akan dihasilkan oleh fasilitas pengolahan DME di Tanjung Enim ini. Diestimasikan akan mengurangi impor LPG mencapai Rp7 triliun per tahun," jelas Nicke.  

Dalam kerja sama tersebut, PTBA akan menyediakan batu bara kalori rendah untuk diproses menjadi DME selama durasi proyek. Sedangkan APCI akan membangun dan mengoperasikan fasilitas pengolahan DME dengan menggunakan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) pertama di  Indonesia untuk proyek batu bara sehingga dapat mengurangi emisi karbon dan proses gasifikasi batu bara menjadi lebih ramah lingkungan.

Adapun Pertamina, kata Nicke, akan menyiapkan infrastruktur hilir dan melaksanakan pendistribusian DME ke masyarakat. Untuk menjalankan penugasan pemerintah dalam pendistribusian DME ke masyarakat, Pertamina akan mengoptimalisasi penggunaan infrastruktur LPG eksisting dan akan tetap memperhatikan produksi LPG domestik eksisting. Rencananya, produk DME Tanjung Enim ini akan digunakan untuk mengisi kebutuhan energi rumah tangga di wilayah Sumatera bagian selatan, mulai dari Riau hingga ke Lampung.

“Selain mengurangi impor LPG, Proyek DME Tanjung Enim ini merupakan Proyek Strategis Nasional yang diharapkan juga membuka lapangan kerja baru dan membangun ekonomi di wilayah Sumatera Selatan,” tutup Nicke.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN