Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Produksi PT Timah Tbk, Purwoko

Direktur Produksi PT Timah Tbk, Purwoko

Timah akan Optimalkan Hiliriasi Lewat Anak Usaha

Kamis, 23 Juni 2022 | 06:08 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

PANGKALPINANG, investor.id – PT Timah Tbk akan meningkatan kegiatan hilirisasi produk utama timah. Hal ini untuk merespon rencana pelarangan ekspor timah tahun ini.

Dihentikannya ekspor mineral itu dinilai akan mendorong terjadinya hilirisasi yang memberikan nilai tambah maksimal bagi dalam negeri. PT Timah Tbk yang memiliki Kode Saham TINS saat ini memproduksi dan mengolah timah untuk diekspor memenuhi kebutuhan timah global.

“Sebagai BUMN kita akan terus mendukung program pemerintah, kita memiliki strategi itu fokus untuk mengatur industri hilir agar added value bagi dalam negeri,” kata Direktur Produksi PT Timah Tbk, Purwoko di TINS Gallery, Pangkal Pinang, Rabu Malam (22/6).

Diketahui, TINS sudah  sejak lama melakukan hiliriasi timah dengan mendirikan anak usaha PT Timah Industri pada tahun 1998. Sejak 2010, PT Timah Industri memproduksi tin chemical dan kemudian tin solder pada tahun 2015.

Baca juga Harga Komoditas Melejit, PT Timah (TINS) Setor Rp776 Miliar ke Negara pada 2021

Timah Industri memiliki 3 pabrik kimia dan 1 pabrik tin solder yaitu Stannic Chloride (SnCl4) berkapasitas 3.000 ton dengan merek BANKASTANNIC, Dimethyltin Dichloride (DMT) berkapasitas 8.000 ton dengan merek BANKASTAB DMT Series, kemudian, Methyltin Stabilizer (MTS) berkapasitas 10.000 ton dengan merek BANKASTAB MT Series, dan tin solder berkapasitas 2.000 ton dengan merek BANKAESA.

Produk tin solder digunakan pada industri elektronik dan otomotif, sedangkan tin chemical digunakan pada industri Polyvinyl chloride (PVC) sebagai bahan aditif tin stabilizer untuk pembuatan pipa konstruksi, profile, plastik PVC transparan dan lainnya. 

 Baca juga Target Reklamasi PT Timah Tahun Ini Tenggelamkan 1.920 Unit Artificial Reef

Menurut dia, Timah Idustri perlu memperbesar kemampuan produksi tin chemical dan tin solder setidaknya dua kali lipat demi mendukung kelancaran hilirisasi dan pelarangan ekspor timah.

Direktur SDM PT Timah Tbk, Yenita dan  Direktur Produksi PT Timah Tbk, Purwoko
Direktur SDM PT Timah Tbk, Yenita dan Direktur Produksi PT Timah Tbk, Purwoko

Saat ini, Timah Industri memiliki pabrik tin chemical dan tin solder yang berlokasi di Cilegon, Banten. Adapun kapasitas terpasang pabrik tersebut yakni 10.000 ton per tahun untuk tin chemical dan 4.000 ton per tahun untuk tin solder.

“Di tahun lalu, produksi tin chemical kami sekitar 7.000 ton, sedangkan tin solder sekitar 2.000 ton,” kata Purwoko.

Seperti diketahui,  PT Timah Tbk pada kuartal pertama 2022 bisa  membukukan laba Rp 601 miliar.  

"Kita berharap harga komoditas masih bisa terus tinggi, sehingga juga berdampak pada kinerja  perusahaan. Untuk menggenjot kinerja perusahaan, PT Timah Tbk juga menambah armada kapal isap  produksi sebanyak enam unit untuk meningkatkan produksi di laut," katanya.  

Dengan semakin baiknya kinerja PT Timah Tbk, tentunya sebagai perusahaan negara ini memberikan  dampak kepada negara melalui pajak, PNBP, dan royalti. PT Timah Tbk tahun 2021 menyetorkan pajak  dan PNBP sebesar Rp776 Miliar dan di tahun 2022 tins menargetkan pajak dan PNPB PT Timah Tbk  mencapai Rp 1, 90 Trilyun. 

Sebelumnya, Pemerintah berencana melarang ekspor timah. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, rencana untuk menghentikan ekspor timah tersebut akan dilakukan tahun ini.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan, pihaknya kini tengah mempersiapkan sejumlah dokumen terkait timah untuk disampaikan kepada Presiden Jokowi.

"Terus terang kami sedang menyiapkan bahan untuk Menteri ESDM (untuk) menyampaikan informasi dan data apa yang terjadi dengan timah di Indonesia. Sehingga nanti saat dibuat keputusan, kondisi terbaiklah yang terjadi," kata Ridwan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (21/6).

Ridwan melanjutkan, saat ini setidaknya 98% balok timah yang diproduksi di Indonesia masih diperuntukkan untuk pasar ekspor. Hanya 2% sisanya yang diperuntukkan untuk pasar dalam negeri.

Dengan kondisi tersebut, Ridwan menilai perlu ada investasi masif untuk membangun industri pengolahan di dalam negeri jika nantinya ekspor timah dilarang. Kementerian ESDM mencatat, jumlah cadangan logam timah Indonesia mencapai 2,88 juta ton.

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN