Menu
Sign in
@ Contact
Search

PLN Jual Listrik ke Krakatau Posco Rp810/Kwh

Jumat, 17 Februari 2012 | 13:08 WIB
Antara (redaksi@investor.id)

JAKARTA - PT PLN (Persero) menyepakati penjualan listrik ke pabrik baja di Cilegon, PT Krakatau Posco dengan tarif sebesar Rp810 per kWh. Tarif tersebut sudah merupakan harga keekonomian di sistem Jawa-Bali.

"Konsekuensinya, kami memberikan layanan dengan kualitas dan garansi yang premium," kata Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin di Jakarta, Jumat usai penandatanganan kesepakatan penjualan listrik berdaya 165 MVA dengan Posco tersebut.

Menurut dia, harga jual listrik memakai tarif tunggal yakni berlaku sama baik saat beban puncak maupun di luar beban puncak.

Dengan skema tersebut, maka rekening listrik per bulan yang akan diterima PLN dari Posco mencapai Rp53 miliar per bulan pada kapasitas penuh 165 MVA.

Namun konsekuensinya, PLN akan mesti membayar denda ke Posco sebesar satu persen dari nilai rekening per bulan atau Rp530 juta setiap satu kali pemadaman per bulan.

Untuk jumlah pemadaman hingga dua kali atau lebih per bulan, PLN akan didenda 1,5%.

Kesepakatan jual beli tenaga listrik PLN-Posco tersebut berlangsung selama 10 tahun dan bisa diperpanjang kembali.

Daya terbesar
Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun menambahkan, pasokan 165 MVA tersebut menjadikan Posco sebagai pelanggan PLN dengan daya terbesar. "Sebelum ini, pelanggan terbesar kami berdaya 75 MVA," katanya.

Menurut dia, dalam sembilan bulan ke depan, PLN akan menyelesaikan pekerjaan transmisinya, sehingga November 2012 mulai memasok ke Posco sebesar 80 MVA, lalu 100 MVA pada Juli 2013 dan terakhir 165 MVA pada Januari 2014.

Ia juga mengatakan, setelah kesepakatan ini, pekan depan, PLN-Posco akan menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik.

Harga Rp810 per kWh, lanjut Benny, sudah merupakan keekonomian di sistem Jawa-Bali dengan biaya pokok penyediaan (BPP) sekitar Rp700 per kWh.

Sementara, Direktur Utama Krakatau Posco, Kim Dong-Ho mengatakan, pabriknya akan beroperasi terus-menerus 24 jam selama 30 tahun, sehingga pasokan listrik menjadi sangat penting. "Kami harapkan setelah beroperasi pada Desember 2013, pasokan listrik stabil dan berkualitas prima," katanya.

Menurut dia, kapasitas pabrik direncanakan mencapai tiga juta ton per tahun. Pembangunan pabrik dibagi menjadi fase pertama senilai US$ 2,66 miliar dan kedua sekitar tiga miliar dolar. "Jadi, totalnya US$ 6 miliar," ujarnya.

PLN membagi layanan premium menjadi kategori platinum dengan harga listrik Rp810 per kWh dan gold Rp745 per kWh. (ant/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com