Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seseorang ketika menggunakan fasilitas Electric Vehicle (EV) Charging Station di Senayan Park, Jakarta. (B-Universe Photo/Ruht Semiono)

Seseorang ketika menggunakan fasilitas Electric Vehicle (EV) Charging Station di Senayan Park, Jakarta. (B-Universe Photo/Ruht Semiono)

Pemerintah Perlu Guyur Insentif untuk Proyek Mobil Listrik

Selasa, 17 Jan 2023 | 22:12 WIB
Tri Listiyarini (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id–Pemerintah perlu mengguyur berbagai insentif untuk pengembangan kendaraan atau mobil listrik (electric vehicle/EV) di Tanah Air. Insentif itu di antaranya pemangkasan bea impor untuk bagian-bagian kendaraan EV yang belum diproduksi di dalam negeri, pengurangan pajak kendaraan, bahkan keringanan biaya parkir dan juga bebas ganjil genap.

Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan, persoalan yang dihadapi dalam pengembangan EV di Tanah Air saat ini adalah harga jual yang masih mahal. Karena itu, pembangunan ekosistem EV yang dilakukan pemerintah selain harus dipercepat juga harus diarahkan pada upaya-upaya yang mampu menurunkan harga kendaraan EV. "Yang jelas, harga kendaraan EV harus dibuat lebih terjangkau dulu dari harga yang berlaku saat ini. Karena, masyarakat kita itu masih sangat sensitif terhadap harga ketimbang lingkungan hidup. Jadi, soal harga jual EV ini harus jadi prioritas pemerintah, bagaimana menurunkannya," kata Eddy saat dihubungi Investor Daily, Senin (16/01/2023).

Pemerintah bisa memberikan bantuan atau insentif agar pembangunan ekosistem EV yang mengarah pada penurunan harga jual EV terealisasi. Strategi yang bisa ditempuh pemerintah, di antaranya memberikan insentif fiskal berupa keringanan bea impor untuk bagian-bagian kendaraan EV yang belum diproduksi di dalam negeri, keringanan pajak kendaraan, bahkan keringanan biaya parkir dan juga bebas ganjil genap.

Kemudian, untuk after sales service dan penggantian baterai harus dilakukan sedemikian rupah sehingga harga relatif murah. “Diperlukan juga adanya second hand market untuk EV yang cukup likuid agar konsumen tidak perlu khawatir dengan ungkapan soal EV yakni mudah membelinya tapi sulit dijual. Jadi, untuk sementara dukungan pemerintah diperlukan untuk menurunkan harga jual, termasuk juga bagaimana menurunkan biaya pemasangan instalasi pengisian baterai untuk pelanggan rumah tangga,” papar Eddy.

Advertisement

 

 

 

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com