Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pemandangan pom bensin produsen minyak Rusia Gazprom Neft dan bangunan tempat tinggal bertingkat tinggi yang sedang dibangun di Moskow, Rusia pada 12 Januari 2023. (Foto: Natalia KOLESNIKOVA / AFP)

Pemandangan pom bensin produsen minyak Rusia Gazprom Neft dan bangunan tempat tinggal bertingkat tinggi yang sedang dibangun di Moskow, Rusia pada 12 Januari 2023. (Foto: Natalia KOLESNIKOVA / AFP)

IEA Harapkan Rusia Kalah dalam Pertempuran Energi karena Sulit Ekspor

Rabu, 18 Jan 2023 | 22:14 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

DAVOS, investor.id – Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol yakin Rusia akan kalah dalam perang energinya dengan Barat. Ia mengatakan pembelian minyak mentah oleh Tiongkok dan India kemungkinan akan gagal mengimbangi penurunan pengiriman ke Eropa.

“Eropa mengalami masalah ekonomi yang besar. Tetapi bagi Rusia, Eropa adalah klien yang sangat, sangat penting,” kata Birol kepada Joumanna Bercetche dari CNBC di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss pada Rabu (18/1).

Pekan lalu, analisis independen dari Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih menunjukkan pendapatan dari ekspor bahan bakar fosil Rusia anjlok pada Desember 2022. Hal ini secara signifikan menghambat kemampuan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membiayai perang di Ukraina.

Baca juga: Kissinger Dukung Ukraina Masuk NATO, Rusia Perlu Ikut Sistem Internasional

Advertisement

Laporan lembaga pemikir Finlandia menemukan bulan pertama larangan Uni Eropa (UE) atas impor minyak mentah Rusia melalui laut dan batas harga yang diterapkan negara G7 telah merugikan Rusia sekitar 160 juta euro (US$ 173,4 juta) per hari.

Dikatakan bahwa langkah-langkah negara Barat sebagian besar bertanggung jawab atas penurunan 17% pendapatan Rusia dari ekspor bahan bakar fosil pada bulan terakhir tahun lalu. Seorang juru bicara Kementerian Keuangan Rusia tidak menanggapi ketika diminta untuk mengomentari temuan laporan tersebut.

Birol menggambarkan Rusia sebagai “pengekspor energi nomor satu ke dunia” sebelum serangan besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Sekitar 75% dari ekspor gas Rusia dan 55% dari ekspor minyaknya pergi ke Eropa, kata Birol, sebelum UE berusaha untuk segera melepaskan diri dari bahan bakar fosil Rusia.

Baca juga: Presiden Ukraina Setujui Sanksi Atas 198 Tokoh Budaya dan Media Rusia

“Jadi, mencari klien gas dan minyak dengan begitu mudahnya menggantikan Eropa akan sangat sulit,” ujarnya.

“Saya tahu ada beberapa negara di Asia, (seperti) Tiongkok dan India, yang diuntungkan dari situasi ini, dan mereka membeli banyak minyak Rusia. Tetapi saya akan sangat berhati-hati untuk percaya impor negara-negara tersebut akan, baik dalam hal volume maupun pendapatan, digabungkan dengan apa yang dilakukan Eropa,” tambah Birol.

“Rusia akan menghadapi kesulitan besar baik untuk ekspor minyak dan gas dan, dalam pandangan saya, ketika kita melihat beberapa kuartal dan tahun ke depan, Rusia akan kalah dalam pertarungan energi,” kata Birol.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com