Menu
Sign in
@ Contact
Search

PGN Butuhkan Gas dari Sumur Benggala

Jumat, 19 Juli 2013 | 13:02 WIB
Antara (redaksi@investor.id)

MEDAN-PT Perusahaan Gas Negara membutuhkan pasokan gas dari Sumur Benggala, Langkat, yang diproduksi PT Pertamina EP untuk memenuhi kebutuhan energi industri pelanggan di Sumatera Utara.

"Masih hanya itu (Sumur Benggala) yang sudah tampak di depan mata untuk bisa memenuhi sebagian kebutuhan industri di Sumut yang dewasa ini sedang krisis gas. Makanya harapan PGN sangat besar kepada gas Sumur Benggala itu," kata General Manager PT PGN Strategis Bisnis Unit (PGN SBU) III Mugiono di Medan, Jumat (19/7).

Karena itu, ketika manajemen mendapat informasi ada hambatan PT Pertamina EP dalam pemasangan pipa di kawasan Langkat, perusahaan berharap masalah itu dapat diselesaikan.

Dewasa ini, kata dia, akibat terhentinya pasoan dari perusahaan pemasok, PGN hanya bisa menyalurkan gas sekitar 7 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dari kebutuhan yang sekitar 22 mmscfd.

"PGN menyadari kesulitan perusahaan dan manajemen sedang terus berupaya agar masalah itu bisa diatasi antara lain dengan adanya pasokan gas dari Sumur Benggala itu," katanya kepada Antara.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Parlindungan Purba yang dikonfirmasi, Jumat, mengakui juga , adanya laporan tentang hambatan pemasangan pipa di Langkat sehingga menyebabkan rencana penyaluran gas oleh PT Pertamina EP bisa menjadi molor dari rencana Juli ini.

Hambatan karena Pemkab Langkat menghentikan pembangunan /pemasangan pipa Pertamina EP karena izin mendirikan bangunan, gangguan dan lainnya belum keluar.

"Saya sebagai Ketua Apindo dan anggota DPD RI utusan Sumut akan membicarakan hambatan itu ke Bupati Langkat. Saya yakin Bupati Langkat bisa memahami dan akan mendukung penuh kinerja PT Pertamina EP dalam upaya mengatasi krisis gas di industri Sumut,"katanya.

Parlindungan mengakui, seyogianya, semua asosaisi terkait dan DPD RI, Jumat (19/7) akan bersama-sama menjumpai Bupati Langkat, tetapi batal dengan segala pertimbangan.

"Yang pasti kasus hambatan pemasangan pipa di Langkat itu akan dibicarakan segera dengan Bupati Langkat,"katanya.

Manajer Humas PT.Pertamina EP, Agus Amperianto, Kamis (18/7) ketika dikonfirmasi juga membenarkan terhentinya pemasangan "flow line" berdiameter 6 inchi oleh Pemkab Langkat dengan alasan tidak memiliki izin lokasi, izin gangguan, galian pipa dan izin mendirikan bangunan.

Akibatnya, kata dia, dari seharusnya pengerjaan proyek pipa untuk distribusi gas itu sudah rampung 90 persen, nyatanya jadi baru 64 persen.

"Kami tidak memiliki interest apapun untuk menyegerakan POP (put on production) Sumur Benggala yang merupakan temuan eksplorasi yang sangat potensial untuk menutupi "shortage" gas pada kegiatan industri di Sumut," katanya.

Harapan percepatan POP sebetulnya sudah memperoleh rekomendasi Gubernur Sumut, persetujuan SKK Migas dan Kementerian Kehutanan khususnya yang melintasi wilyah kawasas hutan di Langkat.

Dia menegaskan, aliran gas 5-10 mmscfd pada pipa dari Sumur Gas Benggala itu sangat membantu mengatasi krisis gas di Sumut.(*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com