Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja membersihkan sisa CPO ( crude palm oil) di sebuah kapal tongkang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto ilustrasi: dok.Investor Daily

Pekerja membersihkan sisa CPO ( crude palm oil) di sebuah kapal tongkang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto ilustrasi: dok.Investor Daily

7 Perusahaan Sawit Tertarik Bangun Kilang Green Diesel

Rangga Prakoso, Selasa, 3 Desember 2019 | 19:44 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan tujuh perusahaan sawit tertarik membangun kilang green diesel. Kapasitas kilang tersebut bakal mencapai 1,8 juta kilo liter (KL). Namun belum dipastikan nilai investasi lantaran menunggu hasil studi kelayakan (feasibility study/FS). Green diesel merupakan bahan bakar Solar yang berasal dari 100% minyak kelapa sawit (CPO) atau B100.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM FX Sutijastoto mengatakan, pengembangan green diesel bertujuan menekan impor BBM Solar. Dalam peta jalan (roadmap) biofuel berbasis CPO menyebutkan kapasitas kilang di 2022 mencapai 3,6 juta KL.

Dari jumlah tersebut separuh kapasitasnya digarap oleh pengembang swasta. "Selain Pertamina, saya dorong perusahaan swasta membangun itu. Mereka pun bersedia," kata Sutijastoto di Jakarta, Selasa (3/12).

Sutijastoto menuturkan sebanyak 7 perusahaan sawit tertarik untuk menggarap kilang green diesel. Namun dia enggan membeberkan lebih lanjut siapa saja ketujuh perusahaan tersebut. Dia hanya menyebut 7 perusahaan itu berskala besar seperti Wilmar.

Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana
Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Sutijastoto juga belum bisa mengungkapkan besaran investasi dari kilang yang akan dibangun. Pasalnya ada tahapan studi kelayakan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Hanya saja dia menyebut kapasitas kilang akan dibangun bertahap hingga mencapai 1,8 juta KL. "Mereka ini konsorsium dan sedang menyiapkan FS," tuturnya.

Green diesel memang sanggup menekan impor Solar. Namun harga jual green diesel per liter diperkirakan sekitar Rp14.000. Harga tersebut setara dengan Solar non subsidi yang dijual Pertamina. Artinya hanya masyarakat mampu saja yang bisa membeli green diesel. Pasalnya Solar subsidi saat ini dibandrol sebesar Rp5.150/liter.

Sutijastoto menerangkan tingginya harga jual green diesel akan dibahas setelah konsorsium menyelesaikan studi kelayakan. Namun dia mengaku belum tahu kapan FS itu selesai lantaran menunggu finalisasi pendanaan (financial closed). Menurutnya sejumlah solusi sudah disiapkan agar green diesel terjangkau bagi masyarakat.

"Saya enggak berani ngomong sekarang karena info teknologi yang digunakan nanti balum tahu seperti apa. Dari FS nanti ketahuan berdasarkan simulasi data," terangnya.

Uji coba pengolahan CPO dengan metode co-processing sudah dilakukan di Kilang Pertamina Dumai, Riau dan Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Uji coba juga direncanakan di 2020 mendatang pada Kilang Balongan, Jawa Barat.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA